Wednesday, 30 December 2015

Pengeja Langit Goes to Bandung


Selamat siang, semesta :)

Hari ini matahari di Bogor tampak tersenyum cerah. Suasana kampus tidak seramai hari biasanya. Kemungkinan pertama, mahasiswa sudah banyak yang pulang ke kampung halamannya. Kemungkinan kedua, mata kuliah sudah habis, jadi tidak ada alasan untuk ke kampus. Kemungkinan ketiga, mahasiswa sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian di minggu pertama Januari 2016. Semangat...semangat! Yang ada di kampus, yang di rumah, yang lagi belanja, yang lagi baca buku, siap-siap ya untuk ujian. Jangan terlena dengan liburan akhir tahun ^_^ Liburan semester masih menanti di sana. 


Hari ini saya mau bercerita pengalaman saya selama di Bandung dengan Putri. Putri ini adalah teman saya waktu bimbingan belajar tahun 2008 yang lalu di Ganesha Operation Medan. Saya mengambil kelas intensif IPA, sementara Putri mengambil kelas intensif IPC. Kami tidak sekelas, tapi kosan saya dan Putri sewaktu di Medan cukup dekat. Putri juga punya teman SMA yang sekamar dengan saya sewaktu bimbel. Putri asalnya dari Langsa, Aceh. 

Awal kenal dengan Putri, saya pikir dia laki-laki. Ini adalah salah satu hal yang paling lucu dalam hidup saya. Kalau ingat bagaimana saya berkenalan dengan Putri dulu, saya bisa tertawa sendiri. Bayangkan saja, saya keluar kamar sampai pakai jilbab karena mengira Putri adalah lelaki sejati *eh :p. Teman-teman sekosan saya juga berpikir demikian.

Jadi awal melihat Putri itu dulu ada di depan ruang keluarga kosan saya. Ia duduk sambil menonton TV. Hari itu, teman saya yang mau masuk ke kamar berpesan pada saya, "Sri, kamu kalau keluar pakai jilbab ya, ada cowok di luar". Saya tanpa berpikir panjang dan yakin sama teman saya itu langsung saja mengikuti sarannya. Ketika keluar kamar, saya memang tidak melihat orang yang berada di depan TV dengan jelas, maklum saja, saya sangat pemalu saat itu. Sekarang juga masih pemalu sih *eh :p

Saya keluar untuk mencuci gelas di dapur, selesai mencuci saya kembali ke kamar. Di dalam kamar, tentu saja saya buka kembali jilbab saya. Karena cuaca Medan juga saat itu cukup panas. Beberapa menit kemudian, Hera teman saya satu kamar mengajak sosok yang berada di depan TV masuk kamar.

Saya kaget karena berani-beraninya Hera mengajak teman laki-lakinya ke kamar. Saat itu, orang yang berada di depan TV tadi masih diam berdiri di depan pintu, sementara saya berdiri mematung, bingung mau lari atau menyembunyikan diri di bawah selimut. Seketika itu,ia menjulurkan tanganya ke saya. Saya masih diam, bingung mau berkata apa. Setelah ia mengeluarkan suaranya "Putri". Saya tertawa lepas. Teman-teman yang ada di kamar saat itu juga tertawa lepas.

Putri heran mengapa kami semua tertawa. Akhirnya salah satu di antara kami ada yang mengatakan apa yang kami pikirkan sebelumnya. "Kami pikir kamu itu cowok. Si Sri sampai harus pakai jilbab loh ke luar. Ahahaha" >_<  Putri pun akhirnya tertawa lepas bersama kami mendengar pengakuan itu. "Pantes aja dari tadi ngelewatin aku pada sopan banget semuanya".

Putri memang tomboy saat itu, namun tidak demikian saat ini. Sekarang ia berubah menjadi gadis yang feminin. Dulu saya deg-degan kalau di dekat Putri, rasanya seperti dekat dengan anak laki-laki. Tapi sekarang rasanya pengen nyubit-nyubit dia terus. Ahahaha...Begitulah kisah saya dengan Putri, awal pertama ketemu. Selanjutnya simak perjalanan kami ya :D

***

Jadi, tanggal 24 Desember 2015 yang lalu saya silaturahim ke kosan Putri. Sudah lama saya ingin jalan-jalan ke Kota Kembang itu. Putri saat ini sedang mengambil program Magister Hukum di Universitas Padjadjaran Bandung. Jadi, sekalian saja saya silaturahim karena sudah lama juga tidak bertemu Putri. 

