Saturday, 7 September 2013

Dalam Keheningan


Semangat pagi semesta…
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi, malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan (Tere Liye, Sunset Bersama Rosie).



Hai langit, apa kabar? Aku ingin berbicara padamu dalam keheningan. Tahukah kau, ada banyak kata yang mengalir di dalam darahku. Itu karena merindu. Sepertinya rindu diciptakan agar kita belajar menghargai sesuatu yang pernah dekat, atau menghargai sesuatu yang belum ada agar ia tidak terlalu jauh. 
Hei, saat ini aku tersadar akan satu hal, ternyata tidak mudah tersenyum dalam kerinduan. Aku ingin mengenang kisah kita dan menjadikannya sebagai anugerah. 




Sumber gambar dari google

1 comment:

Nima Hyandsome said...

Saya suka dengan kalimat terakhir...bikin melting :3