Monday, 2 January 2017

2017 Mau Nargetin Apa?

Sumber gambar: www.khaskhabar.com

Hari ini adalah hari kedua di tahun 2017. Semua juga udah pada tahu yah. Ahahaha... Biasanya saya sudah membuat target apa saja yang harus saya raih di buku harian. Tapi tahun ini rasanya banyak sekali yang membuat saya untuk tidak menulis di diary. Belakangan ini saya suka menulis di blog. Alasan utamanya karena data-data penelitian saya ada di Acera, nama yang saya berikan pada laptop saya.

Data-data saya harus segera ditangani secepat mungkin agar lulusnya juga semakin dekat.  Saya harus setia dong ya menemani Acera seharian, hingga saya lelah bahkan tertidur di hadapannya. Pasti Acera senyum-senyum melihat saya yang tertidur di depannya. Acera ini pemberian dari Bang Zulham, abang kedua saya. Acera sudah dipakai beberapa bulan oleh abang. Kalau saya tidak salah ingat, Acera ada di saya saat September 2008. Acera sudah beberapa tahun menemani saya. Saya ingin ia menemani perjalan tesis saya juga hingga meraih Master of Science. Baik-baik ya Aceraku sayang :D *tepuk-tepuk laptop. 

Ibu saya sering bilang, "Beli saja laptop baru". Tapi saya rasanya berat meninggalkan Acera. Banyak sekali kisah yang saya tuangkan bersamanya. Saya ingin merawat Acera lebih baik. Semoga Acera juga bisa menemani disertasi saya kelak :D. Walau saya tahu, membawanya kemana-mana butuh energi yang luar biasa. Dengan badan mungil yang saya miliki, banyak sekali teman-teman yang menghampiri dan menarik tas saya, lalu berkata "Berat banget mbak". Kemudian saya sering berkata, "Ini nggak berat Mbak, saya nya aja yang mungil" -_- Walaupun Acera berat, saya akan menyanggupi menjalani hidup bersamanya *eh ini ngomong apaan sih, ahaha...

Kembali ke fokus utama kita, target 2017.
Ngomong-ngomong soal target, sebagai mahasiswa tingkat akhir yang belum berakhir ini, pastilah target saya...

1. Menambah hafalan Al-Qur'an.
Saya sangat iri dengan teman-teman yang hafalannya sudah beberapa juz. Saya ingin seperti mereka. tapi rasanya saya sangat susah menghafal saat ini. Katanya, jika kita susah menghafal, mungkin karena kita banyak melakukan kemaksiatan. Astaghfirullah.. Beberapa maksiat yang harus dihindari seperti berbicara hal yang tidak penting, menonton acara TV yang tidak baik, tertawa yang berlebihan, mendengarkan musik jahiliyah, dan lain-lain.

2. Lulus dan meraih gelar Master of Science.
Saya tahu, perjuangan untuk lulus di IPB ini bukanlah hal yang mudah. IPB itu adalah tempat dimana lupa adalah salah, tidur adalah penyesalan, dan ketiduran adalah dosa -_-

Saya sudah menjalani semester satu dan dua yang penuh perjuangan. Tahun itu adalah tahun roller coaster hidup saya, yang kadang di atas, kadang di bawah, membuat pusing. 

Sampai saat ini saya masih sangat ingat bagaimana perjalanan saya di awal-awal semester satu. Betapa cupunya saya, masya Allah.. Saya harus mengeluarkan segala energi yang saya miliki untuk bisa menyeimbangi teman-teman saya yang IQ nya tinggi banget, yang fast track, yang mahasiswa berprestasi di kampusnya, yang English-nya udah seperti air mengalir, yang mengikuti student exchange kemana-mana, yang mengikuti program akselerasi dari SD. Aahhh, saya seperti serpihan rengginang di antara mereka.

Namun, dengan kekuatan do'a, dengan ikhtiar yang nyata, dengan tawakkal yang menyempurnakannya, maka jadilah saya seperti saat sekarang ini, yang masih bisa bertahan. Jika diingat-ingat ketika S1, tidak terbayangkan, saya telah melampaui ini semua dengan senyuman di wajah kedua orangtua saya. Alhamdulillah 'alaa kulli haal...

2. Bekerja sebagai dosen.
Saya ingin mewujudkan mimpi saya menjadi dosen. Karena lingkup keilmuwan saya cukup luas, saya ingin mengajar di Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Hasil Pertanian, atau di Keteknikan Pertanian. Tapi saya tidak ingin masuk di mata kuliah yang berkaitan dengan mesin pertanian, sebab saya tidak paham -_-

3. Membuka bisnis online.
Saya ingin merintis bisnis di bidang peralatan dapur. Karena saya suka dengan gelas, piring, sendok, garpu, wajan, dan sejenisnya. Ahaha.. Ada yang menyarankan saya berbisnis fashion. Tapi saya kurang tertarik. Karena saya sendiri kurang peduli dengan fashion saya -_- Ini contoh yang kurang baik ya. Saya hanya bisa memadukan warna saja. Untuk mode dan sejenisnya, saya sangat sederhana. Saya pikir ini kurang menunjang karier saya nantinya.

4. Mengirimkan tulisan tiap bulan ke media massa.
Terus menulis! Perkara diterima oleh redaktur atau tidak itu bukan masalah. Yang penting terus menulis dulu. Saat ini harus produktif dulu. Semakin banyak menulis, maka semakin mahir dalam mengolah kata. Karena menulis juga adalah pekerjaan seorang dosen, maka saya mengarahkan tulisan saya ke arah tulisan non fiksi. Tapi suatu hari saya juga ingin terjun ke tulisan fiksi untuk membuat sebuah novel.


6. Menjadi pribadi yang lebih sabar.
Sering sekali saya merasa kurang sabar dalam menghadapi suatu perkara, ingin semuanya beres dengan sekejap, padahal semua itu butuh proses dan waktu.

Lalu, tidak ada target menikah?
Dengan segala kerendahan hati, saya mengatakan bahwa saya menyerahkan perkara ini pada kedua orangtua saya. Jika mereka ridho di tahun ini, maka saya akan sangat bahagia. Jika tidak pun, maka saya akan terus memperbaiki diri menjadi akhwat yang sholihah. Perkara calon belum ada. Saya saat ini memang tidak berpikir dengan siapa dan kapan saya akan menikah, tetapi saya lebih berpikir bagaimana mencapai barokah dalam pernikahan itu. Saya hanya ingin ia yang ketika melihatnya saja saya merasakan surga semakin dekat. Semoga saya bisa menjemput takdir ini di atas keridhoa-Nya, seseorang yang akan menemani kisah-kisah selanjutnya. Semoga Allah beri yang terbaik. Aamiin.

Dua Januari dua ribu tujuh belas
Koridor Fateta










No comments: