Tuesday, 25 April 2017

Piknik ke Kebun Raya Bogor

Tempat wisata terdekat dengan kosan saya adalah Kebun Raya Bogor. Selain dekat, harganya juga terjangkau untuk mahasiswa. Wisatawan lokal cukup membayar Rp 14.000, 00 saja untuk masuk ke area wisata. Yup, benar sekali, mahasiswa tingkat akhir seperti saya yang masih dikirimkan uang belanja oleh orangtua, tentu sangat akan memperhatikan penggunaan uang untuk sekadar rekreasi.


Ahad itu saya, Ana, Wenny, dan Chairi berjanji ke Kebun Raya Bogor (KRB) untuk bertemu sekalian reunian kecil-kecilan. Hal yang paling menyenangkan untuk saya akhir-akhir ini adalah bertemu dengan mereka, teman-teman seperjuangan saya ketika di Medan. Saya, Ana, dan Wenny sebelumnya sudah pernah bertemu. Ahad itu saya pertama kalinya bertemu dengan Chairi sejak meninggalkan kampus hijau USU di tahun 2013.

Tidak banyak yang berubah dari kami. Chairi dan Ana masih sering bertengkar kecil-kecilan seperti mendebatkan sesuatu, Ana dan Wenny masih suka berfoto-foto di setiap sudut jalan seperti dulu, dan saya masih suka memperhatikan tingkah mereka satu per satu. Saya selalu ingin merekam tingkah mereka, yang akan saya jadikan hal yang bisa membuat saya tertawa di kala mood kurang bagus.

Kami berbicara banyak hal di sepanjang KRB. Mulai dari kisah sejak kuliah dulu hingga kesibukan kami saat ini. Alhamdulillah, ada perubahan-perubahan baik dari kami. Alhamdulillah, Ana, Chairi dan Wenny sudah bekerja dan nyaman dengan kerjaannya masing-masing. Saya, masih mahasiswa yang nyaman juga dengan apa yang tengah saya jalani saat ini.

Saya banyak bercerita tentang bagaimana Bogor dan kuliah saya pada Chairi, karena Ana dan Wenny sudah pernah saya ceritakan tentang kondisi saya di Bogor ini. Chairi memang belum tahu karena baru pertama kali juga bertemu dengan saya. Saya menanyakan pekerjaan mereka satu per satu, saya ingin mengetahui bagaimana perasaan mereka bekerja di tanah perantauan ini. Kesimpulan yang saya dapatkan, "Dimana-mana kerja dengan orang nggak ada yang enak Yan". Wohooo, saya sudah tahu itu. Kebetulan saya juga pernah bekerja di sebuah perusahaan leasing nasional di Padangsidimpuan saat 2014 dulu, jadi saya cukup tahu bagaimana perasaan seorang karyawan. Huhu...

Ada banyak hal yang membuat saya tertawa hari itu, walau beberapa kali kepikiran dengan tesis yang belum kunjung selesai. Saya memang harus bersabar. Saya disarankan bersabar juga oleh dosen saya, karena beliau sedang banyak deadline yang harus diselesaikan bulan ini. Di sela-sela itu saya terkadang menghibur diri dengan bercerita tentang apa yang saya lihat, saya pikirkan, kejadian masa lalu, pada teman saya. Jadi tidaklah benar ya kalau saya itu pendiam. Sebenarnya saya suka bicara, saya senang bercerita.

Terima kasih telah memberikan saya semangat untuk pekan ini, teman-teman. Pekan depan saya harus mencari semangat dari sumber lain :D Mungkin dengan membaca buku yang saya suka.
Butet

Dramaga, Bogor



No comments: