Sunday, 20 November 2016

Catatan Riweuh


Selamat malam warga Dramaga Regency dan sekitarnya...
Selamat menikmati hujan

Pekan ini Bogor selalu diguyur hujan. Biasanya turunnya sore, tapi hari ini siangpun ia sudah turun. Yang membuat galau para mahasiswa, pakaian semakin menumpuk di jemuran. Pakaian pun lembab, pengeringannya hanya mengandalkan angin, yang terkadang dibantu dengan kipas angin, atau kipas dadakan seperti potongan kardus. Ahahah.. Anak kos banget kan ya? :D


Membaca judul postingan ini saja mungkin kamu sudah tidak tertarik, karena bisa dipastikan isinya penuh dengan keriweuhan. Ahahaha... Saya tidak mengajak kamu membaca ini, tapi kalau masih ingin dilanjutkan, silakan :D


Keriweuhan saya dimulai pada Hari Jum'at yang lalu. Bagaimana nggak riweuh, saya harus menunggu konfirmasi alat dari perusahaan karena suhunya tidak mencapai titik. Menggunakan alatnya saja sungguh riweuh, apalagi menganalisisnya. Saya butuh beberapa hari untuk mengumpulkan literatur pendukung untuk menggunakan alatnya, konsentrasi bahan, suhu dan waktunya.

Tapi bagaimanapun riweuhnya penggunaan alat itu, saya yakin selalu ada jalan untuk mencari jalan keluarnya. Dan Jum'at itu memang luar biasa sekali. Hari itu alatnya bekerja dengan normal, tapi suhunya tidak mencapai yang diharapkan. Ooh Rabbi, bantu hamba mengatasi masalah ini.

Penelitian saya ini hanya kurang di satu alat ini saja, setelah itu selesai. Saya sebenarnya tidak mau berlama-lama lagi di kampus. Saya harus lulus segera mungkin, karena masih banyak amanah di depan yang harus saya lalui. Tapi mau bagaimana lagi ya, ada hal-hal teknis yang tidak bersahabat. Dan saya harus bersabar dengan kondisi itu.


Penelitian itu selain pekerjaan olah otak, juga pekerjaan olah otot dan jiwa. Kalau tidak kuat memang bisa depresi. Alhamdulillah, saya masih dikeliling sahabat-sahabat sholihah yang saling menguatkan di sini. Jadi kalau rasanya sudah ingin menangis juga masih ada tempat bersandar, tempat mencurahkan keriweuhan saya.

Kemudian, keriweuhan saya selanjutnya ada di tugas matakuliah TMDHP. Oh God, ini membutuhkan tenaga ekstra. Saya harus ke pasar tradisional pagi atau malam, karena alur distribusinya ada di waktu-waktu itu. Berjalan di antara kemacetannya Bogor membuat saya harus lebih tegar dari biasanya. Betapa macet ini adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari di Bogor. Saya rasa tata kotanya perlu dibenahi kembali. Para arsitek, mohon bantuannya ya. Ahahah... Para arsitek peradaban juga mohon bantuannya.

Keriweuhan saya selanjutnya itu, saya riweuh sendiri dengan diri saya. Saya seperti tidak paham apa yang telah saya lakukan. Saya seperti bukan diri saya yang cuek. Saya seperti Yanti yang baru yang peduli dengan apapun komentar orang lain. Dan saya merasa hidup saya memasuki fase yang semakin riweuh. Riweuhnya semakin lama semakin bertambah.


Beberapa saat, saya merenung tentang apa yang telah saya lakukan terhadap diri saya, terhadap keluarga, kuliah, dakwah, dan ilmu-ilmu yang saya kaji. Betapa riweuhnya pekan ini. Semoga saya kuat menghadapi prosesnya.


Dramaga Regency 2
Di saat menemani bunda mengerjakan tugas TMDHP

2 comments:

Eksapedia said...

btw ane nggak tau apa itu riweuh?? Heee...

Sri Efriyanti Harahap said...

Artinya ribet, rempong mas :)
Ahahaha, maaf. Lupa menuliskan notenya