Saturday, 18 March 2017

Lingkaran Kebaikan

Saya merasa lahir kembali ketika diberikan amanah untuk mengisi halaqoh adik-adik setelah sekain lama. Yah cukup lama saya beristirahat. Terakhir kalinya di akhir tahun 2013. Sudah saatnya saya melanjutkan estafet dakwah Rasul ini dengan mengisi halaqoh adik-adik. Saya yakin dengan menerima amanah ini hidup saya semakin baik, telinga yang pertama kali mendengarkan ucapan saya adalah saya sendiri. Pun seorang murobbi tidak boleh sampai kaburo maktan 'indallahi 'an takulu ma laa ta'lamuun. Sesungguhnya ini adalah amanah yang berat, tapi saya yakin kita sebagai pemimpin diri kita sendiri dapat memikul ini.


Saya juga merasa terlahir kembali dengan hari-hari yang di kelilingi oleh kebaikan dengan saudara-saudara di wisma. Memang benar materi Amal Jama'i itu, bahwa kita tidak boleh sendiri, kita harus berjama'ah. Suatu hari di masa yang lalu mungkin saya seperti terlepas dari lingkaran kebaikan itu, dan merasa diri saya bisa berdiri seorang diri. Namun memang tidaklah bisa. Bisa juga tak kokoh. Akhirnya saya memilih untuk kembali lagi bersama jama'ah. Jama'ah ini yang membesarkan saya. Tentulah saya harus fokus pada yang membesarkan saya.

Belakangan ini saya juga sering mendengarkan tausiyah Ustadz Adi Hidayat dan Khalid Basamalah, nyess banget ketika tahu bahwa ilmu saya sangatlah minim mengenai fikih. Saya harus banyak belajar. Apalagi dengan Fikih Dakwah. Mau berdakwah tapi belum khatam Buku Fikih Dakwah, apa kata dunia? Dakwah adalah bukti cinta kepada Allah dan Rasul.

Ya Allah, betapa saya banyak meyiakan hari-hari saya di masa yang lalu. Saya rasanya ingin bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Banyak siroh nabi, sahabat, shahabiyah yang belum saya baca. Saya ingin membacanya satu per satu. Lalu mengajarkan hikmahnya pada adik-adik saya di halaqoh, mengajarkan pada keponakan-keponakan saya, dan anak saya kelak. Diri ini semakin kerdil rasanya ketika tanpa sadar tertampar dengan isi tausiyah Ustadz. Ya Rabb, saya juga merasa belum berbakti kepada kedua orangtua saya, banyak hal yang saya simpan sendiri. Padahal sebagai anak, haruslah saya terbuka kepada mereka, menjelaskan apa yang saya lakukan setiap hari. Dan aktivitas kegiatan saya sudah mulai rutin saya laporkan beberapa bulan belakangan ini. Ayah, ibu maafkan saya yang belum bisa membahagiakan kalian. Ingin sekali menghadiahkan mahkota di surga untuk kalian. Untuk itu saya haruslah menjadi penghafal Al-Qur'an. Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk itu. 

Sumber gambar: nurpasti.blogspot.com

Butet
@Perpus LSI
_Kota Hujan_


No comments: