Saturday, 21 March 2015

Sederhana dalam Cinta

Entah mengapa judul postingan ini muncul dibenakku. Namun setelah kupikir-pikir atas kejadian belakangan ini, muncul lah judul seperti ini. Yah, memang judulnya tak sesuai dengan kondisiku yang masih beranjak dewasa ini, apa boleh dibuat ya. Hueheheh *ditoyor pembaca :D

Banyak orang yang berharap cintanya sederhana saja. Namun realitanya cinta itu tak sederhana. Sesederhana seperti minum teh di saat hujan turun atau sesederhana ketika mendapat hadiah waffel coklat di Kantin Sapta Dharma oleh Kak Maryam. Heuheu... 

Cinta itu..., awalnya dibalut dengan rasa yang sederhana. Namun dalam perjalanannya butuh pengkondisian, menjadi ini dan itu. Haruskan 'mereka' yang dianggap tak pantas menjadi ini dan itu agar tidak disepelekan? Aaaaahhh, sepertiny tidak harus. Mengapa mereka menyebut nya 'sederhana'? 

2 comments:

Riki Ananda Nasution said...

No comment adek kalo udah ngomongin cinta :p

Anonymous said...

Mereka yang ditakdirkan menggamit sederhananya cinta, bersykurlah, maka itu baik bagi merrka. Sementara, untuk merrka yang tertimpa rumitnya mencinta, bersabarlah, maka itu baik bagi merreka.
"Sungguh beruntung urusan seorang mukmin. Jika ia beroleh kebaikan, ia bersukur, maka itu baik baginya. Jika ia beroleh musibah, ia bersabar, maka itu baik baginya " (hadist)

" Sesungguhnya musibah apa saja yang menimpa bumi dan dirimu, tiada lain itu sudah tercatat dalam kitab(lawh mahfudz) sebelum Kami menciptakannya....(Dia menjelaskan yang demikian itu) Supaya kamu jangan berduka atas apa yang luput darimu dan supaya kamu jangan terlalu gembira atas apa yang diberikanNya" (al-hadid: 22-23) kepadamu