Sama-sama menjadi mahasiswa magister membuat perbincangan kami tampak serius awalnya. Putri dengan keahliannya di bidang Hukum. Lalu saya di bidang Teknologi Pertanian. Kami pun membahas ekspor impor buah mulai dari sisi pertanian, pangan, kesehatan, ekonomi sampai ke hukumnya malam itu. Sampai akhirnya kami tidur larut malam. Tidak lupa juga bercerita tentang pangeran masa depan yang kami impikan sebagai penutup diskusi. Hehehe.. Maklum, masih sama-sama jomblo bahagia *eh :p

Setelah semalam kami bercerita panjang lebar, esok harinya saya diajak Putri ke Gunung Tangkuban Perahu. Perjalanan ke sana luar biasa macetnya, karena memang libur natal, jadi jumlah pengunjung juga semakin banyak. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Jawa Barat, tapi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan turis mancanegara juga banyak. Udaranya yang sejuk membuat kita betah berlama-lama di sana. Airnya begitu dingin. Pemandangannya masya Allah sangat indah. Hijau pepohonan membuat mata menjadi adem. Tarif masuknya karena liburan sebesar Rp. 72.000 untuk kenderaan beroda dua.

Dokumentasi Putri 

Setelah makan siang di Gunung Tangkuban Perahu, saya dan Putri melanjutkan perjalanan ke Taman Grafika, Cikole, Lembang. Di sini juga udaranya sejuk. Pohon-pohon pinus membuat taman ini semakin indah. Banyak pengunjung yang berkemah di dalam taman. Ada juga rumah-rumah mungil seperti rumah The Hobbit di dalamnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Saya masih ingin datang kembali ke taman ini jika ada kesempatan berlibur tahun depan.
Dokumentasi Putri 

Selanjutnya ke Floating Market. Di sini ada beraneka ragam makanan khas Jawa Barat. Kita tinggal memilih sesuai yang kita mau, tentu dengan biaya yang sudah direncanakan. Hehe... Saya dan Putri menikmati lontong kari di depan danau yang ada di tengah taman. Ada banyak pengunjung yang menggunakan perahu-perahu kecil sekedar bermain bersama keluarga di dalam danau. Tempat ini menjadi salah satu favorit untuk keluarga, karena selain bisa dinikmati oleh para orangtua, anak-anak juga tidak akan bosan, karena banyak sekali permainan yang bisa digunakan. Selain itu, di dalam taman juga ada Taman Kelinci yang dijadikan tempat bermain anak-anak. Tiap anak yang masuk ke dalam punya 1 kelinci. Saya juga ingin masuk ke dalam sebenarnya, tapi seketika saat itu saya ingat umur, sudah tidak cocok untuk bermain di dalam. Hehehe...
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Dokumentasi pribadi

Itu perjalanan hari pertama saya dengan Putri. Hari kedua akan saya ceritakan di postingan selanjutnya, in sya Allah.

Perpus LSI IPB
30-12-2015






9 comments:

Eksa Studio said...

Sering sering jalan jalan gan :D

Happy Fibi said...

Wisata ke Lembang ini udah menjadi wacana saya dari tahun lalu yang hingga kini belum kesampean. Huhu.
Ini baru tahu ada taman Grafika di sana. Nice share, mbak :D

Sri Efriyanti Harahap said...

Mas Eksa:
Rencananya mau keliling Indonesia >_<

Mbak Fibi:
Iya mbak, baru juga sih katanya :D
Semangat mbak! Semoga kesampean ya ke Lembang ^_^

Happy Fibi said...

Amin, mbak. Banyak tempat hits ya di Lembang :3

Sri Efriyanti Harahap said...

Hehe..Banyak mbak.
Itu baru Bandung selatan katanya.
Di Utara nya Bandung juga masih banyak mbak >_<

Arya Poetra said...

Ini tombol komennya ngumpet ajee

Btw, Lembang ya namanya? Catet, terus pesan tiket. :D :D

Sri Efriyanti Harahap said...

Ngumpet di kolong langit kali kak :v
Iya, Lembang kak

Putri Serindang Bulan said...

Sama putri yang ini kapaaann? hihihi
pengen euy ke bandung lagi, tiap main ke sana selalu dikejer kejer waktu, pengen main sepuaaaaassssnyaaa

Sri Efriyanti Harahap said...

Hehehe...Ayo Put, bareng kakak ke Bandung lagi :D