Wednesday, 24 August 2016

Jangan Gugup!


Sumber gambar: pratamabk2012.wordpress.com

Selamat sore warga LSI dan sekitarnya, selamat hari Rabu yang bahagia :)
Selamat datang ke kampus hijau untuk mencari dan memberi yang terbaik bagi mahasiswa pascasarjana yang baru. Welcome to the jungle. Hehehe.


Pagi tadi teman sekelas saya semasa di USU memberikan kabar bahwa dirinya sudah ada di Dramaga. Alhamdulillah, senang rasanya. Satu per satu dari kita telah mencari ketertarikannya berkarya untuk bangsa ini. Kita memang harus berbeda-beda, kita harus masuk di berbagai lini, agar yang mengisi bukan orang-orang yang tak bertanggung jawab, begitu kata senior saya saat di Pertanian dulu. Semoga dunia pendidikan semakin baik ke depannya. Aamiin.



Alhamdulillah pekan ini saya sudah memulai penelitian inti, setelah menunggu panen yang deg-degan nggak karuan beberapa bulan. Saking deg-degannya saya nggak pulang kampung saat lebaran. Tapi nggak masalah, ini semua adalah perjuangan. Perjuangan seorang mahasiswa tingkat akhir untuk mencapai magister. Huhuhu...

Baiklah, postingan kali ini diawali dengan nasehat seorang sensei saya, dosen pembimbing kedua saya yang sudah seperti Bapak saya di kampus ini. Beliau berpesan, "Jangan gugup! Tiap masalah ada penyelesaiannya, Mbak". Beliau berkata demikian karena saat itu saya melaporkan hasil trial penelitian saya yang kurang baik, padahal saya harus segera ke penelitian inti.



Lalu beliau di ruangannya mencari literatur mengenai masalah saya. Saya sampai terharu, baru kali ini dicarikan literatur sama dosen yang sudah bergelar profesor. Benarlah kata pepatah yang mengatakan jika padi semakin berisi akan semakin merunduk. Saat itu saya merasa keterlaluan dan Bapak nya baik sekali.

Setelah beberapa menit, ditemukan solusinya. Besoknya adalah hari libur, namun beliau berpesan pada saya agar langsung memulai penelitian saja, karena saya sudah dikejar oleh waktu.
"Mbak Yanti besok bisa masuk lab saja"
"Tapi besok libur Pak. Apa lab nya bisa dibuka?"
"Bisa. Saya akan atur. Mbak tinggal datang aja besok"
"Baik Pak"
"Terus, apa lagi masalahnya Mbak"
"Saya butuh slicer Pak"
"Nanti akan saya usahakan agar diangkat?"
"Ada lagi Mbak"
"Itu saja Pak"
Huwaaah, saya sampai menangis di hadapan Bapak, padahal nggak ada niat menangis. Saya sampai lupa, apa menangis harus diniatkan dulu ya? :p

"Jangan nangis lah Mbak, tiap masalah ada penyelesaiannya. Jangan gugup!", ucap Bapak sambil tertawa.
"Iya Pak. Makasih banyak, Pak", ucap saya sambil tersenyum bahagia.
Lalu, saya berlalu meninggalkan ruangan beliau. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang lebih banyak lagi pada si Bapak yang telah membantu saya. Tapi inilah yang dinamakan tim. Penelitian ini bukan hanya untuk saya saja, tapi untuk beliau dan dua dosen saya yang lainnya.


Saya sebenarnya menangis bukan karena waktu kejar tayang saya di lab. Tapi karena terharu Bapak nya baik banget. Awalnya saya tidak memakai lab itu untuk produksi. Tapi karena saya sudah bingung, nggak tahu harus bagaimana lagi, saya pun konsultasi dan mendapat pencerahan yang luar biasa. Yang lebih bahagianya dana penelitian saya tidak akan semahal yang sudah saya rencanakan di awal. Terima kasih Pak....

Saya memang sering gugup kalau mendapat masalah, sering berpikir terlalu jauh, padahal bisa diselesaikan dengan sederhana. Yah, kata teman-teman saya, "kamu kepanjangan mikirnya Yan". Mungkin karena ini saya terlihat lebih tua dari usia saya. Ah sudahlah, sekarang sudah berjalan normal. Alhamdulillah... Semoga tingkat kegugupan saya berkurang ya :D


Arigatou gozaimasu sensei...


Ruang Digital LSI IPB
Menjelang maghrib






2 comments:

Eksapedia said...

WAh cat rumahnya ( template blog ) ganti ya mbak ?? :D

Sri Efriyanti Harahap said...

Ahaha, iya mas, pengen ganti suasana gitu ceritanya :D