Thursday, 6 March 2014

Langit

Gambar dari Google
Aku lupa, sejak kapan aku menyukai langit. Tanggal berapa, bulan berapa, dan hari apa? Aaah, tidak penting sebenarnya. Yang kutahu, aku menyukai langit sejak dua tahun sebelum kelulusanku dari kampus tercinta. Saat itu memang aku benar-benar merasa sendiri. Sendiri dalam arti khususku.

Langit mengajarkanku untuk tidak menyerah pada keadaan. Coba pandang langit saat ini, kau akan menemukan kenyamanan dan semangat. Tidak percaya? Coba saja :) 

Selamat Hari Kamis, teman-teman...
Februari telah berlalu dan kita telah sampai di awal Maret. Maret ini akan menjadi bulan perjuanganku kembali. 

Sudah 5 minggu saya berada di sebuah kantor. Tapi saya masih saja merasa baru kemarin ada di kantor ini. Di penghujung Februari yang lalu, saya sempat sakit selama 3 hari. Ya, selama 3 hari itu saya merasakan menjadi manusia seutuhnya. Hehe.. Sekuat apapun katanya, saya bisa juga sakit. Kata seorang kakak, ini bukan sakit biasa, tapi sakit karena stress. Kata beliau, saya terlalu banyak berpikir. Ya, namanya hidup ya, akan selalu berpikir. Hehe.. Saya hanya tersenyum mendengar komentar beliau.

Di awal Maret ini saya kembali bekerja. Sejak melangkah ke kantor, saya sudah mendapat sambutan hangat dari beberapa karyawan, senyuman hangat, dan semangat untuk bekerja kembali. 
"Sri, sudah sehat ya? ".
"Sudah Pak, alhamdulillah"

Seperti biasa, sebelum do'a pagi, saya sudah mulai menarik data sambil mengikuti do'a pagi. Berdiri tegap di antara karyawan yang lain. Ada banyak pandangan yang ramah ke arah saya. Senang sekali rasanya :)

Dan setelah do'a pagi, dan mengerjakan tarikan data tadi, saya menuju ruangan Pak BS. Sepertinya beliau memang sudah tahu apa yang akan saya sampaikan pagi itu. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim di dalam hati, saya beranikan untuk mengungkapkan tujuan saya.

 "Sri, saya tidak pernah kepikiran kalau kamu mau resign secepat ini. Kamu punya semangat penuh. Kamu lulusan dari universitas "X". Sayang sekali rasanya kalau orang seperti kamu harus keluar"

"Iya Pak, keputusan saya sudah bulat. Saya sudah mempetimbangkan semuanya. Ini kemauan saya Pak. Tidak ada unsur apapun. Bukan karena sistem kerja atau apa. Saya senang bekerja di sini, Pak. Perusahaan ini sudah sangat baik sekali bisa menerima saya. Saya punya banyak pengalaman di sini, dan saya bersyukur Pak."

"Apa rencana kamu selanjutnya? S2?"

"(Tersenyum)"

"Sukses untuk kamu, Sri. Apapun pekerjaan kamu nanti, semoga sukses ya"

"Iya Pak, terima kasih"

Rasanya hari itu saya tidak berminat lagi mengejar karier di sini
menjadi ini dan itu. Apalagi sampai menjadi Beef Manager. Hehehe.

Saya tetap mau berkarier, mungkin di tempat yang lain. Karena jujur saja, saya kurang betah di rumah. Hehe.. Mungkin kerena dari kecil sudah aktif di mana-mana.

Menurut saya, jadi apapun, saya ingin tetap menulis. Tidak harus jadi penulis, tapi saya ingin terus menulis :)
Terus semangat, seperti langit. Apapun yang terjadi, hujan, gerimis, terik, badai, ia tak pernah berhenti menaungi bumi. Ia selalu semangat.

Tetap semangat! Ada rencana Allah yang indah untuk kita.

= Langit =

2 comments:

R. Melati said...


Iya,apapun pekerjaannya, aku jg ingin terus menulis.
Menulis adalah bagian dari hidupku.

Semangat Za...!

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Hihi..Sama dong mba :)Assiiiik ^^

Iya mba, Semangat!
*kepalkan tangan