Tuesday, 7 March 2017

Kuliah Umum



Hari ini saya dan teman-teman sekelas mengikuti kuliah umum. Kuliah umum kali ini menghadirkan dua profesor dari Jepang. Presentasi pertama disampaikan oleh Prof. Noguchi Ryozo dengan tema Biomass energy, agricultural machinery and power, and oil separation and recycling system. Presentasi kedua disampaikan oleh Prof. Haruhiro Fujita dengan tema Geoinformatic, environmental impact assessment, and computing in social scienceProf Noguchi dari Tsukuba University dan Prof Haruhiro dari Nigata University of International and Information Studies.




Luar biasa sekali materi yang disampaikan oleh kedua speaker. Namun sayang sekali tidak banyak yang menyempatkan bertanya untuk momen ini. Menurut saya, alasan pertama karena memang mahasiswa sedang sibuk-sibuknya dengan perkuliahan. Tadi saja beberapa orang keluar ruangan seperti sedang terburu-buru. Mungkin banyak tugas dan harus dikerjakan secepatnya. Saya maklum dengan alasan ini. Karena saya juga pernah mengalami hal yang demikian. Hehehe... Alasan kedua karena mungkin seperti saya, ada rasa malu untuk bertanya. Ada rasa takut menghampiri jika Bahasa Inggrisnya belepotan. Ahahaha... Suatu hari saya harus bisa bertanya di forum seperti ini. Karena sayang sekali memang, materi yang sangat baik dengan penanya yang sedikit. 

Selagi ada kesempatan, sebaiknya kita bertanya. Moderator tentu juga akan sangat menyukai jika audience saat itu antusia bertanya. Kuliah umum kali ini diadakan di Auditorium Abdul Muis Nasution. Biasanya penyelenggaraannya di ruang kelas besar, namun kali ini di auditorium. Karena kali ini kuliah umumnya menyangkut 3 departemen di Fateta. Ada Teknik mesin dan biosistem, teknik sipil dan lingkunga, serta teknologi industri pertanian. Saya sebagai anak teknik mesin dan biosistem dengan peminatan teknologi pascapanen merasa senang dengan kuliah umum seperti ini.


Hal yang saya dapatkan tadi bahwa minyak jelanta yang banyak sekali kita buang  di rumah ternyata masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi lainnya. Bayangkan berapa banyak minyak jelanta yang kita buang begitu saja. Rumah makan, restoran, cafe, bahkan warung-warung kecil pasti menggunakan minyak goreng untuk menggoreng menu makanannya. Saya yakin minyak goreng yang sudah beberapa kali pemakaian itu ketika warnanya sudah berubah, aromanya juga demikian, maka akhirnya akan dibuang begitu saja.

Semoga kita sebagai anak bangsa Indonesia dapat memanfaatkan limbah-limbah lainnya dan mendaur ulangnya kembali menjadi produk yang bermanfaat. Semangat menuntut ilmu!


Perpus LSI IPB
07032007

No comments: