Wednesday, 9 November 2016

IPB at The First Sight

Selamat siang warga Fakultas Teknologi Pertanian...
Selamat Hari Rabu rasa coklat.

Aku berharap hari ini seperti rasa coklat yang membawa ketenangan, walau kenyataannya berbanding terbalik. Lalu, berdo'a agar semuanya baik-baik saja.


Yup, Ini adalah semester ketigaku di Teknologi Pascapanen. Penelitianku belum selesai di satu parameter karena alatnya rusak. Dan ini membuatku cukup sulit untuk bergerak ke penulisan jurnal. Sebab, aku ingin menampilkan hasil dari pasting properties di jurnalku. Ini parameter yang cukup penting buatku. Tanpanya, apalah jurnalku. Mungkin seperti jurnal biasa saja. Dan aku tidak ingin biasa saja, aku ingin jurnal ini luar biasa karena sudah didanai oleh dosen-dosenku yang luar biasa. Sudah dibimbing dengan penuh cinta, dan sudah dianggap seperti anak mereka sendiri. Terima kasih Pak, aku tidak akan melupakan semua kebaikan yang kalian berikan.

Tema postingan ini sebenarnya sudah tidak asing bagi kita. Hanya kata depannya saja yang awalnya love kuganti menjadi IPB. IPB at the first sight...

Sumber: ipb.ac.id
IPB itu salah satu kampus terbaik di negeri ini. Jika ingin melihat suasana kampus yang masih hijau, datanglah ke IPB. Kampus ini penuh dengan pepohonan dan tanaman. Tanamannya juga beraneka ragam, bukan hanya tanaman pertanian, tetapi ada tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan tanaman hutan.

IPB itu penuh dengan orang-orang pecinta science. Di sudut kampus, di jejeran koridor fakultas, di kantin, banyak sekali orang yang bediskusi dan membaca. Di kantin ada yang belajar? Ada. Kampus ini masih ramai hingga pukul 24.00 WIB. Beberapa lab masih hidup karena dihidupkan oleh penelitinya.

Banyak sekali kegiatan mahasiswanya, dan sering membuat seminar nasional. Banyak seminar yang tak berbayar alias gratis yang dinanti oleh mahasiswa seperti aku ini. Ahahaha...  Aku sering mengikuti seminar gratisan, hingga temanku juga mengikuti jejakku. Parah ya aku nya, sampai ngajak-ngajak orang. Eh bukan sih, dia aja yang pengen. Saking seringnya aku menyebarkan info seminar gratis, hingga suatu hari temanku bertanya :
"Mbak Yanti, bulan ini ada info seminar gratis nggak? 
"Ehh apa ya? Seminar?
"Iya, kan Mbak Yanti sering ikutan tuh"
"(Nyegir)

IPB ini adalah tempat dimana lupa adalah salah, tidur adalah penyesalan, dan ketiduran adalah dosa. Huhu.. Banyak sekali tugasnya. Belum selesai tugas yang satu, tugas yang lain akan berdatangan satu per satu. Banyak yang mengira bahwa mahasiswa pascasarjana itu kuliahnya nyantai dan banyak waktu luang. Aah, itu salah besar. Di IPB, mahasiswa pascasarjana justru lebih berat bebannya dibanding mahasiswa S1 atau D3. Angkanya saja sudah naik dari 1 menjadi 2, tentu saja naik juga bebannya.

SKS yang sedikit ternyata menuntut tugas yang banyak. Di pascasarjana, kita hanya boleh mengambil maksimal 15 SKS tiap semesternya. Tapi 2 SKS itu rasanya seperti 10 SKS bagiku. Banyak penugasan seperti membuat paper, tugas membaca jurnal, kuis, praktikum mandiri, dan banyak lagi yang lainnya. Kita juga harus siap jika dosen menanyakan satu hal di kelas. Kalau kita tidak tahu memang tidak masalah, tapi malunya Masya Allah pastinya. Jadi, diharapkan membaca banyak jurnal sebelum ditanya ini itu.

Jurnal yang dibaca juga lebih mengacu ke jurnal Internasional yang tentunya terindeks scopus. Aku tak membayangkan bahwa aku harus mentranslate kata demi kata yang belum familiar di jurnal. Tapi semakin lama membaca jurnal, kita akan semakin paham, dan semakin banyak kosa kata baru yang sudah kita ketahui.

Ayahku pernah meneleponku, sekedar mengetahui kabarku bahwa aku baik-baik saja. Telepon ini berdering pukul 8 malam.
"Gimana kabarnya nang? Sehatnya kan?
"Alhamdulillah, sehat Pa"
"Kuliahnya lancar?"
"Lancar Pa, banyak tugas. Ini Butet masih di kampus ngerjain tugas".
"Hah? Masih buka kampusnya jam segini? Pulang lah nang, khawatir Papa kau di sana"
"Nggak apa-apa Pa, masih rame kok sampe jam 12"
"Di kampus masih rame?"
"Iya Pa, banyak kegiatan mahasiswa S1 kalau malam. Ada yang latihan karate Pa, ada yang latihan nari. Dan banyak yang ngerjain tugas kayak Butet"
"Oh gitu pulak ya, rajin-rajin orang di IPB ya nang?
"Iya Pa, kayaknya Butet yang paling malas. Ahahah"
"Ahahaha, rajin lah borunya Papa. Kalo gitu hati-hatilah nang di sana"
"Iya Pa"
"Jangan lupa makan ya, jangan diporsir kali belajarnya itu"
......

Begitulah, dan setiap ayahku menelepon, aku sedang mengerjakan tugas. Ooh Tuhan... Sepertinya IPB ini akan mencetakku menjadi mahasiswa study oriented. Memang sejak di IPB aku tidak ikut organisasi internal lagi seperti dulu. Aku ingin menjadi mahasiswa yang lebih baik dibanding masa S1 ku yang bergelimpang organisasi hingga nilaiku juga tidak begitu bagus. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik lagi, karena fokusku nggak terpecah.

IPB itu..., dosen-dosennya luar biasa. Sebagian besar pascasarjananya di luar negeri. Dan kebanyakan lulusan Jepang. Maka tidak heran kalau budaya Jepang yang sangat menjunjung tinggi adab sering kali menjadi masalah di sini.

Jika ada mahasiswa yang kurang sopan, atau salah menempatkan perkataan, bisa menjadi hal yang dibicarakan di rapat dosen, bahkan ada yang sampai berpengaruh pada nilainya. Itu hal yang sangat menyakitkan tentunya. Tapi memang benar, kita dididik menjadi manusia yang beradab di sini. Dosen-dosen di sini ingin menjadikan motto IPB benar-benar terwujud "Searching and serving the best", mencari dan memberi yang terbaik.
Semoga motto itu terus tertanam juga pada mahasiswanya.

Dear, hari ini aku sebenarnya sedang mecurahkan hati dan pikiranku di sini. Aku mencuri-curi waktu untuk menuliskan ini di antara setumpuk tugas yang ada di depan mata. Ini sebagai refreshingku saja. Sebab, mengutarakan ke orang lain terkadang dianggap mengeluh atau sejenisnya. Maka, aku buang uneg-unegku di sini yang akan kubaca di waktu senggang. Tak jarang aku tersenyum setelah membacanya. Kalau dirasa tulisan itu terlalu alay dan memalukan, kadang aku sembunyikan atau hapus.

Aahhh, sekian dulu dariku ya. Ini sudah cukup menghilangkan mood yang kurang baik dalam tubuh. Heheh... Setelah ini aku akan bersemangat kembali. Yosh, semangat! Perjuangan harus diselesaikan. Besok masih ada hal baru yang akan dikerjakan. Semangat rasa coklat!



Dengan sepenuh lelah yang bersemangat,
@Perpus Fateta

Yanti



No comments: