Friday, 30 September 2016

Sepenggal Rasa

Mungkin sore ini adalah senyum yang paling bahagia


di penghujung September.


Sepenggal kenangan manis menyatu


di sekitar langit yang menjingga.


Hujan turut menyaksikan


kemana langkah akan kuteruskan.


Lalu, apakah aku harus menunggu diammu?


Aku telah menitipkan berlembar rasa di sini


karena kutahu kau akan datang.


Aku tak perlu mendengar siapapun,


cukup kata hatiku saja.


Kulangitkan namamu dengan sebaik do’a,


kuharap kau menguatkan asa.


Sejenak kumerenung,


apakah cinta memang begini?




Koridor Fateta, 300916

1 comment:

dinda uni said...

siihiiiyyy... buat puisi diaaa... :P