Wednesday, 17 May 2017

Teruslah Bergerak

pixabay
Hari ini bercampur aduk sekali rasanya. Kemarin malam saya baru mendengarkan curahan hati seorang adik kos. Sesama mahasiswa tingkat akhir, tentu saja saya mudah sekali larut dengan ceritanya. Matanya mulai berkaca-kaca saat bercerita. Saya juga terhanyut. Lalu, semua memori kesedihan dalam hidup saya  terekam kembali dalam ingatan. Memori yang sering saya tutupi sejak 2014 yang lalu, sejak saya menginjakkan kaki di Kota Hujan ini.


Ada banyak hal yang saya lalui. Dan mungkin kalau dikisahkan sangat pahit. Betapa tidak, ayah saya saja ikut menangis. Ibu saya terus menyemangati.
"Banyak sekali ujian hidupmu, Nak", kata ibu saya suatu hari. Dan saya hanya bisa diam mendengarkan ucapan Ibu.

"Ujian akan membuatmu kuat, ujian akan mendewasakan hidupmu", lanjut Ibu.

Saya paham betul, Ibu tahu apa yang saya rasakan. Saya bersyukur karena Ibu selalu menyemangati dan mendukung saya. Dan hari ini, saya ingin melupakan memori kesedihan itu. Sebentar saja, minimal sampai tesis saya kelar.

"Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu." (Sang Murobbi)


Ruang Digital Perpus LSI



No comments: