Wednesday, 7 June 2017

Ramadhan #11 Nikmatnya Sidkom

Sumber gambar: merdeka.com


S
emangat pagi, semesta. Selamat hari Selasa rasa hari Senin. Hari ini rasanya sibuk sekali, seperti hari Senin. Setelah kutelaah, kucerna, dan kuamati yang sibuk adalah pikiranku. Aku terlalu bermain dengan pikiranku, hingga lelah.

Pagi ini pada jam 9 pagi, aku sudah dikabarkan oleh salah seorang dosenku bahwa jadwal sidang komisi II diundur menjadi jam 14.00 WIB yang seharusnya jam 13.00 WIB. Membaca pesan beliau via WhatsApp itu rasanya hatiku sudah tidak karuan. Karena pengunduran jadwal sudah sering sekali dilakukan, sementara aku sudah ingin sekali lulus.


Kuberitahukan kepada salah satu dosen bahwa hari ini jadwal sidkomku diundur satu jam dari waktu yang telah ditentukan, alhamdulillah beliau mengizinkan dan bisa hadir pada jam tersebut. Tinggal satu dosen lagi yang harus dihubungi. Kabar yang terakhir membuatku sedih, karena dosenku tidak bisa hadir. Kabarnya beliau ada tamu yang harus ditemani pada jam tersebut. Lalu aku diberi pilihan agar sidkom besok harinya atau Kamis. Dan aku memilih besok, agar tidak larut berlama-lama. Juga mengingat bahwa aku harus mengejar jadwal seminar.


Aku langsung berdo'a agar kondisiku baik-baik saja. Pada saat yang seperti ini memang hati mudah sekali kecewa. Hari ini aku ingin menaklukkan hatiku agar tidak terlalu kecewa. Ibu Rus, salah satu karyawan di departemenku selalu menasihati aku agar selalu bersabar. Aku akan selalu ingat pesan Ibu Rus. Bismillah, ucapku dalam hati. Semoga lancar!

Pukul 14.00 WIB belum ada tanda-tanda bahwa dosenku hadir, padahal proyektor dan LCD sudah siap. Aku juga sudah mengenakan pakaian yang baik agar lebih percaya diri dan tampil lebih baik. Sepuluh menit berlangsung, barulah salah satu  dosenku datang. Alhamdulillah, langsung kuucapkan dalam hati. 

Aku pun menunggu dosenku yang lain. Sekitar pukul 14.20 WIB belum ada tanda-tanda kedatangan beliau. Aku mencoba ke ruangan beliau, ke ruangan dekan, mengirim pesan singkat via WhatsApp dan SMS juga tidak dibalas. Akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB aku mendapat pesan dari beliau bahwa beliau sudah di Bogor Kota. Dan memberitahukanku agar sidkom dilanjut saja tanpa beliau.

Ada perasaan sedih saat itu. Tapi sedihku tidak boleh keterlaluan, sebab aku tetap harus mempresentasikan hasil penelitianku di hadapan satu dosen. Bismillah, Lanjut! Alhamdulillah presentasiku diapresiasi cukup baik dan beliau juga paham dengan isinya. Ada beberapa perbaikan, namun tidak terlalu banyak. Latar belakang yang harus dipertajam dan kesimpulan yang diaplikasikan saja. Lega rasanya. tapi besok aku harus mempersiapkan diri di hadapan dosen yang lainnya.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah kita harus tetap berabar dengan segala kondisi yang ada. Sedih dan kecewa itu hal yang wajar. Sedih bagi kita mungkin adalah kenikmatan bagi orang lain. Bayangkan, banyak orang yang ingin segera sidkom, namun belum menemukan waktunya, bahkan ada yang masih melakukan penelitian. Yang lebih dalamnya lagi, masih banyak orang yang ingin melanjutkan sekolah, tapi terkendala di dana. Karena itu, apapun yang kita hadapi hari ini, syukurilah. Semua berjalan atas skenario Allah. Apapun itu, yang terjadi adalah jalan yang terbaik yang harus ditempuh.
Semangat, Pengeja Langit! Yosh!Besok sidkom lagi ^_^


Pejuang Tesis
GFM FMIPA IPB



No comments: