Friday, 26 August 2016

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Sumber gambar: taadeers.blogspot.com
Selamat sore penghuni ruang digital LSI, selamat hari Jum'at yang penuh berkah...
Terima kasih telah setia membaca postingan saya yang lebih banyak curcol gejenya dibanding hal-hal pentingnya. Hehe.. Saya sungguh bahagia karena kamu akan membaca postingan kali ini hingga selesai. Isinya sudah bisa dipastikan curhatan saya sehari-hari. Terima kasih, mauliate, hatur nuhun, matur suwun ya :) 

Hari ini saya bahagia sekali karena kemarin saya sudah selesai dengan urusan departemen pertepungan. Yak, hari ini saya seharian mondar mandir di laboratorium, masuk dari laboratorium yang satu ke laboratorium yang lainnya. Kenapa saya harus begitu? Jawabannya, karena saya akan menganalisis tepung dan keripik kentang saya.


Dan hari ini perjuangan turun dan naik tangga cukup banyak mengeluarkan energi. Saya belum menghitung sudah berapa ATP yang habis. Hehe.. Baiklah, hari ini saya sebenarnya galau luar biasa. Kentang saya harus diuji, sementara lab yang tersedia tidak ada untuk saat ini. Saya mencari jalan bagaimana agar kentang saya tidak sampai rusak, yang artinya busuk. Ini tidak boleh terjadi. Dan saya harus pastikan tidak boleh. Saya harus optimis, kentang saya kuat dan mereka akan baik-baik saja di ruang penyimpanan sebelum saya analisis total gulanya.


Saya bertanya juga dari mahasiswa yang satu ke mahasiswa yang lain. Saya tidak malu, dan tidak boleh malu untuk ini. Bertanya bukan hal yang memalukan, bukan? Namanya juga belajar, ada hal- hal yang tidak kita ketahui. Kalau sudah tahu semuanya, untuk apa belajar? Begitu 'kan? :D Jadi, kita harus memang selalu belajar tiap saat. Semakin banyak mencari tahu, semakin banyak pula yang tidak kita tahu.


Oke, kegalauan saya untuk total gula ini luar biasa. Karena saya harus berpacu dengan waktu. Tapi alhamdulillah nya, jika kita berusaha pasti ada jalan. Jadi saya tanya ini itu, saya menunggu, saya makan, saya berpikir, dan segala hal yang saya lakukan hari ini tidak terlepas dari ingatan saya pada total gula. Huwaaah... Total gula ini nggak bisa move on dari pikiran saya.

Akhirnya saya mendapat pencerahan setelah menemui Nestri dan Firat. Mereka memberikan saran, yang sebenarnya saya juga menimbang-nimbang apakah itu baik untuk saya. Setelah saya pikir matang-matang, yang mereka katakan ada benarnya juga. Kami berdiskusi di Kantin Sapta yang sudah sepi. Saya sibuk dengan catatan-catatan kecil agar tidak kelupaan untuk proses-proses yang harus ditempuh untuk si total gula.

Di sela berdiskusi, ada mas-mas yang nawarin jasa dari sebuah perusahaan berwarna merah yang tak perlu saya sebutkan di sini, meminta KTP dan mengambil foto saya. Aiiih, ini benar-benar mengganggu konsentrasi saya. Dia tidak tahu kalau saya lagi pusing saat itu, padahal saya sudah menunjukkan wajah lelah. Dan dengan wajah yang baik hati, mas nya masih berupaya untuk menanyakan beberapa hal yang sebenarnya saya sudah malas menanggapinya.

Nestri yang sedari tadi melihat mas nya juga hanya geleng-geleng. Nestri menunjukkan wajah kurang suka hingga mas-mas nya tidak bertanya pada Nestri. Jadi hanya bertanya pada saya dan Firat.

Then, saat ini saya sedang mencari literatur untuk si total gula yang mendukung peralatan di lab saya. Alhamdulillah, hari yang manis... Terima kasih untuk orang-orang manis pada hari ini. Saya sangat yakin bersama kesulitan ini akan ada kemudahan.

Ruang digital LSI IPB,
menjelang maghrib


No comments: