Saturday, 8 March 2014

Merindu Dalam Diam

Teruntuk sahabat terbaikku di sela aktivitasnya.....
Senang melihatmu semakin bersemangat di sana, menjalani hari-hari yang indah. Walau kutahu, ada rasa yang kau rahasiakan di sana.
Aku merindukan tawa renyahmu dalam candaku . Semoga suatu hari bisa mendengarkan itu lagi. Aku juga merindukan kekonyolan kita yang lalu. Terkadang aku seperti orang gila yang tersenyum sendiri ketika mengingatinya. Tentang imajinasi-imajinasimu yang membuatku tertegun, aaah sangat merindukannya. Tapi kutahu, itu tidak baik. Lebih baik kita mewujudkannya saja. Itu cara terbaik, bukan? :)
Menurutku rindu tak melulu diungkapkan. Sebenarnya indah, sangat indah ketika ia tersimpan rapat dalam diam. Kemudian, ada do'a yang mengalir deras di sana. Semuanya terbungkus rapi dan rapat. Dan suatu hari, ketika kita bertemu, hal itu terungkap hanya dengan seulas senyuman. Aku memang tak suka terlalu banyak kata, aku lebih suka semuanya dimaknai dengan sikap. Sederhana saja.

Sebenarnya banyak lagi yang ingin kuungkapkan, tapi aku takut banyak kesalahan yang terjadi. Untuk itu, kupilih merindu dalam diam. Agar semuanya aman :)

Gambar dari Google

Rumah tercinta, 8 Maret 2014