Wednesday, 20 August 2014

Perjalanan Rasa

Selamat malam, semesta...
 
Dua puluh Agustus yang menghujani jiwa. Hujan ini terasa menampar-nampar tubuhku. Mengguncangnya, lalu aku bangkit dari tidurku yang lelap. Hujan semakin deras, semakin beraroma tanah segar. Aku yakin cinta kita tidaklah sederhana, yang setiap ada luka selalu ada penawarnya.

Jika kau terlalu tinggi untukku, aku akan selalu merendah. Karena aku ingin selalu menjadi pijakanmu. Selalu menjadi sandaranmu ketika kau berjalan, berlari, bahkan terjatuh.  Dan aku semakin sadar, bahwa tidak ada hal yang pasti. Yang pasti itu hanya perjalanan rasa di antara kita.

Terkadang, aku takut untuk terus berjalan menapaki jalan-jalan baru. Dan ketika kulihat ke belakang, ada ruangan suram di sana. Sering sekali kutemukan jejak-jejak berdebu di sana. Yang sulit untuk kulupakan. Kenapa aku selalu melihat jejak berdebu? Tolong bantu aku menghapus jejak itu.


Untuk kamu

 

Kota Salak, 20-08-14




1 comment:

CLk7 said...

hmm..biar hujan menghapus jejaknya :D

hai za, kangen! :)