Monday, 11 July 2016

Idul Fitri 1437H

Selamat sore, Dramaga :) Selamat Hari Senin.

Saya pikir Senin ini kampus sudah ramai. Ternyata masih sepi pengunjungnya. Mungkin lebih ramai sekitar 5% saja :v.

Tentang Lebaran...

Ini adalah Lebaran paling sepi. Lebaran tanpa keluarga. Lebaran yang membuat saya semakin mengenal arti perjuangan di rantau orang. Memang beginilah. Kita harus merasakan perihnya menuntut ilmu agar tahu hakikat ilmu. Bersakit-sakit dahulu tidak mengapa jika hasilnya kita tahu akan manis di kemudian hari.

Ramadhan yang lalu, dosen pembimbingku juga bercerita banyak hal ketika ia kuliah di Jepang. Bagaimana ia bersusah payah mencari beasiswa, berusaha mengerti bahasa Jepang. Bagaimana harus survive dengan uang seadanya. Dan sekarang, beliau sudah sukses. Sukses itu tidak mudah memang. Perlu pencapaian yang luar biasa untuk meraihnya. Dan aku ingin seperti beliau, mengikuti jejak-jejaknya yang kupikir bermanfaat, mengikuti arahannya untuk membaca banyak jurnal agar bertambah wawasanku. Tidak sekedar membaca karena akan ditanya di sidang thesis saja.

Idul Fitri tahun ini begitu hening. Saya sebenarnya sedih. Apalagi ketika melihat tebaran foto teman-teman saya di sosial media yang berkumpul dengan keluarga mereka. Bahagia sekali tampaknya.

Tapi aku harus kuat. Aku nggak boleh lemah hanya karena rindu. Aku harus menyelesaikan studi ini agar tahun mendatang bisa berkumpul lagi dengan keluarga atau dengan keluarga baru. Heheh :p

Idul Fitri dengan nuansa berbeda. Hening, sepi...

Koridor Fateta
@Bersama Amalia Saber





4 comments:

Eksapedia said...

Minal Aidzin walfaidzin ya mbak :-)
mohon maaf lahir dan batin..

Sri Efriyanti Harahap said...

Mohon maaf lahir dan batin juga Mas Eksa :D

Ibnu Syahri Ramadhan said...

Selamat lebaran yanti...
:D
Oh ya, mainlah ke blog baru abang heheh

Sri Efriyanti Harahap said...

Selamat lebaran juga bang.

Oke lah bang :D