Tuesday, 4 July 2017

Bertemu Grace di Jogja


Selama di Jogja, saya bertemu dengan Grace, salah seorang teman baik saya. Kami sebelumnya pernah bertemu pada tahun 2014 di IPB, Namun tahun 2015 Grace pindah universitas, ke UGM karena sesuatu hal.

Sebelumnya saya memosting foto di Instagram, lalu Grace memberikan komentar. Karena ia tahu saya di Jogja, akhirnya ia ingin mengajak saya ketemu. Kebetulan saya sudah ada program i'tikaf dan tidak ingin meninggalkan program i'tikaf dulu sebelum selesai. Akhirnya Grace yang menemui saya di Islamic Center Masjid Universitas Ahmad Dahlan. Masjidnya indah sekali. Masjidnya memang baru dibangun, jadi tampak kinclong banget. Hehehe..

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sumber: Dokumentasi pribadi

Grace menemui saya ketika berbuka puasa. Saat itu saya juga bersama Zhi. Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu dengan Grace di Jogja. Grace memberikan saya kado yang indah di tahun ini, dua jilbab yang berwarna ungu dan hijau yang dibungkus rapi dengan kotak berhias pita. Saya bahagia sekali. Tapi selama di Jogja saya tidak bisa mengenakan jilbab yang diberikan oleh Grace, sebab saya tidak membawa pakaian yang senada dengan jilbabnya. Saya pun berjanji pada Grace akan mengenakan jilbnya saat saya di Bogor. Saya akan memberikan foto saya pada Grace ketika mengenakan jilbabnya.Heheh.

Saya bertemu dengan Grace di Jogja sudah hampir di ujung Ramadhan. Para peserta i'tikaf juga sudah banyak yang mudik ke kampung halaman mereka. Saya pun berinisiatif untuk mengajak Grace ikut i'tikaf dengan saya. Grace bisa memakai kupon peserta i'tikaf yang sudah mudik untuk makan sahurnya. Grace pun setuju. Ia katanya juga ingin berlama-lama di masjid tahun ini, karena tahun sebelumnya belum pernah. Pun demikin dengan saya. Saya baru pertama kali i'tikaf di masjid dan menginap di asrama putri di Universitas Ahmad Dahlan. Sebelumnya i'tikaf yang saya ikuti hanya sampai Dhuha saja di masjid. Setelah itu saya biasanya pulang dan tidak menginap. Tapi i'tikaf tahun ini berbeda. saya menginap di asrama putri yang telah disediakan bersama dengan ibu-ibu paruh baya. Saya belajar banyak pada ibu-ibu itu. Ibu-ibu yang luar biasa. Saya juga belajar tentang rumah tangga dengan mereka. Sungguh, ini pengalaman yang luar biasa. Mungkin tak akan saya dapatkan jika saya berdiam diri di kosan selama Ramadhan.
Peserta I'tikaf  Akhwat dan Pemateri
(saya tidak ikut difoto karena sedang mengejar Grace :v)

Saat i'tikaf, satu hal yang membuat saya berpikir keras itu adalah ketika Bapak pemateri saat di aula memakai bahasa Jawa dalam penyampaiannya. Saat itu saya harus bertanya pada Grace artinya apa. Dan Grace selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Grace paham betul kalau saya tidak mengerti bahasa Jawa. Begitu juga ketika kajian selesai Isya, banyak kata-kata yang masih memakai bahasa Jawa. Lalu saya minta tolong agar Grace menerjemahkannya. Dengan senang hati Grace selalu berusaha menerjemahkannya pada saya. Grace itu suka bahasa. Ia banyak belajar bahasa. Bahasa Inggrisnya aktif. Ia juga bisa bahasa Arab dan Rusia, sedikit-sedikit bisa bahasa Jerman.

Selama di Jogja, saya banyak belajar budaya Jawa pada Grace. Kata Grace, orang Jawa itu nggak to the point seperti orang Sumatera. Saya harus belajar mencerna setiap kata-kata yang masuk dan melihat gesture tubuh si pembicara jika menyampaikan sesuatu hal. Orang Jawa sangat sopan, halus, dan penuh dengan kelembutan. Aaiiih, seperti kue bolu saja ya. Hehehe... Saya yang asli dari Sumatera, terlebih Sumatera Utara lagi, harus banyak belajar kesopansantunan orang Jawa. Saya melihat banyak hal. Lalu saya belajar perlahan. Teman-teman di Bogor memang banyak yang berasal dari Jawa, tapi saya tidak bisa belajar banyak karena di sekeliling kita juga banyak dari daerah lain, heterogen sekali. Jadi memang sebaiknya belajar langsung dari daerahnya. Orang Jawa juga sangat sungkan mengatakan tidak. Aih, tidak seperti saya ya, yang kalau bilang tidak ya tidak. Langsung aja. Yah mungkin ada orang-orang yang pernah saya sakiti. Saya mohon maaaf T_T Masih suasana Syawal kan ya? 

Perpustakaan LSI IPB
Bogor



No comments: