Sunday, 12 May 2013

Untukmu Teman

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

 

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

 

Kenangan bersamamu
Tak kan kulupa
Walau badai datang melanda
 
Walau bercerai jasad dan nyawa
(Untukmu Teman, Brothers)

Untukmu Teman…

Apakah kau masih ingat salah satu peristiwa terindah sekitar 2 tahun yang lalu? Kita berkenalan di acara muslimah award. Saling melempar senyum, menyapa, dan mengaitkan jemari. Ketika melihat sosokmu, sepertinya aku sudah pernah melihatmu, tapi entah dimana. Saat itu, kita hanya mengenal nama dan fakultas saja. Lalu setahun kemudian kita dipertemukan lagi dalam acara MTQ. Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya bertemu denganmu kembali.


Dan apakah kau masih ingat? Ketika semua orang tertidur lelap sepanjang perjalanan, kita masih sibuk memperbincangkan komunikasi, fotografi, media, teknologi pangan, fakultas, universitas, dan dakwah. Hingga salah seorang teman melihat ke arah kita dengan tatapan aneh, seakan berbicara pada kita “berisik sekali kalian, aku ingin tidur nyenyak”. Saat itu kita saling bertatapan dan merasakan bahwa perbincangan harus dihentikan. Namun, ternyata masih banyak hal di pikiran kita  yang belum disampaikan. Dengan percaya dirinya, kita tak menghiraukan tatapan itu lagi.



Lalu akhirnya, kita saling memberikan semangat untuk berjuang di sana. Aku masih ingat, kau lah satu-satunya teman yang hadir saat itu. Melihat konsep tulisanku, memperbaiki pita yang rusak, sampai mengetik. Dan suara tik…tik…tik… itulah yang membuat suasana ukhuwah kita tak bisa kulupakan. 
 
Untukmu teman…

Kita pernah tertawa dan menangis bahagia bersama dalam indahnya ukhuwah. Dan aku ingin kau selalu bahagia. Maafkan aku teman, mungkin selama ini telah banyak mengganggu aktivitasmu, mengganggu tidurmu, menyita waktumu dengan nada Whats App dan smsku. Saat itu sebenarnya aku hanya merindukanmu, ingin mengetahui kondisimu bahwa kau baik-baik saja di sana.  Dan ketika aku tak menyampaikan kabar, maka ketahuilah bahwa aku akan baik-baik saja. Aku tak ingin mengganggumu. Terkadang, aku hanya pergi untuk istirahat sejenak. Tidak berlama-lama, teman.

Teman, apakah kau pernah berpikir jika suatu hari nanti kita berpisah? Mungkin aku akan pergi jauh dari kota ini. Kuharap jarak tidak menjadi penghalang kita. Karena aku yakin, langit kita akan selalu sama. Langit akan selalu menyatukan kita.

Begitu banyak yang telah kita lalui bersama. Semoga kau tak jenuh dengan persahabatan ini. Jika ada terbersit rasa lelah, maka pejamkanlah matamu, ingatlah awal pertemuan kita yang begitu indah. Aku yakin, ini bukan kebetulan. Allah telah mengatur semua ini.

Ukhuwah ini terbangun karena Allah, maka nasehatilah jika aku khilaf. Ada banyak hal yang masih ingin kuungkapkan, tapi terasa rumit. Tentang hati. Hati yang terikat, Tentang Do’a. Do’a-do’a yang saling bertautan. Semoga Allah senantiasa mengikat hati-hati kita.

 


Untukmu, Ayu Mardiyani
Untuk kita, Ai Yu dan Yan Tea


7 comments:

Riki Ananda Nasution said...

Aku suka musiknya kak..
Apa judulnya kak?

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Aiiih Riki >_<
Salah fokus Ki salah fokus
Yang dikomentari itu tulisannya ya

Wah, kalo suka sering2 dong singgah ke rumah maya saya :))

Judulnya, hm... kasih tau gak yah? :P

Brebes VS Lamongan said...

bagus banget sob pencerahanya aq suka

Riki Ananda Nasution said...

ahahaa..paling keren itu komentar yang di atas saya ini kak :D

Kirimsalam buat kawannya kakak itu ya kak :3

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Ahahaha...
Kakak juga bingung Ki, apanya yg cerah ya? :))

Langitku memang selalu cerah :D
Ini makin gak jelas lagi kakaknya :))

Iya, ntar disampein deh salamnya. Salam langit ^___^

Muhammad A Vip said...

aku mengintip di sini, maafkan aku (hihi)

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Tiada maaf bagimu, Vip :P
Terima kasih telah berkunjung ke rumah maya saya :D