Thursday, 15 May 2014

Rencana Allah Itu Indah

Dulu, zaman SMA itu zamannya belajar keras dan bekerja keras :v Aku hampir tidak memiliki waktu untuk bermain. Kata teman-teman seperjuanganku dulu di D'BIAS (Dua Belas Ilmu Alam Satu) juga begitu sih waktu reunian. Entah kenapa hari itu masalah belajar dan bermain menjadi topik yang menarik buatku dan Fitriah.

Jika mengingat masa SMA, aku jadi teringat betapa ambisiusnya aku :v Ahahaha...Dan nggak tahu kenapa, setelah itu ada titik dimana aku merasa jenuh dengan segala aktivitasku. Memang benar kata orang, bahwa keistiqomahan itu sungguh sulit dipertahankan. Bagaimana menjaga hal yang sudah baik menjadi selalu baik itu sungguh sulit. 

Tapi, ketika terjatuh, hendaknya jangan berlama-lama jatuhnya. Segeralah bangkit! Bangkit mengejar ketertinggalan saat itu.Susah juga memang, apalagi kalau jatuhnya cukup jauh ke dalam. Perlu tangga yang tinggi untuk memanjat ke atas. 

****

Hari ini, aku teringat kata guruku, bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua yang kita lakukan akan menuai hasil. Mungkin tidak sekarang, tapi sebulan yang akan datang. Mungkin tidak sekarang, tapi setahun yang akan datang. Begitulah hidup :) Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kita hanya bisa berencana dan merencanakannya.

Dulu, aku ingin masuk fakultas keperawatan. Tapi Allah menakdirkanku masuk di ilmu pangan. Walau awalnya ogah ogahan, tapi aku tetap berjalan, dan akhirnya wisuda walau tak tepat pada waktunya. Ternyata rencana Allah itu memang lebih indah, sekalipun di mata manusia itu awalnya menyakitkan.

Setelah wisuda, dua bulan kemudian aku juga langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta yang baik. Dan tidak begitu lama, aku resign dengan beberapa pertimbangan. Setelah resign, artinya aku harus menganggur lagi. Hari-hari menjadi 'pengangguran' kuisi dengan menyibukkan diri di rumah setelah rumah ini 5 tahun kutinggalkan. Kuisi dengan berbagai aktivitas rumahan. Kata temanku, ini mirip dengan persiapan menjadi ibu rumah tangga :v Ahahaha... Karena memang perempuan itu, jadi apapun akan menjadi ibu rumah tangga. Profesi pertamanya adalah ibu rumah tangga.

Tetapi, di rumah terus juga menjenuhkanku. Aku ingin berkarya di luar rumah. Iseng-iseng buka laptop, buka akun facebook, seseorang bernama Rini menyapaku dari seberang. Ia mengajakku untuk mengikuti pelatihan handycraft. Kebetulan aku juga suka buat kerajinan tangan. Setelah bertanya bagaimana prosedur pendaftarannya, aku mengatakan "iya" untuk ikut pelatihan itu.

Waktu mendaftar, aku menemui seorang bapak setengah baya. Ia langsung menyetujuiku untuk masuk di kelas handycraft. Beberapa hari masuk di kelas handycraft, ia bertanya latar belakangku, keahlianku, dan sebelumnya aktif dimana. Dan akhirnya, alhamdulillah aku diajak bergabung bekerja dengannya sesuai bidangku, ilmu pangan. Kemarin aku sudah menjadi instruktur di kelas tata boga. Gajiku memang tidak seberapa. Digaji per minggu saja. Gaji di pekerjaan sebelumnya tentu lebih besar dari gaji yang akan kudapati sekarang. Tapi entah kenapa, aku lebih bahagia dengan pekerjaanku sekarang :) Mungkin karena sesuai dengan bidang yang kutekuni selama 4 tahun lebih di bangku kuliah. Alhamdulillahirabbil'alamiin.

Fabiayyi alaa i rabbikuma tukadzdziban ^_^ Sungguh, rencana Allah itu indah. Sujud syukur pada-Mu ya Rabb...

Di bawah langit kota salak,
yang sedang menaburkan coklat cinta :D
15 Mei 2014


1 comment:

Ani Sahrinida Putri said...

Rencana Allah itu yang terbaik..

Walau terkadang kita keluh kesah sebelum bersua dengan titik tempunya..