Saturday, 9 July 2016

Ifthor Jama'i Bloofers Jabodetabek

Selamat siang Dramaga yang sepi :)
Selamat Idul Fitri 1437H.


Teruntuk para pembaca setia blog saya, saya ucapkan "Taqabbalallahu minn wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat berkah di Ramadhan yang lalu. Aamiin".


Baru bisa menulis karena tempat favorite saya(read: Perpus LSI) tutup sejak sebelum Syawal yang lalu, dan baru dibuka Hari Senin pekan depan. 

Hari ini, saya numpang WiFi koridor Fateta, tempat biasa bertemunya saya dan Amalia (Amal) teman baik saya asal Mesir yang sangat cantik sekali. Hehe...Kapan-kapan saya akan menceritakan tentang dia. Kali ini, saya bercerita ke masa silam dulu *ehhh, nggak lama-lama banget sih, masih baru juga :D

Ini cerita tentang pertemuan saya dengan Bloofers Jabodetabek, walaupun cuma sedikit yang bisa hadir. Mungkin pertemuan ini bisa dibilang kopdar sekaligus ifthor ya.

Cerita sebelumnya, saya sempat galau antara hadir atau tidak ke Cibubur Junction, lokasi dimana saya akan bertemu mereka saat itu. Alasannya karena saya belum pernah ke sana, khawatir nyasar. Alasan kedua karena hari itu cuaca sangat bersahabat (read: hujan) ditambah saya yang baru terkena flu akibat sering begadang di hari-hari sebelumnya untuk mengejar perbaikan proposal setelah kolokium.

Hari itu saya putuskan untuk hadir saja, berhubung masa liburan dan ada kesempatan waktu. Saya khawatir tidak bisa bertemu dengan mereka jika ditunda-tunda waktunya. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk pergi sendiri dan pamitan sama Mbak Nana (teman saya sekamar) untuk nginap di kosan teman sepulang dari Ifthor, karena saat itu saya yakin akan pulang di atas jam malam kosan.

Oke, perjalanan saya lumayan jauh dan saya sudah bisa memastikan macet yang luar biasa di Dramaga. Ini yang membuat saya enggan keluar dari Dramaga sebenarnya -_- Tapi untuk bertemu teman-teman yang selama ini baru saya kenal di dunia maya, keinginan saya cukup kuat. Rasa bosan dalam kemacetan pun berubah menjadi semangat. Huehuehue, sedikit lebai memang. Tapi memang begitu kenyataannya :p

Saya sampai sekitar 20 menit menjelang adzan maghrib di Cibubur Junction. Alhamdulillah.... Walau sempat nyasar sekitar 200 meter dari lokasi. Huwaaah, itu menbuat saya malu sebenarnya. Tapi saya berusaha menutupinya dengan diam :D

Setelah shalat Ashar yang mungkin hanya dapat pahala di ekornya -__-, saya nge-WA di grup untuk menanyakan dimana saya akan bertemu mereka, dan dijawab oleh Kak Pipi.

Saya ikuti arahan dari Kak Pipi, dan saat berjalan sebenarnya saya deg-degan, bagaimana saya harus menyapa mereka di awal pertemuan nanti. Saya bingung harus berekspresi seperti apa. Apakah saya harus menyapa "Hai semua, maaf", "Assalamu'alaikum, maaf teteh, kakak, adik, saya telat".

Yep, akhirnya dari kejauhan saya melihat Teh Bonit dan mereka yang sebelumnya hanya saya lihat di dunia maya.

Saya berjalan menuju mereka. Daaaaan, saya tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum dan menyalami mereka satu per satu (except boy).


Jadi hanya ada beberapa orang yang ifthor saat itu, Teh Bonit, Albi, Kak Pipi, Kak Adi, Aziz, suaminya Aziz, Amel, dan saya.

Kesan saya terhadap mereka, hmmm overall menyenangkan dan seru.


Kalau Teh Bonit, saya sudah pernah ketemu sebelumnya di Cibinong City Mall. Orangnya keibuan, baik, dan perhatian. Saya belum kenal betul sih, tapi sepertinya Teh Bonit lebih ekspresif jika bertemu dengan orang yang sudah lama dikenal. Mungkin perlu adaptasi mempelajari orang baru ya teh :p



Albi, anaknya Teh Bonit yang lucu, cakep, dan sepertinya ia penuh dengan imajinasi. Hehe... Baik-baik sekolahnya ya dek, biar jadi orang hebat.

Nah, untuk Kak Pipi. Saya baru pertama kali ketemu langsung di ifthor. Orangnya baik, perhatian, dan sering senyum. Hmm, sama seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Hehe...


Kalau Kak Adi, orangnya rame banget ya. Mungkin bisa lebih rame kalau ada yang menandingi. Ahaha... Sama seperti yang saya bayangkan juga sih, nggak berbeda jauh dengan yang ada di sosmed.


Kalau Aziz, deuh, saya perlu mengenali ia lebih dalam. Hehe... Mungkin karena dia bawa suami, saya jadi sungkan ngomongin banyak hal. Sebenarnya saya mau cerita banyak. Aiiih, tapi saya memang pemalu sih sama orang yang baru ketemu :p

Amel... Hmmm lucu juga anaknya. Paling muda di antara kita waktu ifthor. Anaknya baik, lincah. Saya belum banyak tau tentang Amel. Mungkin akan dipelajari lebih lanjut. Qiqiqiqi *kayak jurnal aja :v




Dokumen Aziz



Sekian dulu ya  reportase dari saya mengenai Ifthor Bloofers Jabodetabek. Maaf, tulisannya rada kacau karena sudah lama tidak menulis -_- 

Koridor Fateta, 4 Syawal 1437H





2 comments:

CLk7 said...

pengen nyempil disitu, hahahaha

Sri Efriyanti Harahap said...

Qiqiqiqiq, ayo ke sini kak :D