Sunday, 7 May 2017

Pacaran yang Dibumbui dengan Religi

Sumber gambar: bersamadakwah.com

Gara-gara lagi ada masalah dengan kekasih yang dia sayangi, sholatnya jadi nggak khusyu', malah agak terkesan telmi gitu. Pas orang ngomong, dia ya ya ya... Tapi dia nggak konsen, lagi mikirin yang lain.


Kenapa semakin besar cintanya kepada seseorang itu kalau terganggu sedikit malah buat dia ngggak khusyu' dalam sholat. Bahkan, semakin besar dan menggebu-gebunya perasaan dia kepada seseorang yang belum halal. Malah buat dia nggak khusyu' dalam sholat.

Saya nggak percaya kalau ada orang yang bilang, "Sejak ketemu dia, saya lebih khusyu' dalam sholat, lebih rajin tahajud". 
Ini namanya talbis. Tau nggak talbis itu apa?

Talbis itu kalau dalam bahasa kita, tipu daya iblis. 
Mana cinta yang terkesan syari'at?
Cinta yang dibumbuin dengan nasihat untuk tahajud. Cinta yang dibumbuin dengan nasihat untuk baca Al-Qur'an. 
Cinta yang dibumbuin dengan nasihat "Ikut taklim bareng yuk", gitu.
"Nunggu dimana?"
"Di persimpangan itu."
"Saya nggak bawa kenderaan."
"Yaudah, bareng aja."

Masih mending kalau naik motor, kelihatan orang.
Kalau naik mobil nggak kelihatan siapa-siapa.
Belum lagi kaca-kacanya itu pada anti sensor.
Nah ini, awalnya sih pengen ikut taklim bareng, pengen bangunin tahajud, tilawah Al-Qur'an," sampai juz mana?"
"Udah nyampe juz 20?"
"Kamu dimana?"
"Deket-deketan kamu lah, nggak akan jauh."
"Hebat ya kamu dua berapa?"
"21."
"Kok bisa?"
"Soalnya saya nggak baca juz 1 sampai 20, bacanya juz 21 doang.Dimana kamu, saya di situ."
Ini artinya, cinta-cintaan yang dibumbui dengan religi.

Saya nggak ngomong baik atau buruk. Cuman cinta yang kayak gini nih biasanya agak-agak modus. Hanya ketika pacaran doang bisa kayak gitu. Udah selesai, udah halal, nanti udah nikah, kalau dia bukan karena Allah, itu akan berubah, pasti kayak gitu.









No comments: