Tuesday, 30 May 2017

Ramadhan #4 tentang Kepergian Seorang Kakak

Sumber gambar: inspirasi.co

P
agi tadi seorang teman saya, yang sudah saya anggap sebagai kakak memberitahukan bahwa beliau sudah ada di kosannya. Sebelumnya beliau di Bekasi, di rumah kakeknya. Lalu beberapa pesan terakhir yang belum saya baca akhirnya saya buka, isi pesannya cukup membuat saya sedih. Sebab beberapa bulan terakhir ini saya jauh darinya karena kesibukan kami yang berbeda.

Si kakak akan pulang ke kampung halamannya. Padahal di saat-saat seperti ini saya sangat membutuhkannya sebagai teman curhat. Mungkin inilah waktunya saya harus lebih mandiri, merasakan apa yang saya rasakan sendiri, dan tak perlu membincangkannya pada orang lain.


Kepergiannya entah kenapa membuat saya berat hati. Padahal saya tahu bahwa beliau di kampung halamannya juga ingin berbirrul walidain. Selama kuliah di Bogor, ia tak pernah pulang sekalipun. Mungkin lebih sedih dari kisah saya yang di tahun pertama masih bisa pulang ke rumah. Pun di Maret yang lalu saya masih sempat pulang menjenguk orangtua saya yang sakit.


Di saat seperti ini saya semakin yakin bahwa hidup adalah belajar untuk bersabar dan ikhlas. Jika kita mampu menggenggam dan selalu belajar untuk kedua hal itu, maka nikmat hidup akan diperoleh. Hmm, terima kasih kakak, yang telah sering menemani saya di saat  letih dalam menjalankan aktivitas. Semoga bisa bertemu kembali pada kesempatan yang lebih baik. 

Perpustakaan LSI IPB
Lt. 2

No comments: