Monday, 7 September 2015

PIKNIK YANG TAK SEKEDAR PIKNIK

Sahabat adalah ia yang ada saat kau terjatuh, bangkit, jatuh dan bangkit kembali. Dia yang ketika kau mengingat namanya, kau juga mengingat Tuhanmu. Ia yang diam-diam mendo’akanmu dari jauh tanpa pernah memberitahu. Ia yang tak peduli seberapa jauh jarak yang membentang ketika ia ingin menemui dan memelukmu erat (Harahap, 2015).
Sebutlah ia Wiwiet, sahabat yang kukenal sejak tahun 2009 yang lalu. Aku mengenalnya di mushola Al-Mukhlisin Fakultas Pertanian USU sebagai adik kelasku. Aku masih ingat betul bagaimana aku menyapanya dan ia menyambut sapaanku dengan lembut. Pertama kali bertemu dengannya aku merasa sudah mengenalnya sejak lama. Entah kenapa aku merasa ia seperti adik kandungku sendiri. Banyak sekali hal yang kuceritakan padanya dan ia juga menceritakan banyak hal padaku. Hampir tidak ada rahasia di antara kami. Beberapa minggu yang lalu, ia menemuiku langsung ke Bogor. Aku tak pernah menyangka kalau ia akan senekat itu menemuiku langsung ke Bogor karena kata “rindu”. Kupikir kalimat “Gunung ‘kan kudaki, lautan ‘kan kuseberangi untuk menemuimu” itu hanya ada di cerpen atau novel, ternyata kalimat itu ada di kehidupan nyataku.

Wiwiet yang jauh-jauh datang dari Medan kusambut dengan riang. Sebelumnya aku sudah membersihkan kamar kosku agar ia nyaman di dalam, dan tak lupa kusiapkan juga bekal piknik untuk perjalanan kami. Beberapa bulan yang lalu ia bercerita padaku ingin piknik ke Taman Bunga Nusantara di Cipanas setelah melihat fotoku di Cipanas bersama teman-teman alumni USU. Kebetulan sekali, aku juga sudah lama ingin piknik, butuh merefresh otak selama menjalani kuliah di IPB. Mahasiswi pascasarjana sepertinya butuh piknik yang tidak sekedar piknik untuk membangkitkan semangat hari-hari menjalani tesisnya nanti #tsaaahh :D Semoga piknik ini akan membuatku lebih bersemangat untuk menjalani semester 3 di IPB.

Jujur saja, selama setahun di Bogor, aku sangat jarang sekali piknik atau sekedar jalan-jalan ke Bogor kota, karena tugas kuliah yang sangat banyak dan ujian yang tak henti sebagai mahasiswi pangan. Jadi mumpung masih libur dan tanpa berlama-lama lagi, besoknya kubawa Wiwiet ke Cipanas dengan mengendarai motor yang kami sewa selama 12 jam. Perjalanan pun kami mulai pukul 10.00 WIB, sebab paginya Wiwiet masih merasa kelelahan.

Sebenarnya terlalu siang untuk memulai perjalanan hari itu, tapi kuikuti saja apa keinginan Wiwiet karena mengingat badannya masih pegal-pegal di pagi harinya. Perjalanan kami mulai dengan basmalah. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Motorpun melaju semangat, seperti semangat kami. Aku sebagai guide hari itu. Wiwiet lebih banyak diam dan aku sibuk bercerita selama perjalanan. Sesekali ia tertawa karena mendengar ceritaku yang sepertinya garing sekali, karena memang aku tak mahir memainkan lelucuan seperti stand up comedy.

Hari itu cuaca begitu hangat, seperti biasa perjalanan ke Bogor kota memang selalu macet, tidak bisa dihindari. Beberapa kali perjalanan kami terhenti karena macet. Aku tersenyum pada Wiwiet atas kondisi itu, dan ia sepertinya mengerti arti senyumanku untuk terus bersabar karena macet selalu tidak bisa dihindari.

Aku mengenalkan beberapa tempat yang kami lalui pada Wiwiet selama perjalanan. Ia takjub melihat pemandangan menuju puncak yang begitu sejuk. Kami mengendarai motor tidak terlalu cepat, karena lebih ingin menikmati perjalanan yang jarang kami lewati. Dan aku juga tak tahu kapan lagi akan berjalan menuju puncak kalau Wiwiet tidak datang menemuiku.

Akhirnya setelah 3 jam dari Dramaga, aku dan Wiwiet sampai di Cipanas, Taman Bunga Nusantara. “Masya Allah, bagus kali ya kak”, ucap Wiwiet dengan logat Medan-nya. “Hu’um, kujawab sambil tersenyum padanya. Bunga-bunga di taman ini memang sangat indah. Ingin berfoto di setiap sudutnya. Tidak ada sudut yang tidak indah. Semuanya indah, penuh bunga dan tananam. Banyak sekali keluarga yang berkunjung, tak ketinggalan muda-mudi yang berjalan, anak-anak yang berlarian, pasangan suami istri yang honeymoon, pasangan yang pre-wedding bahkan turis mancanegara.
Taman Bunga Nusantara
Taman Bunga Nusantara begitu luas, berjalan mengitarinya seperti berjalan mengitari IPB. Alhasil memang kaki Wiwiet sudah pegal setelah melewati 3 taman, sementara aku yang sudah terbiasa berjalan kaki dari kos di Balebak menuju kampus ke Fateta sudah terbiasa. Mengingat harus ada kaki yang diistirahatkan, kami langsung menuju lokasi piknik yang tidak jauh untuk makan bekal yang kami bawa. Asyik sekali suasananya. Sepertinya piknik ini tidak akan terlupakan seumur hidup, terlebih perginya dengan sahabat sendiri.

Taman Bunga Nusantara

Sekitar pukul 17.00 WIB, para pengunjung mulai pulang, hari juga sudah semakin gelap dan kami harus segera ke Dramaga untuk mengembalikan motor yang dirental seharian. Sebelum keluar lokasi, Wiwiet menarik lenganku dan bilang “Makasih ya kak udah bawa Wiwiet ke sini, jadi terinspirasi buat taman bunga kayak begini aaahhh”. “Ya, entar buat deh di Medan, bareng pangeranmu”, melepaskan tangan Wiwiet dari lenganku dan berlari. Akhirnya kami kejar-kejaran seperti anak kecil menuju pintu keluar taman.
Taman Bunga Nusantara
Alhamdulillah, puji syukur pada-Mu ya Rabb…Hari itu sangat bahagia. Unforgettable moment! Piknik itu benar-benar merefresh pikiran yang jenuh dan mencharge semangat menyelesaikan studi untuk kembali pulang kampung. Dan bahagianya semakin bertambah karena ditemani seoraang sahabat.

Walau sudah setahun menetap di Bogor, tapi aku belum menjelajahi semua tempat wisata di sini. Sebelum balik ke Medan, aku pengen piknik ke The Jungle Waterpark, Danau Situ Gede, Taman Wisata Mekarsari, Taman Safari di Cisarua, dan pengen banget masuk ke Istana Bogor. Semoga terwujud dalam setahun ke depan. Aamiin J Dan terakhir, pengen banget jalan-jalan keliling Bogor dan nginap bareng keluarga  di Hotel Padjajaran Bogor. http://padjadjaranhotels.com/corporate/

Tulisan ini disertakan dalam “Lomba Blog Piknik Itu Penting” www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id

6 comments:

nina sofhia said...

Kapan aku bisa berkunjung ke Medan da berjumpa dengan si Pemilik senyum indah ini?
Nina bakal nyusul Wiwiet kesana nemuin kakak, Amiin Ya Allah :)
Akag, kirim nomor Hp donk,
eh, nina lagi di Lembang Bandung lo kak

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Aamiin ya Allah...
Waaah, kerja di Bandung neng sekarang?
0878 7090 5474

Hayuk atuh ke Bogor, kakak ajakin jalan2 ntar ^_^

Eksa Studio said...

Wah pemandangannya bagus mbak :)
tamannya kelihatan bersih, rapi, dan enak dilihat...
salam kenal ya,, mampir ke blogku mbak kalau sempet :-)

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Itu di Taman BUnga Nusantara mas :)
Ada di Cipanas
Ok, saya langsung berkunjung yaa

Murtiyarini, Arin said...

Terimakasih partisipasinya. Pengumuman diundur tgl 20 okt. goodluck.

Murtiyarini, Arin said...

Terimakasih partisipasinya. Pengumuman diundur tgl 20 okt. goodluck.