Wednesday, 20 August 2014

Sabar dan Do'a

Sabar itu nggak mudah. Perlu latihan dan nggak instan. Sabar bukan berarti diam tanpa usaha. Sabar itu perlu ikhtiar. Tapi mudah sekali menasehati orang lain dengan kalimat "Sabar ya". Tidak gampang memang aplikasinya. Sabar itu butuh waktu. Orang yang bersabar akan merasakan hal yang manis di hari kemudian. Kita nggak pernah tahu kapan berbuah hasil. Bisa saja besok, lusa, sebulan kemudian, atau bahkan setahun kemudian.

Dua tahun yang lalu, saya punya teman yang ingin sekali menikah. Niatnya memang untuk ibadah dan menghindari fitnah. Menurut saya, teman saya ini cantik. Tidak hanya satu dua lelaki yang menyukainya. Dari penuturannya pada saya, ada beberapa lelaki yang ingin meminangnya, hanya saja, tidak ada yang berani datang ke rumahnya. Menurutnya lelaki yang tangguh adalah lelaki yang mengatakan "I Love You" di depan orang tuanya, bukan di depannya.

Setelah menunggu selama lebih kurang dua tahun, sembari berusaha memperbaiki diri, akhirnya ada seorang lelaki tangguh yang berani datang ke rumahnya untuk meminang secara resmi. Alhamdulillah, barakallah sahabat ^_^ . Pinangan itu pun langsung diterima oleh keluarga. Akhirnya teman saya ini akan segera menikah.

Nah, jika bersabar buahnya akan manis. Menurut teman saya ini, "Ini buah dari sabar Sri". Saya hanya tersenyum. Ya, begitulah hasilnya. Akan ada rasa lega di hati. Dibanding galau-galauan di sosmed karena belum ada pangeran yang datang.

Lalu, perbanyak do'a. Kamu pernah dengar nggak, katanya "senjata orang mukmin itu adalah do'a". Nah, perbanyak do'a. Do'a kan gratis, nggak pake bayar. jadi berdo'a banyak-banyak. Hehe..

Buat teman-temanku yang menanti pangerannya :)



= Kota Salak, 20 Agustus 2014=