Wednesday, 27 January 2016

Bahagianya Menjadi Mahasiswa

Selamat Sore, Dramaga. Selamat liburan ya buat mahasiswa IPB. Teruntuk mahasiswa pascasarjana, selamat mengerjakan tugas-tugas dan proposal penelitian, selamat penelitian, dan selamat revisi tesis :)


Hari ini perpus LSI tampak sepi. Perkiraanku yang ada di sini rata-rata adalah mahasiswa semester akhir S1 dan mahasiswa S2 yang akan dan sedang penelitian. Saat ini pulang ke kampung halaman lebih sulit bagiku karena jarak yang membentang antara Bogor-Padangsidimpuan. Butuh waktu dan dana yang nggak sedikit untuk mencapai kampung halaman yang selalu dirindukan. Untuk mengisi waktu liburan, aku lebih banyak membaca beberapa jurnal terkait penelitianku. Semoga semuanya segera dapat kuselesaikan tepat waktu. Aamiin.


Judul postingan kali ini "mahasiswa banget" sih ya. Hidup mahasiswa! Hehe...

Sejenak aku berpikir kemarin betapa bahagianya menjadi mahasiswa karena menjadi mahasiswa membuatku lebih mandiri. Pertama,  jujur saja ya, aku bisa memasak sejak mahasiswa. Ahaha... Zaman SMA dulu, aku ogah-ogahan disuruh masak sama ibuku. Mungkin juga dulu karena merasa memasak itu bukan hal yang penting. Memasak itu ribet menurutku. Prosesnya lama, makannya cuma 10 menit. Tapi semua itu berubah sejak aku menjadi mahasiswa. Apalagi setelah baca dan ikut dauroh pranikah. Ternyata seorang suami itu lebih suka memakan masakan istrinya dibanding masakan orang lain, walau masakan orang lain nyatanya lebih enak. Heheh... 

Tapi bukan karna itu juga loh ya aku belajar memasak. Alasan utama tentu karena lebih sehat dan meminimalisir biaya bulanan. Bayangkan kalau tiap hari kita beli makan di luar. Sekali makan bisa habis 10.000-15.000, dikalikan 3 menjadi 30.000-50.000 ditambah jajan makanan ringan. Lalu dikali 30 hari menjadi lebih kurang 1.500.000. Bayangkan saja untuk makan sebulan bisa sebesar itu. Nah dengan masak sendiri, kita bisa menghemat biaya. Dan itu aku pelajari sejak menjadi mahasiswa, lebih tepatnya mahasiswa perantauan. Mungkin akan berbeda kondisinya dengan mahasiswa yang tinggal di rumah orangtua sendiri ya.

Kedua, kemarin ada temanku yang mengeluh, kalau belajar di sini itu susah, padahal ia sudah berusaha keras, namun hasilnya belum sesuai yang ia harapkan. Sebenarnya kejadian itu juga sih yang aku rasain, tapi pikiran-pikiran itu gak bertahan lama di benakku. Aku teringat bagaimana aku bekerja dulu di sebuah perusahaan finance, yah tetep menjadi mahasiswa itu lebih asyik dan seru. Yang dipikirin belajar, belajar, dan belajar. Beda banget sama bekerja. Sama-sama lelah sih, tapi lelahnya beda. Tapi aku nggak boleh lupa nih, ke depannya tentu aku juga nggak bisa jadi mahasiswa terus toh, in sya Allah akan menjadi dosen. Menurutku mahasiswa itu ada di zona yang nyaman banget.
Dokumen pribadi

Ketiga, kalau mau liburan gratis, status mahasiswa bisa diandalkan, asal bisa berkompetisi dengan mahasiswa lainnya. Misalnya mengikuti lomba-lomba karya ilmiah yang diadakan di kota A, B, atau C. Jika lolos, semua biaya akan ditanggung oleh pihak penyelenggara kompetisi biasanya. Atau mungkin juga ada acara musyawarah besar organisasi nasional yang dibiayai oleh pihak penyelenggara menuju lokasi A, B, atau C. Dan itu bisa sekalian menjadi liburan gratis bagi kita.


Keempat, mahasiswa dekat dengan kaum intelek, seperti dosen-dosen dan juga peneliti yang membuat kita berpikir lebih terbuka dan berwawasan lebih luas.

Dan akhirnya, status mahasiswa itu adalah nikmat yang tak bisa didustakan. Bahagia bukan menjadi mahasiswa? Hidup mahasiswa! :D 

Cheers,
Pengeja Langit


Perpus LSI
Ba'da Ashar, 27 Januari 2016


5 comments:

Eksapedia said...

Wah seru banget ya mbak jadi mahasiswa :-)
ane mah belum kesampaian.,,
Tapi no problem, kayaknya kerja lebih utama bagi ane. Biar nanti anak ane saja yg kuliah :D

Sri Efriyanti Harahap said...

Hehehe, semuanya pada pilihan masing-masing mas

Marfa said...

Iya, susahnyapun jadi nikmat :)

Khoirina Annisa said...

Bener, selagi jadi mahasiswa. Dibawa asik ajaaa! :D

Sri Efriyanti Harahap said...

Mbak Marfa:
Hehehe, iya mbak, apalagi dengan tugas akhirnya yaa :D

Mbak Nisa:
Yups, mbak :D