Saturday, 19 October 2013

.......................


Aku ingin menatap indahnya langit pada malam ini, tepat pada pukul 23.55 WIB. Tapi di luar terlalu sunyi, tak ada siapapun. Hanya ada angin malam. Aku ingin keluar dan berlari malam ini. Aku ingin menumpahkan tangisanku­, sampai tak seorangpun yang mendengarnya. Tapi kuurungkan niatku. Kali ini aku hanya menatap lagit dari jendela rumah saja.

Aku tak tahu kenapa harus menangis. Apa mungkin karena aku terlalu bahagia kemarin pagi? Aaah, sepertinya iya. Aku lupa bersyukur. Masya Allah…

Malam ini ada sesuatu yang membuatku sesak. Aku ingin pergi dari sesaknya rasa sedih ini. Aku berusaha menahan air mata agar tidak tumpah, tapi tak bisa. Aku hanya mencoba bertahan sekuat tenaga, sekuat yang bisa kulakukan. Sisanya kuserahkan pada waktu. Semoga waktu dapat mengubur kesedihan ini.

Aku kembali ke ruang hijauku. Mencoba untuk tidur, tapi tak bisa. Dan sepertinya aku memang terlalu sedih. Ya Allah, kuatkan aku dari segala urusan ini. Aku harus fokus menghadapi ujianku yang sebentar lagi. 

Ini hari jum’at. Aku harus bahagia. Aku tak boleh bersedih. Aku harus bahagia. Harus! Pagi ini, kuharap semua kesedihan akan larut.


Sumber Gambar : Google

Ruang hijauku,

18-10-13


6 comments:

Nhinis said...

"Dan pahala bagi mereka yang diberikan sedikit ujian hingga mereka bersabar", kata Allah :)

Semangat dan ceria terus mbaaaaa ^o^/
Salam hangat dari anak sulawesi :)

Riki Ananda Nasution said...

Semangat kak..semangat..semangat...
Fa inna ma'al usri yusro

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Nhinis:
Terima kasih Nhinis :)
Salam hangat dari utara pulau Sumatera yang madani :D

Riki:
Inna ma'al usri yusro.Faidza faroghta fanshob. Wa ilaa rabbika farghob
*menyambung ayat

sabda awal said...

kemarin pagi ada kejadian apa kak?

Anonymous said...

Sedih?
Sedih adalah sebuah keputusan. Ketika hendak memutuskan untuk bersedih atas masalah (kenyataan yang tidak sesuai harapan)pastikan, saat itu memang kita layak untuk bersedih. Masih banyak orang lain di luar jendela sana yang lebih pantas buat bersedih. Lihat mereka. Sebab, sedih dan tak bersyukur sangat sulit dibedakan.

Tapi, baguslah, dah usai sedihnya.

Sri Efriyanti Azzahra Harahap said...

Sabda:
Kejadian yg sangat menyenangkan :)

Anonim:
Terima kasih telah berkunjung ke rumah maya saya ^^ Terima kasih nasehatnya :D