Tuesday, 21 June 2016

One Step Closer

Selamat siang, Dramaga :)
Selamat menjalankan ibadah puasa di hari ke-16. Tak terasa Ramadhan sudah di pertengahan bulan, sudahkah kita menyelesaikan beberapa juz Al-Qur'an? Sudahkan kita menegakkan qiyamul lail di tiap malam? Sudahkan kita memperbaiki diri di bulan ini? Mungkin sedang berusaha, dalam proses, begitu juga denganku.

Tapi jujur saja, bulan ini penuh dengan kejutan yang membahagiakan untukku. Kejutan yang membuatku semakin kagum akan nikmat Allah. Kejutan yang membuatku merasa diri ini begitu kecil sebagai hamba-Nya. Kejutan yang...aaah susah untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Tepat di tanggal 14 Juni yang lalu, aku memasuki usia ke-26 tahun. Usia yang bukan main-main lagi. Usia yang sudah matang sebagai perempuan. Aku merenung, apa yang sudah aku lakukan hidup selama 26 tahun ini. Aku merenung, betapa aku masih sering lalai akan tugas-tugasku di dunia.

Tanggal 14 itu aku presentasi tugas mata kuliah Fisiologi yang sehari sebelumnya membuatku deg-degan karena takut tampil tidak maksimal. Aku merasa belum menguasai bahan dan khawatir jika dosenku memarahiku. Namun, hari itu aku bernasib baik, presentasiku berjalan sesuai dengan harapanku. Alhamdulillah...

Dan di tanggal cantik 16-06-16 yang lalu aku telah melewati kolokiumku. Saat aku memprersentasikan proposal tesisku di hadapan dosen pembimbing, dosen tamu, dan teman-teman yang hadir aku begitu takut. Takut jika tampil tidak maksimal, takut jika tidak bisa menjawab pertanyaan dari dosen tamu dan teman-teman, takut jika makalahku hancur berantakan.

Hari yang begitu membuatku ketakutan. Karena hari itu juga aku sidang komisi, sebab ketiga dosenku hanya bisa di jadwal itu bertemu. Ini memang resiko punya 3 dosen pembimbing dari prodi yang berbeda-beda. Tapi aku bersyukur, karena ilmu yang kudapatkan dari 3 lini ilmu ini semakin banyak. Kombinasi dari pemuliaan tanaman, teknologi pascapanen, dan ilmu pangan menjadikan proposalku semakin apik untuk Pertanian Indonesia. Aku semakin cinta pada Pertanian Indonesiaku. Semoga penelitianku lancar hingga aku meraih gelar master di kampus ini.

Tanggal 16 yang lalu adalah momen sejarah bagiku untuk presentasi dalam Bahasa Inggris. Walaupun Bahasa Inggrisku juga pas-pasan, tapi saat itu rasanya aku harus menunjukkan bahwa aku bisa. Bermodal hapalan dan mendengarkan pronoun yang baik dari google translate. Anehnya dengan modal Bahasa Inggris yang pas-pasan ini juga masih ada teman yang memujiku kalau bahasa Inggrisku lancar.

"Mbak, tadi bahasa Inggrisnya lancar ya"
"Ah masak iya? Saya ngomong Bahasa Indonesia aja nggak lancar. Heheh"
"Iya, beneran kok mbak. Kan aku yang denger sendiri"
"Oh, makasih kalau begitu"
Dalam hati, aku masih belum yakin. Kupikir aku hanya berusaha optimal agar lebih baik. Fokusku adalah bagaimana audience yakin dengan proposalku.
                                                                 
Alhamdulillah, satu tahap tertunaikan sudah....
Dokumen pribadi

                                                                                                                                    Ramadhan kareem....
Alhamdulillah, one step closer menuju master of science :)

Gedung Perpus LSI IPB
Saat-saat dikejar deadline 


No comments: