Monday, 15 June 2015

Welcome 25


Selamat datang usiaku yang ke-25...
Semoga di usia yang seperempat abad ini, aku tak lagi kehilangan arah hidup seperti dulu.


Usia 25 tahun bukan lagi usia bermain, aku bukan gadis belia yang baru beranjak dewasa, kehidupanku kini harus semakin jelas dan terarah. Mau dibawa kemana hidup ini? Apa yang harus kulakukan?

Pertama,
Ibadahku belumlah seberapa, shalat malamku masih banyak ketinggalan hanya karena masalah dunia, dhuhaku pun kadang tidak terjalankan hanya karena aku lupa atau karena kesulitan dalam manajemen waktu, puasa senin kamis pun sering kulupakan karena aku merasa terlalu sibuk. Hafalanku tidak mengalami peningkatan yang signifikan, muraja'ahku masih berputar pada ayat-ayat yang sama. Ya Allah, semoga Engkau masih memberikan kesempatan untukku mengubah semua pola buruk ini menjadi baik.

Kedua,
Hubungan dengan keluargaku saat ini masih lancar, terbilang harmonis, dan jarang sekali terjadi keributan. Mungkin juga karena kami sudah melewati masa-masa sulit yang mencekam di hari-hari yang lalu. Aku dan keempat sudaraku berkomunikasi di Grup WhatsApp keluarga Harahap yang menenangkan. Mereka selalu ada untukku. Kami selalu berbagi cerita di lingkaran itu. Namun, aku masih harus berbenah diri, tak hanya sekedar menanyakan kabar mereka, tetapi juga memperhatikan momen-momen terbaik dalam hidup mereka. Seperti kemarin, aku kecolongan di antara tumpukan tugas, hampir lupa untuk menyampaikan kabar duka mertua dari kakak kandungku sendiri. Alhamdulillah, kakakku juga sangat mengerti aku, ia tak pernah marah atas kesalahan-kesalahanku belakangan ini. Semakin dewasa, kami memang terlihat semakin toleran. Syukur pada-Mu ya Rabb, alhamdulillah, aku bahagia berada di antara keempat saudaraku yang berhati 'malaikat' ini.

Teristimewa untuk kedua orang tuaku, aku juga harus semakin intens menanyakan kabar mereka yang mungkin kesepian berdua di dalam rumah, usia mereka juga semakin senja. Aku tahu, pasti sepi buat mereka. Kelima anaknya kini sudah tidak berada di rumah. Namun, hadirnya keponakan-keponakanku di bumi Allah ini membawa kebahagiaan luar biasa pada mereka. Kelak, semoga aku juga bisa menghadirkan anak dari rahimku sendiri untuk Papa dan Bunda tercinta. Mencintai kalian karena Allah....*bighugdari Bogor


Ketiga,
Untuk pangeran yang entah di mana *nyaridikolonglangit *eh *ups . Kuharap saat ini ia juga sedang menata dirinya untuk lebih baik, mempersiapkan masa depan kami yang sakinah, mawaddah, warahmah, begitu juga denganku saat ini yang masih harus terus berbenah diri memantaskan diri untuknya. Wahai pangeran langit, dimanakah engkau saat ini? *lebaymelebihialay -_- Mungkin ia sedang menghafal QS Ar-Rahman untuk mahar di akad nikah kami nanti *lama2semakinlebay -____- 

Keempat,
Sahabat-sahabat yang baik hati dimanapun berada. Semoga aku bisa menjadi sahabat yang baik buat kalian. Sahabat yang senantiasa menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Aku mah apa atuh, kata orang Sunda. Awak ini apalah, kata orang Medan. Dan kukatakan, aku ini hanyalah debu di antara pasir pantai yang menjulang. Semoga debu ini dapat menebar kebaikan-kebaikan.

Terima kasih atas semua ucapan selamat milad dari keluarga dan teman-teman. Do'a-do'a yang bertebaran begitu banyak. Dan yang paling banyak adalah do'a agar sukses dunia akhirat. Semoga do'a itu melangit yah teman-teman :D Do'a di peringat kedua adalah do'a agar lekas menikah, semoga tahun depan bisa tersegerakan. Karena usia juga sudah cukup matang, banyak fitnah di sana sini, semoga dengan kehadiran seorang pangeran langit, dapat menjadi penjaga diri ini.
Dokumentasi dari Azhari Tarmizi

Semangat Seperempat Abad!
_Pengeja Langit_


1 comment:

Anonymous said...

Semoga tabir cinta terbuka di usia 'sedewasa' ini. Bahwa bukan kesempurnaan yang paling penting dari seorang pangeran. Tapi, sebesar apa cintanya, sebesar apa pengorbanannya ketika dia berjuang untuk merajut cinta secara sah, legal, dan berkah.

Sekiranya langit bisa bersuara, akan dia sampaikan padamu,bukan hanya Surah Ar-Rahman bahkan dia telah menghapal 4 juz, agar bisa menjadi imam (teladan)bagimu. Sebab cinta baginya adalah hampa jika tak bisa membawa kebaikan, memberi perubahan.