Sunday, 4 June 2017

Ramadhan #7 yang Penuh Ukhuwah

bimbinganIslam.com
Hari ini saya ifthor di rumah murobbi dengan teman-teman cahaya sholihah. Kami memilih untuk buka bersama di rumah murobbi karena makan di luar tidak nyaman bagi kami. Tahu sendiri kan, kalau buka bersama di luar itu cukup menyusahkan. Kita harus mengantri di kamar mandi, harus menjaga aurat dengan sebaik-baiknya, dan nuansa kekeluargaannya kurang. Kalau di rumah, tentu kita bisa memasak makanan sendiri dengan pilihan menu favorit, kemudian sholat tidak harus mengantri, menjaga aurat dengan sesama akhwat saja, bebas berekspresi tanpa khawatir jika harus dilihat orang lain, dan masih banyak kelebihannya dibanding buka bersama di cafe atau rumah makan.

Hari ini saya datang setelah Ashar, karena saya harus memperbaiki draft untuk sidkom II yang akhirnya dilaksanakan hari Selasa. Semoga sidang komisi saya hari Selasa lancar dan dimudahkan ya Allah (*do’a dengan sepenuh harap). Sebab itu, saya izin kepada murobbi untuk menyelesaikan amanah akademik dulu. Setelahnya saya ke rumah beliau. Saya bersama dua orang teman yang juga memiliki kesibukan yang sama akhirnya datang bersamaan dan berjanji bertemu di BNI depan kampus. Perjalanan hari itu tidak terlalu macet. Sesampai di rumah murobbi, saya langsung mengambil tempe untuk dibumbui, mencuci piring-piring yang kotor, sambil berbincang bersama teman-teman yang sudah datang lebih awal.


Alhamdulillah, nikmat persaudaraan mana lagi yang kau dustakan? Saya bahagia sekali hari ini. Entah mengapa rasanya luapan emosi saya tersalurkan, uneg-uneg saya selama hari Jum’at ini tersampaikan. Tadi siang saya mengikuti kajian laptop muslimah yang diadakan oleh HIMMPAS, temanya sangat menarik, tentang makanan yang bergizi saat Ramadhan. Tema seperti ini sangat menarik bagi saya, sebab saya juga menggeluti dunia pangan. Saya semakin bersyukur telah mengambil langkah ini sebagai jalan hidup saya untuk pendidikan. Rasanya kejadian-kejadian masa lalu yang menyakitkan luruh saat mengikuti acara mendidik seperti ini. Terima kasih Bu Eny, atas motivasi terselubungnya buat saya. Semoga bisa seperti Bu Eny ya yang selalu menginspirasi saya dan teman-teman.


Hari ini saya Isya dan tarawih di rumah murobbi. Ini juga salah satu dari beberapa manfaat buka bersama di rumah. Kita bisa menyesuaikan jadwal isya dan tarawih tanpa harus terburu-buru ke masjid. Di satu sisi, perempuan juga tidak wajib kan sholat ke masjid? Bahagia rasanya :)

No comments: