Thursday, 19 June 2014

Ceracau

Selamat malam Kota Salak :)
Selamat hari Kamis :D

Masih di Juni ceria, Juni yang penuh cinta, Juni yang penuh semangat, Juni yang arif, Juni yang paling tabah, seperti kata Om Sapardi Djoko Damono  :D Ada banyak kisah yang terekam, terjejaki.

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

=SDD=

Hai semesta....
Di antara beberapa hari, aku tersadar akan satu hal bahwa produktivitas menulisku semakin menurun. Tahun ini belum ada karya yang muncul. Walaupun aku masih bisa bilang sih, kalau aku masih menulis, minimal di diary. Huahaha... Kak Yuni pasti tertawa mendengar hal ini dariku.
Penulis diary juga penulis bukan kak? :P

Dan menurutku, tingkat kegalauan berbanding lurus dengan produktivitas menulis. Semakin galau, maka semakin rajin menulis :p Ahahah...Analisa yang salah :D Yang benar itu, semakin galau maka tulisan yang muncul juga tulisan galau.

Dulu di rumah cahaya FLP, aku selalu disemangatin sama Kak Dewi, Bang Abdi, Kak Nurul, Kak Fadhli untuk terus menulis. Bahkan sampai lomba-lombaan karya dengan kak Lia. Tiap minggu kami menunggu karya-karya siapa yang dimuat di media massa. Terus, langsung nodong 'kemek-kemek' (bahasa Medan: makan-makan)  ke orang yang karyanya dimuat. Hehehe...Seru? Iya!

Lalu, beberapa hari yang lalu aku tersadar bahwa aku memang tak pantas disebut penulis. Pertama, karena di tahun ini aku belum memunculkan satu karya-pun. Kedua, aku tersadar bahwa bahasaku masih kacau. Aku pernah ditegur oleh seseorang bahwa kata-kataku salah dan tidak pada tempatnya. Shock? Iya! Tentu!

Tapi apapun itu, sekarang hanya bisa tersenyum. Aku memang bukan penulis, aku hanya suka menulis. Berawal dari tulisan curhatan 'syalalala' :v Bermula dari kegalauanku di awal-awal semester perkuliahan dulu. Aaaah, kalau diingat-ingat tentu sangat lucu :v :p

Dan postingan ini adalah ceracau singkatku di malam yang penuh bintang :)
Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah baca postingan ini :v Sungguh, aku berterima kasih. Apalagi kalau ada yang ninggalin jejak :p

Setelah ini, ingin membuat karya baru lagi :) Mohon do'anya ya teman-teman. Tapi bukan karya galau lagi :p Malu ah sudah 24 tahun masih saja galau :D

Cheers  ^___^
_Pengeja Langit_

7 comments:

Ani Sahrinida Putri said...

di tunggu ya bu karya karya selanjutnya...

Menantikannya..

Ani Sahrinida Putri said...
This comment has been removed by the author.
Arya Poetra said...

Ayo bersedekah dengan ramuan kata Za! Dan namanya sedekah, ia punya aturan mengenai kadar jumlah dan siapa penerimanya.. :)

cahaya surga said...
This comment has been removed by the author.
cahaya surga said...

Assalamu'alaykum...
Tok..tok.. numpang lewat.
Mau ninggalin jejak aaahh.. :)

jejak pertama : ukh Yanti, instrumentnya bagus, boleh tau namanya apa? Hehe

Jejak kedua : semoga tetap menulis dalam keadaan galau maupun gembira :D

Jejak ketiga : segala saran dan kritikan semoga mendewasakan dalam membuat tulisan.

jejak keempat : wah sudah terlalu banyak jejak saya. hehe. Tetap semangat untuk menulis karena untuk menghasilkan tulisan yang bagus salah satu caranya yaa.. banyak-banyak menulis. Ditunggu postingan selanjutnya :)

Oh ya.. nambah satu lagi deh.. jadinya jejaknya ada lima. :D
sebuah hadiah untuk ukhti yanti yang baru saja milad .. silahkan dinikmati :)

http://berdamaidenganhati.blogspot.com/2014/05/selalu-ada-alasan-untuk-tersenyum.html


Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Rini:
Aduh, ga enak nih sampe ditungguin jadinya :v Berasa gimana gitu Rin. Ahaha

Kak Arya:
Ok, siap, Kak Arya :) Heuheu

Cahaya surga:
Wa'alaykumussalam ukhti :)
Syukran ya telah meninggalkan jejak-jejak di rumah saya ini :)Semoga bermanfaat ^_^ Salam Langit

Arya Poetra said...

Selamat menjalankan Ramadhan Za. Mohon maaf jika ada khilaf selama ini..