Wednesday, 10 April 2013

Kopdar Bloofers Medan Part IV

Pagi yang indah.
Kubuka jendela kamarku. Subhanallah... indah sekali pagi ini. Dengan sinar mentari yang hangat menembus kisi-kisi jendela kamar, dengan tetes-tetes embun dedaunan yang nampak berkilauan  diterpa sinar mentari pagi,  dengan kicauan burung di atas pohon mangga di depan rumah, dengan rumput-rumput yang basah. Ah, damai sekali rasanya.

“Wahai rumput, masihkah kalian berdzikir saat ini?” Dan seolah rumput-rumput itu tersenyum tulus. Subhanallah... Jika saja semua orang menyadari bahwa rumput-rumput kecil itu senantiasa berdzikir pada Allah, pastilah mereka akan malu.

Pagi menjelang siang.
Hari ini sesuai rencana Riki akan diadakan kopdar Bloofers Medan. Memang sangat mendadak. Ia mengabarkannya lewat  twitter sehari sebelum kopdar akan dilaksanakan. Aku yang mengetahui hal ini sebenarnya tidak bisa bergabung dengan teman-teman yang lainnya karena ada agenda di luar kampus yang harus dihadiri. Tapi, setelah berkompromi dengan hati, akhirnya kuputuskan untuk datang walau lima belas menit saja.
Perjalanan dari Tridharma ke Perpustakaan USU tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar pukul 10. 00 Waktu Insan Beriman, aku sudah berada di Perpustakaan USU bergabung dengan teman-teman yang lain. Saat itu hanya ada 6 orang. Ada Riki, Reza, Dani, Kak Rini, Ayu, dan aku. Ini adalah kopdar tersepi yang pernah kuhadiri. Tapi, ternyata aku salah. Enam orang terasa ramai karena suara Riki dan Reza mewakili 10 orang. Dan kopdar terasa ramai karena mereka. Hari itu kami berdiskusi mengenai karya sastra fiksi, seperti cerpen, puisi, dan pantun.

Masih seperti biasa, Riki dan Reza selalu menguasai forum diskusi di setiap kopdar. Dan tingkah mereka yang suka ‘merusuh’ juga masih bertahan, selalu mencairkan suasana yang beku. Dani yang baru bergabung pertama kalinya saat itu mungkin heran dengan tingkah Riki dan Reza yang kusebut "geje". Aku sampai lupa, terbawa arus perbincangan dan waktu yang telah kutetapkan untuk kopdar ini akhirnya bergeser hingga lebih dari lima belas menit.

Diskusi kami sangat menarik, bercerita tentang karya sastra fiksi, terlebih puisi yang terkadang sulit kupahami maknanya. Dan semoga diskusi ini membantuku untuk mengapresiasikan kata lewat puisi.

Siang yang menyengat.
Sebelum adzan Zuhur berkumandang dari mushola Iqro,’ kami sudah bubar. Reza dan Kak Rini mencatat hasil diskusi singkat kami. Harapannya, semoga ke depannya lebih banyak lagi karya-karya yang kami hasilkan, baik fiksi maupun non fiksi.

 
*Catatan singkat dari Pengeja Langit :)
Maaf, saat ini tidak bisa berlama-lama untuk menuliskannya.

Kampusku, rumahku
070413

16 comments:

Dani Siregar said...

Wakakaa ndak juga siih Kak.. ^^a Temen Dani banyak yang hebohnya kayak bang Riki.. =D Tapi bang Riki yang the best.. XDb

Riki Ananda Nasution said...

Sempat tidak sempat pertamax harus diamankan :P

mewakili 10 orang suara ya kak =)

Riki Ananda Nasution said...

keduax ternyata =(

Dani duluan =(

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Dani:
Oh, alhamdulillah Dan kalau banyak yang seperti Riki. Sempat kakak khawatirkan kalau dirimu gak betah lama2 di samping Riki :))

Riki:
Yeeeh, kalah sama pariban awak :P
Iya, suaramu menggaung se kawasan USU dek ^^

Sesekali mengalahlah pada adik sendiri KI :))

Angga Zulika Ramadhani said...

wah, sudah yang ke 4 aja kopdarannya... keren :D

meutia rahmah said...

ah kk pngn ke medan kopdar dengan kalian, atau kalian jalan2 ke aceh donk :)

sarahbakri said...

Kapan bisa ikut kopdar ya hehhe. Ntar yang kelima kabar-kabarin kakak ya.

Fauzul Andim said...

asyiknya bisa kopdar

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Mas Angga:
Alhamdulillah mas ^^

Kak Tia:
Waah, pengen kak jalan2 ke Aceh sekalian ke Sabang. Katanya Sabang lebih indah dibanding Bali ya kak.
Tapi entah kapan :(

Ntar kalau anak2 Medan kopdar lagi, insya Allah Zahra kabarin ya kak

Kak Sarah:
Insya Allah kakak :)
*lirik Riki

Mas Fauzul:
Asyik, alhamdulillah ^^

Arya Poetra said...

Tok.. Tok.. Tok..
Wa'alaikumsalam.. yang punya rumah corat-coret datang berkunjung. Eh, pas datang, kopdarannya sudah bubar. Tapi sudahlah, alhamdulillah deh buat yang pada kopdar. Ukhuwah semakin terjalin lagi. :)

eko wahyudi said...

Wah seru bisa ngupul breng kawan" ny

jgan lpa mampir ya
www.kawancreative.blogspot.com

rinonly said...

dua org yg super geje :P

Zahid Rabbani said...

"Enam orang terasa ramai karena suara Riki dan Reza mewakili 10 orang"

Beneran ngakak bacanya
#ngebayangin dua manusia itu diskusi (berseteru) :D

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Ary:
Ukhuwah bersemi kembali, Ry ^^

Mas Eko:
^_^
Insya Allah nanti saya mampir mas

Kak Rini:
Iya kak, super duper tuh Riki dan Reza
Master dan Profesor Geje :))

Zahid:
Haha.. Hijry sudah bisa membayangkannya ya. Kira2 begitulah Jry ^^
Super geje. Namanya juga profesor dan master geje :))

Kayakubi said...

Wah,, iya nih, pertemuan kemaren memang ga kalah seru, mskipun cuma enam orang.. tp semuanya ngomong, jd rame juga.. :)

Bang Aul said...

Nah ini jauh lebih baik blognya :)