Wednesday, 21 October 2015

Al-Farabi

Al-Farabi, sebuah rumah yang dihuni oleh beberapa akhwat. Aku sudah tinggal di rumah itu sejak Maret 2015 yang lalu. Rumah yang nyaman, sunyi, dan cocok sekali dengan cara belajarku yang menyukai kesunyian. Maklum saja, rumahnya tepat berada di depan pemakaman umum. Kamarku berada di posisi paling depan mengarah ke pemakaman. Setiap pagi jika aku membuka jendela kamar, hal yang pertama kulihat adalah makam-makam yang sepi. Karena itu aku suka sekali ada di kamar ini. Sebab setiap pagi aku akan selalu ingat kematian.

Di dalam rumah ini ada kolam ikan yang kira-kira berukuran 2x1 meter yang kami rawat bersama.

Di rumah ini aku menemukan persaudaraan yang indah. Ada akhwat-akhwat keren yang dari mereka aku banyak belajar banyak hal. Ada yang jago merajut, aku pun tertarik untuk bisa merajut. Ada yang jago masak, aku pun nggak mau menyia-nyiakan hal ini. Mengambil banyak ilmu dari teman-teman calon istri idaman. Ada yang hafalan Qur'annya sudah beberapa juz, aku pun belajar dari beliau metode menghafal yang baik. Ada yang punya koleksi film-film bermutu, aku juga sering minta filenya untuk merefresh otak dari kepenatan aktivitas akademik. Ada beragam muslimah yang ada di rumah ini, tiap orang punya keahlian masing-masing. Dan jujur saja, bahagia sekali berada di antara mereka

Tiap maghrib, isya, dan subuh kami shalat berjama'ah. Ada hal lucu kalau sudah memasuki adzan, Al-Farabiers akan mengambil posisi aman, menghindari shaff depan yang di tengah. Karena posisi shaf depan yang di tengah akan menjadi posisi imam. Terkadang saling tunjuk-tunjukan siapa yang jadi imam shalat, atau dorong-dorongan. Ahaha... Memang seperti anak kecil ya, tapi saat-saat itulah yang membuat kami bahagia. Ada keseruan tersendiri di saat-saat itu.

Karena semua anak kosan harus pernah menjadi imam, kami jadi belajar bagaimana menjadi imam shalat yang baik, membenarkan makhrajul huruf, menghafal surah yang lebih panjang, dan tidak berputar di surah "3 Qul" saja. Hehehe...

Di teras atas ada tanaman lidah buaya, cabai, bunga dan tanaman lain yang kami rawat. Di depan kamarku ada pohon manggis dan mangga yang besar membuat kamarku menjadi semakin sejuk. Kamarku memang sangat nyaman, Al-Farabi sangat nyaman. Tapi bulan depan aku harus meninggalkan Al-Farabi.Alasannya ada banyak hal yang tak bisa kusebutkan di sini. Tetapi intinya aku sedang ingin meringankan biaya bulanan yang masih dikirim orangtuaku. Selain itu ingin menetap di rumah yang lebih dekat ke kampus.

Semoga persaudaraan dengan teman-teman di Al-Farabi tetap terjalin walau akhirnya aku harus pindah kosan di bulan depan.

@LSI yang hangat :D