Monday, 14 October 2013

Mentoring Vs Me


“Hah? Mentoring itu apa sih kak?”

“Mentoring itu kegiatan pembinaan agama islam dalam bentuk pengajian kelompok kecil yang dilaksanakan rutin tiap pekan dan berkelanjutan. Tiap kelompok biasanya terdiri dari 3-10 orang, dengan dibimbing oleh seorang pembina yang disebut mentor. Dan perlu adik-adik ketahui, yang tergabung dalam mentoring ini memiliki satu semangat, yaitu : “Sampaikanlah walau satu ayat”


“Kak, kenapa sih harus mentoring?”

“Karena mentoring sebenarnya adalah proses untuk akselerasi kedewasaan. Nah, kedewasaan di sini sangatlah luas maknanya. Bisa jadi kedewasaan dalam memahami Islam, kedewasaan dalam berilmu, kedewasaan dalam menyikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul-mengenal karakter manusia”.


“Kedewasaan? Kenapa bisa? Harus dengan mentoring ya?”

“Hmm, bisa jadi seseorang menjadi dewasa tanpa mentoring, karena aspek pembentuk kedewasaan memang banyak sekali. Bisa jadi karena dia anak sulung, sebatang kara, dididik orang tua, atau memang sudah dilepas sejak kecil. Nah, mentoring itu proses percepatan kedewasaan, adinda fillah. Karena dengan mentoring, maka kita akan memperbesar kapasitas berkomunitas, kita memahami bahwa karakter manusia itu beragam, menangani konflik, hingga mampu bekerja sama walaupun terdapat perbedaan prinsip di satu sisi. Setidaknya kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang mengingatkan kita untuk selalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar terhadap diri sendiri dan orang lain”.


“Mentoring isinya materi melulu ya kak?”

"Hmm, terkadang, tidak melulu dik".


“Apa hubungan mentoring dengan membangun peradaban, kak?”

"Tahu tidak dik, orang-orang yang mampu mengubah zaman pada masa mudanya adalah orang-orang yang membentuk kelompok diskusi tersegmen?

Contohnya Hos Cokroaminnoto. Ia punya 3 binaan, yaitu Soekarno, Semaun, dan Sedarmadji Maridjan Kartosuwiryo. Nah, semua jadi tokoh kan? Walaupun pada akhirnya berseberangan. Itu mungkin karena mereka pada ngebandel, mentoringnya belum selesai kali yaa :D Tahu Dawan Rahardjo nggak dik? Sejak mudanya dia punya halaqoh/ mentoring sendiri dengan teman-temannya Ahmad Wahib dan Mukti Ali. Ketiganya gencar hingga mengkampanyekan “pembaharuan Islam”.


“Jadi kak, kenapa harus mentoring? Saya butuh jawaban logis, rasional, kuantitatif!”

“Baik, itu pertanyaan yang luar biasa, bagus, favorit kakak.  Kakak akan berikan jawabannya, karena dengan mentoring maka kamu akan mengalami akselerasi kedewasaan. Dengan mentoring, kamu bakalan lebih cepat mengalami kedewasaan, mengenali potensi kemanusiaan kamu, hingga menata hidup kamu lebih baik, bukan cuma buat kamu sendiri, tapi juga buat lingkungan sekitar kamu. Asyik bukan? :)


Sekarang gimana? Makin penasaran kan? Makin kepo kan? :D

Yuk, ikutin terus kajian mentoringnya. Banyak hal yang akan membuat kamu terperangah ^^ Sebelumnya,  pedekate dulu ke Allah, yuuuk…

Medan juangku,
14-10-13
*menjelang berbuka puasa :)

3 comments:

Agus Setya said...

kuweren banget kak langkah pendekatannya. Kalau gitu bicaranya dari hati ke hati ya kak, bukan main hajar main vonis.
sukses buat pendekatan mentoringnya.

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Terima kasih, Agus :)

Titi Esti said...

Kunjungan balik kakaaaak.... aku produk mentoring :)