Monday, 3 October 2016

Pramuda FLP Bogor Angkatan 9: Menulis Cerita Pendek dan Novel


FLP Bogor kembali menggelar kelas pramuda angkatan ke-9 yang bertema cerita pendek dan novel pada Ahad, 2 Oktober 2016 yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1438H. Pelatihan diadakan di Common Class Room S2 Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Pelatihan bertema cerita pendek dan novel ini merupakan pelatihan ke-4 yang harus diikuti oleh anggota pramuda angkatan ke-9.

Pelatihan ini diawali dengan diskusi mengenai penugasan puisi pekan lalu yang dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok dibagi menjadi 3 hingga 4 orang. Lalu tiap orang dalam kelompok tersebut diberikan saran dan kritik yang membangun oleh teman di kelompoknya. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai cerita pendek (cerpen) dan novel oleh Bang Syaiha, penulis novel Sepotong Diam. “Cerpen seperti lari jarak pendek, tidak butuh stamina yang tinggi, hanya terdiri dari satu konflik saja. Sedangkan novel berisi banyak konflik yang dijalani satu demi satu seperti kehidupan kita”, papar Bang Syaiha. “Menulis itu kerja jangka panjang yang terus menerus. Semakin sering kita menulis maka akan semakin lancar”, tambah Bang Syaiha.

Sekitar pukul 11.00 WIB, acara diambil alih oleh narasumber utama, yaitu Sri Widiyastuti. Bu Tuti, sapaan akrabnya, telah banyak menulis buku cerita anak dan cerpen antologi. Salah satu bukunya yang populer adalah Misteri Chiroptera. Bu Tuti yang merupakan pengurus FLP Pusat bagian Humas mengawali penjelasannya dengan membaca cerpen yang telah ditulis oleh anggota pramuda. Kemudian melanjutkan pemaparannya dalam slide presentation yang bertema Menulis Menebar Misi. 


Dokumentasi: Amrul Jihadi


Bu Tuti menjelaskan unsur intrinsik dan ekstrinsik dari cerpen dan novel. Unsur intrinsik terdiri dari tema, tokoh, setting, alur/plot, sudut pandang, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsiknya mengenai latar belakang penulis, nilai dan kondisi cerita. Dalam sesi diskusi, Hernoer, salah seorang anggota pramuda menanyakan bagaimana cara mengatasi kesulitan dalam penulisan cerpen. “Jika kesulitan membuat cerpen, hal lain yang bisa dilakukan adalah membuat kerangka atau outline terlebih dahulu. Lalu ketika teringat dengan sebuah ide, sebaiknya dituliskan di buku atau catatan kecil agar tidak lupa”, jelas Widiyastuti dalam jawabannya. Di penghujung acara, Novitasari selaku penanggung jawab kelas mengingatkan kembali penugasan reportase, penulisan cerpen, dan menonton film yang berjudul Author Anonymous. (Yanti)

No comments: