Thursday, 18 September 2014

Rindu Untuk Papa

Assalamu'alaykum Pa...
Apa kabar hari ini? Kuharap Papa baik-baik saja di sana sebagaimana seperti suara yang kudengar tadi malam.

Pagi yang sejuk Pa di kota tempatku berpijak saat ini. Sudah beberapa hari tak kunjung hujan, udaranya hangat, cuacanya cerah, dan tentu semangatku untuk menimba ilmu di sini juga masih seperti ketika aku ingin pergi ke kota ini. Do'akan aku ya Pa, semoga ilmu yang didapat di sini berkah dan bermanfaat.

Pagi yang tentram Pa di kota tempatku berpijak saat ini. Awalnya aku tak bisa tidur karena suara kenderaan yang lalu lalang. Tapi saat ini sudah mulai terbiasa dengan suara itu. Dan akhirnya aku nyaman di kosan baru.

Papa, aku ingin cerita banyak hal nanti ketika berjumpa dengan Papa. Cerita betapa aku sangat menikmati suasana akademis di sini. Aku melihat di setiap sudut tempat, ruangan, kantin, selalu ada perbincangan yang "gurih" dari para pemburu ilmu. Aku bahagia sekali Pa bisa berkesempatan menuntut ilmu di sini. Terima kasih ya Pa atas beasiswanya. Hehe... Rencananya aku ingin mencari beasiswa yang lain, untuk mengurangi beban Papa. Hihihi...

Pa, di sini aku punya teman dari berbagai daerah. Mulai dari Aceh sampai Papua. Aku berteman baik dengan mereka, Pa. Saat ini aku dekat dengan Nestri dan Grace. Nestri dari Sukabumi dan Grace dari Yogja. Mereka teman yang baik Pa. Tak ada yang memandang ras dan suku. Awalnya Nestri bilang aku bukan kayak orang Batak, Pa. Ahaha..Papa pasti tertawa mendengar ini. Dia bilang, aku mirip orang Bali. Huehehe..  Padahal aku ingin dibilang mirip orang India, biar kayak Papa. Ahaha...


Pa, apa kabar umak? Aku sangat merindukan bercengkerama di dapur bersama beliau. Sangat merindukan masakan bersantan. Ikan gulai, sayur gulai, kentang gulai, semuanya digulai sama umak. Ahaha..Ketika aku bercerita pada Nestri dan Grace tentang kebiasaan kita yang makan bersantan, mereka bertanya Pa, "Apa tidak kolesterol ya kalau begitu?" Tidak ya Pa :D Biasa aja tuh :p

Pa, ternyata kampus ini sangat luas ya. Sampai saat ini aku belum menjelajahi semua fakultas. Papa tentu sudah lebih dulu dari aku mengitari kampus ini. Ternyata sangat luas ya Pa. Pa, aku sudah ke Masjid Alhurriyyah. Masjidnya adem ya Pa, bersih, dan banyak kelompok 'lingkaran' kecil di sudut-sudutnya. Suatu har,i ketika pertama kali aku ke sini, aku curhat habis-habisan sama Allah Pa. Hehe..


Papa tidak perlu khawatir ya seperti tadi malam. Aku di sini baik-baik saja, Pa. Alhamdulillah, sehat. Bahkan lebih sehat karena aku punya teman yang baik-baik di sini. Hanya saja aku merindukan ngobrol pakai bahasa rumah. Hehe... 

Begitu saja dulu Pa ceritanya. Papa juga mau ke masjid dulu kan. Ahh lagi lagi kan, aku merindu. Aku merindukan suara Papa ketika pulang dari masjid, rindu suara langkah kaki Papa menuju rumah, rindu suara tilawah Papa di depan kamarku, dan rindu gelak tawa Papa. Aiiiih, mungkin aku akan pulang lebaran tahun depan Pa. Do'akan putri kecilmu ya di sini. Semoga dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, lancar, dan lulus tepat waktu.

Papa, sepertinya aku harus lari kencang untuk mengejar ketertinggalanku di sini. Aku harus banyak belajar. Kalau teman-temanku cuma belajar satu kali, kayaknya aku harus 3 kali Pa. Aku harus lari kencang agar bisa sama dengan mereka. Do'akan aku selalu ya Pa. Salam buat kota salak yang adem :D Semangat pagi, Pa ^_^


Kota Hujan, 18-09-2014



3 comments:

R. Melati said...

Cieee...
Za.. jadi nerusin kuliah ya? di Bogor kah sekarang?

Alhamdulillah :)

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Iya Mbak Rika :)
Di Bogor, mbak ^^ Hayuk mbak, main ke sini. Kan deket dari Jakarta ^^

Riki Ananda Nasution said...

Terharu, hiks...
Jadi kangen kakak #eh
Salah fokus, hehe
Salam dari kota panas, Medan