Thursday, 12 January 2017

Bolak-Balik Hati

Terkadang, aku merasa dunia ini penuh dengan putaran, seperti roller coaster. yang tak henti bergerak. Terkadang berpikir, mengapa jadi seperti ini? Mengapa bukan begitu? Kan harusnya ini itu jalannya begini? Banyak sekali hal yang terjadi yang membuat kita takjub, tidak percaya, dan speechless.

Sebenarnya aku bukanlah orang yang terlalu mementingkan hidup orang lain, namun ketika aku mengenalnya, pernah berinteraksi dengannya, alam bawah sadarku seakan ingin mengetahui apa yang terjadi.

Tadi aku melihat temanku di sosial media. Ia beberapa bulan yang lalu mengunduh fotonya bersama teman lelakinya. Maaf, aku mengatakan teman lelaki dalam hal ini, karena kata pacar terlalu ekstrim menurutku. Kata itu seakan milik ABG yang belum mengerti konsekuensinya. Ok, kita sepakati untuk menyebutkan teman lelaki.

Nah, tadi, baru saja aku melihat hal yang lain, maksudku foto yang ia unduh bukan lagi dengan teman lelakinya yang kulihat bulan yang lalu, tetapi lelaki yang baru. Ini tentu saja membuatku terkejut. Begitu mudahnya hati itu terbolak-balik. Jadi memang kita sebagai manusia tidak bisa memastikan hati kita hari ini dan esok. Hati kita hari ini bisa mudah saja berubah. Hari ini kita bilang bahagia, satu jam kemudian kita bisa saja bersedih. Karena itu jangan heran jika melihat orang yang dengan mudahnya berubah-ubah pikirannya. Ini adalah hal yang normal, manusiawi.

Jangan pula menjudge orang, tadi kan kamu bilang begini, kok sekarang jadi begitu?

Begitulah hati. Ia mudah sekali dibolak-balik. Karena itu untuk menetapkan hati, kita sebaiknya menyerahkan hati kita pada Yang Maha Menguasai hati ini. Kepada-Nya lah kita berserah. Jika sudah bersandar hanya pada-Nya, tentu tidak akan ada kekecewaan. Namun, jika sandarannya manusia yang hatinya juga suka berbolak-balik, tentu kita akan merugi sendiri, akan ada banyak kekecewaan, akan ada banyak penyesalan.

Karena itu, ketika teman-teman memiliki pasangan, apalagi yang bukan resmi dan sah secara agama. Sebaiknya tidak perlu mengunduh foto berdua, selain dilarang agama juga akan membuat yang bersangkutan malu juga. Untuk pasangan yang sudah resmi pun, bukan hal yang tidak mungkin adanya perceraian. Syaithon itu memang tidak akan pernah menyerah menggoda anak manusia. Ia akan terus menerus menggoda, hingga manusia terjerat, dan bisa mengikutinya ke neraka.

Sebulan yang lalu aku melihat fenomena yang sangat sedih. Sedih bagiku, karena aku sempat membaca buku-buku beliau sejak aku SMA. Beliau pernah menerbitkan buku nikah dini keren. Buku yang tentunya membuat baper, istilah zaman sekarang. Saat itu aku masih SMA, dan tidak pernah berpikir sedikitpun untuk menikah setelah lulus  SMA. Tetapi buku itu cukup berhasil membuatku berpikir bahwa menikah itu adalah hal yang indah. Lalu apa nih cerita dari tokoh yang kulihat? Aku melihat sebuah peristiwa bahwa sang penulis itu bercerai dengan istrinya. Tentu ini sangat mengejutkan. Sedih? Tentu saja. Sebagai pembaca setia karya-karya beliau, ada kesedihan. Sayang sekali bukan? Beliau itu sudah memperjuangkan menikah di usia yang dini, lalu berjalan hingga beberapa tahun, kemudian tidak disangka harus bercerai saat ini.

Ya, benar memang, hati itu terus berbolak-balik. Komitmen sejak akad diucapkan tentu menjadi hal yang berperan penting dalam hal ini. Kuatkan hati dengan do'a, karena do'a adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah kerapuhan hati.


Ini bukanlah catatan galau, ini adalah sebuah catatan pengamat yang sibuk dengan tugas akhirnya :D 


@Koridor Fateta IPB
Berhenti sejenak di sudut kampus setelah berjalan ke ruang dosen 

No comments: