Wednesday, 21 December 2016

Lingkaran Khadijah-Aisyah

Siang itu aku berjalan menuju masjid Al-Hurriyyah IPB. Masjid yang banyak menyimpan keluh kesah, kegundahan, rasa syukur, kesabaran dalam do'a-do'aku. Kutelusuri jalan yang penuh rerumputan hijau menuju ke sana. Beberapa anak-anak sedang berlarian bersama orangtuanya. Aku melihat ikhwan akhwat yang berpapasan di daerah pertigaan rawan jodoh. Pertigaan ini memang suatu tempat yang telah mempertemukan beberapa pasangan. Walaupun daerah ini sebenarnya mirip dengan daerah rawan kecelakaan, karena jalan di sebelah pertigaan adalah jalan turunan yang membuat kenderaan melaju dengan cepat. Katanya jika menginginkan jodoh yang baik, lihatlah seberapa sering dia pergi ke masjid. Jika dia selalu sholat subuh di masjid, bisa dikatakan ia adalah pejuang subuh. Menegakkan sholat subuh itu bukan hal yang mudah, dan ia sanggup. Itu sudah bisa menjadi salah satu indikator kesholihannya.

***

Dan tepat pukul 13.00 WIB aku sudah berada di lantai tiga masjid. Belum ada teman-teman selingkaran yang datang. Aku pun membuka mush-haf ku sembari menunggu. Saat itu, betapa aku merasa kecil sekali di hadapan Allah atas ujian-ujian yang kulalui, atas ikhlas dan sabar yang harus ditawazunkan. Banyak sekali kejadian yang membuatku harus banyak belajar, harus bisa mengolah makna, dan mengambil berkah di tiap momennya.

Pukul 14.00 WIB, beberapa orang telah melingkar yang dimulai dengan ta'awudz dan basmalah. Kubaca Arrahman dalam hati. Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzdzibaan... Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan? 


Bismillah, semoga langkah ini adalah langkah yang tepat. Aku hanya menginginkan berkah dari Allah, bukan hanya kebahagiaan semata. Kebahagiaan hanya secuil kisah di antara nikmatNya, Berkah lebih utama. Bahagia tanpa berkah hanya akan menjadi sia-sia. Semoga kutemukan berkahnya di jalan ini, jalan panjang yang mungkin akan ada beberapa onak dan duri-duri.
Sumber Gambar: http://alhurriyyah.lk.ipb.ac.id/


Dramaga, 
di saat berjibaku mengerjakan tesis.

No comments: