Thursday, 10 November 2016

AUTHORS ANONYMOUS: MENULIS ADALAH KERJA KESABARAN


Menulis adalah sebuah kerja kesabaran, tidak ada proses menulis yang singkat. Untuk menciptakan tulisan yang bagus, maka harus sering juga membaca buku, sering berlatih menulis, sering mengikuti latihan kepenulisan, dan mengetahui sastra, mengetahu unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Tulisan yang baik akan mudah diterima oleh penerbit mayor.

Authors Anonymous

thedullwoodexperiment

Film ini berkisah tentang sebuah kelompok penulis yang beranggotakan 6 orang. Mereka adalah Hannah Rinaldi, Henry Obert, Jhon K Butzin, William Bruce, serta pasangan suami istri Alan Money dan Collete Money. Mereka punya motto yang sama “Satu untuk semua dan semua untuk satu”. Kelompok penulis ini tidak dipublikasikan, sehingga namanya adalah Authors Anonymous.

Hannah Rinaldi

Ia adalah seorang penulis yang tekun, rajin, dan bersemangat. Ia tidak begitu mengetahui teori kepenulisan. Namun walau demikian, ia terus menulis.

Henry Obert

Ia adalah penulis yang mengetahui seluk beluk karya sastra. Ia terus menulis, namun tulisannya belum beruntung masuk ke penerbit.


William Bruce


Ia adalah penulis yang paling rajin mengikuti pelatihan kepenulisan, namun tidak banyak praktek dari ilmu yang ia dapat. Ia menambah ilmu kepenulisannya, tetapi tidak ada action.

Jhon K Butzin


Seorang yang paling senior di antara teman-temannya menjadikan ia angkuh. Ia telah banyak menulis dan menerbitkan bukunya di penerbit indie. Namun, nasibnya cukup malang, karena tidak ada yang membeli bukunya. Ia bahkan menjual bukunya di toko bangunan, mempublikasikan karyanya, namun tak juga ada yang membeli. Yang akhirnya, ia sendiri yang membeli bukunya.


Pasangan suami istri Moonies (Alan Money dan Collete Money)

Mereka adalah pasangan suami istri yang memiliki banyak ide kepenulisan, banyak sekali, namun tidak ada aksi untuk menulis. Ide itu sekedar ada di kepala mereka, tidak dituliskan.


Konflik dari cerita ini adalah ketika Hannah yang tidak mengetahui seluk beluk karya sastra, bahkan berkomentar mengenai sastra saja ia kurang bisa, namun pada suatu hari karyanya diterima oleh sebuah penerbit mayor. Beberapa teman dari Hannah iri melihatnya, kecuali Henry Obert. Mereka tidak menyangka bahwa seorang Hannah yang bahkan mengomentari sastra saja tidak bisa. Hannah lebih banyak diam dan mendengarkan jika berdiskusi di kelompok kepenulisannya. Sehingga kelompok penulis itu akhirnya bubar satu per satu, hingga tidak ada pertemuan lagi.


Setelah bubar dari kelompok kepenulisan, mereka berjalan masing-masing mencari jalan menuju penerbitan karya mereka.


Ketegangan terus meningkat, berubah menjadi persaingan. Namun, ada satu misteri dibalik kesuksesan Hannah. Henry sempat curiga dengan hal ini, tetapi ia hanya diam saja. Hingga suatu hari ia mengetahui bahwa hannah bisa tenar karena memiliki link yang kuat dari penerbit mayor. 


Apa yang akan dilakukan William setelah mengetahui itu? Sudah mulai penasaran dengan filmnya? Selamat menonton!

No comments: