Tuesday, 28 February 2017

Sahabat Rohis

Kemarin siang saya mendapat kabar dari seorang teman, sahabat seperjuangan saya di Rohis An-Nur SMA Negeri 2 Pasid. Awalnya saya pikir beliau hanya menanyakan kabar saya yang mungkin sudah lama tidak terdengar lagi. Dulu saya keluar dari grup WhatsApp Rohis karena kondisi handphone saya yang kurang baik. Lalu sejak saat itu saya tidak tahu lagi kabar dari teman-teman Rohis.

Alhamdulillah, kabar yang saya dapatkan kemarin itu adalah kabar pernikahan sahabat Rohis saya, Devi. Beliau memberikan undangan digital karena undangan resminya dititip pada teman sekelas di SMA katanya. 

"Tanggal 5 Maret nanti posisi kamu dimana Clie?" (Clie: panggilan sayang Devi untuk saya yang mungkin karena saya masih amut-amit gitu waktu SMA. Ahahaha)
"Sri mah masih di Bogor Dev, belum selesai soalnya"
"Tanggal itu aku nikah, Clie"
"Alhamdulillah, Barakallah Dev. Ya Allah, Sri bahagia banget dapet kabar ini. Semoga lancar ya semua persiapannya ya Dev"
Bla bla bla....

Kira-kira begitu percakapan singkat saya dengan Devi. Satu per satu sahabat Rohis saya telah menikah. Saya termasuk yang belakangan menikahnya. Diawali dari Rini yang sudah menikah sejak semester 7 perkuliahan, lalu Halimah sekitar 2 tahun yang lalu, kemudian Devi Ahad depan, dan saya yang belum. Alhamdulillah, sahabat-sahabat Rohis saya telah dan akan menggenapkan separuh dien-Nya. Luar biasa sekali bahagianya. Semoga pernikahan mereka sakinah, mawaddah, warahmah.

Saya sendiri belum tahu kapan akan menyusul. Tapi saya yakin, saya akan bertemu dengan jodoh yang Allah tetapkan jauh sebelum saya lahir di kemudian hari. Saat ini saya masih belajar dan terus belajar memperbaiki akhlak saya. Mungkin saya memang belum ditakdirkan untuk menikah, karena Allah masih memberikan saya waktu untuk terus berbenah diri agar matang.

Devi ini sahabat saya yang selalu saya ajak keliling kelas untuk menagih iuran Rohis. Banyak hal yang lucu dan di luar dugaan ketika kami datang ke setiap kelas, dari kelas 1 hingga kelas 3. Yang paling kewalahan itu ketika memasuki kelas IPS, lalu kami dibilang "eh siapa nih yang datang, bau rumus". Ahahaha. Anak IPA dan IPS saat itu memang sedang banyak bercandanya di masa saya. 

Dulu saya dan Devi menjadi bendahara dan wakil bendahara Rohis. Saya banyak berdiskusi dengan Devi. Dulu ketika saya ingin tes ke Bogor, saya menumpang di kosan Devi selama beberapa hari. Devi banyak sekali membantu saya. Ah rasanya ingin hadir di hari sakralnya, tapi apalah daya, saya belum menuntaskan misi pendidikan saya di kota hujan ini.

Tapi in sya Allah segera setelah saya lulus, saya berencana akan mengunjungi rumah teman-teman saya di Padangsidimpuan. Saya amat sangat merindukan mereka, terutama sahabat-sahabat Rohis saya. Aih tapi akan beda ya rasanya ketika dulu zaman putih abu-abu dan sekarang ini. Pasti sudah banyak hal yang berubah. Semoga perubahan itu adalah perubahan yang baik.

Untuk mengenang masa-masa di Rohis An-Nur, backsound hari ini adalah Anak Rohis.

Aku anak rohis

selalu optimis
dengan gaya necis
pasang wajah manis

Berjilbab tipis
tapi berlapis
walau kantongku tipis
tetap optimis

Aku anak rohis
selalu optimis
bukannya sok narsis
kami memang manis

Kami aktivis
benci anarkis
walau kantongku tipis
bukan teroris

Barakallah ukhti sayang, Devi Andriani Siregar  ^_^
Semoga lancar persiapan lahir dan batinnya hingga tanggal 5 Maret nanti.
Uhibbuki fillah, lillah, billah :) 


Salam,
Bendahara Umum Rohis An-Nur 2007-2008 :D 

No comments: