Friday, 9 September 2016

Yang Hilang Telah Kembali

Selamat malam warga Perpustakaan LSI dan sekitarnya. Selamat Hari Jum'at yang penuh berkah.

Hari ini saya kembali duduk di belakang seperti biasanya dengan laptop yang saya bawa, jadi tak perlu ke ruang digital lagi untuk mengetik ini :D

Alhamdulillah, terima kasih atas do'a-do'anya yang melangit, teman-teman setia pembaca Pengeja Langit. Akhirnya logbook saya ditemukan setelah dua hari pencarian. Saya bersyukur sekali, buku itu memang tidaklah seberapa, tetapi data di dalamnya sangatlah penting bagi saya.

Buku itu memiliki dua sisi, di sisi depan saya tulis data-data saya, di sisi belakang ada rangkuman dari beberapa jurnal yang saya baca. Alhamdulillah. Kalau memang rizki tak akan pergi kemana. Saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk memiliki buku itu.

Yang hilang telah kembali. Namun sebenarnya tidak ada yang hilang, ia hanya berpindah tempat saja. Peristiwa ini mengajarkan pada saya untuk lebih berhati-hati lagi jika meletakkan suatu barang, mem-back up data di beberapa tempat agar data cadangan ada jika sewaktu-waktu ada musibah lagi. Tetapi semoga tidak ya, teman-teman. Semoga jalannya lebih lancar lagi.

Banyak hal yang saya pelajari ketika kehilangan buku itu. Saya jadi tahu siapa yang peduli dengan saya, siapa yang bisa menasehati saya dengan kelembutan, siapa yang menasehati saya dengan kasar, dan siapa yang memberikan simpati walau hanya lewat do'a. Saya tahu bagaimanapun cara mereka menasehati saya, maksud mereka adalah untuk kebaikan saya. Terima kasih telah menyayangi saya hingga saya menangis. Hiksss :(

Terima kasih, teman-teman. Terima kasih kepada mas yang telah menemukan buku saya. Semoga mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat-lipat.

Terima kasih, karena saya tidak harus membuat sayembara seperti di negeri dongeng. Barangsiapa yang menemukan buku saya, maka akan saya jadikan sahabat, jika ia perempuan. Barangsiapa yang menemukan buku saya, maka akan saya jadikan ia bla bla bla, jika ia laki-laki. Ahahaha... 
Sumber Gambar: https://pixabay.com

Alhamdulillah, syukur padaMu ya Rabb...

Perpus LSI
Menunggu Zii yang sedang rapat 


2 comments:

Habib Asyrafy said...

Saya jadi ingat waktu kehilangan hape. Wah rasanya campur aduk tapi pelajarannya dapet.

Termasuk satu dari cara-cara Allah itu...

Sri Efriyanti Harahap said...

Iya Mas Habib. Kehilangan mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati :D