Friday, 12 August 2016

Tentang Kepergian

Selamat sore, warga Perpus LSI dan sekitarnya. Hari ini aku kembali lagi ke tempat bermain dan belajarku setelah beberapa hari meninggalkannya karena momen PIMNAS. Padahal, aku bukan peserta, hanya alumni PIMNAS yang ingin mengikuti perkembangannya hingga saat ini. Hehe.. Baiklah, hari ini aku ingin bercerita tentang kepergian salah seorang yang kukagumi.

Tentang kepergian seseorang...
Ketika dua hati telah terpaut, kita mungkin akan sangat igin selalu berada di dekatnya. Ingin menghabiskan waktu lebih banyak, berdiskusi dengannya, bercanda tawa, dan membahas hal-hal yang baik tentunya.

Tentang kepergiannya yang tiba-tiba...
Aku tak pernah menyangka akan secepat ini. Padahal, aku ingin ia melihatku ketika wisuda kelak. Ingin kuberitahu ia tentang perjalanan studiku selama di Kota Hujan ini. Ingin kuberitahu bahwa aku bisa presentasi dalam bahasa Inggris dengan baik saat pertemuan pertama setelah Lebaran. Tapi, itu tak sempat kuceritakan. Ia tiba-tiba memberitahuku bahwa ia akan pergi.

Tentang kepergiannya...
Aku kaget, kenapa ia tidak mengatakannya sebelumnya. Aku sempat kesal karena hatiku belum sepenuhnya menerima. Ia pergi saat aku sudah semakin dekat dengannya. Ia sudah seperti ibuku di tanah perantauan ini. Kepadanya aku selalu mencurahkan kegalauanku. Kepadanya aku juga menceritakan kenakalanku dulu dan saat ini. Sosok yang penuh dengan kelembutan, yang membuat siapapun kagum. 

Tentang kepergiannya...

Malam itu aku dan beberapa orang temanku datang menemuinya ke kompleks. Ternyata ia sedang sakit. Aku semakin sedih saat itu. Kutahan air mataku sekuat-kuatnya. Aku tak ingin ia bersedih.
"Mbak", begitu panggilanku padanya. Walaupun kadang aku ingin memanggilnya dengan "ibu".


Aku tahu kenapa selama ini ia tak memberi kabar, ternyata ia sedang sakit.


Aku merindukannya saat ini, sangat amat merindukannya. Aku ingin kami bertemu kembali. Berkumpul bersembilan di lingkaran cahaya sholihah.

Mbak, aku butuh bimbinganmu. Saat ini kebandelanku meningkat beberapa derajat, jadi aku butuh nasehat-nasehatmu. Semoga engkau baik-baik saja di sana mbak dan segera bisa menimang anak sebagai penerus dakwah Islam di masa depan. Semoga kita bisa bertemu kembali dalam kondisi yang lebih baik, mbak.

Sumber : kammistksbandung.wordpress.com



Dengan segenap cinta,

Yanti


No comments: