Saturday, 16 March 2013

Ketika…



Ketika kau memandang langit, biarkan imajinasimu berlari. Berlari secepat mungkin atau perlahan. Jangan biarkan ia berhenti terlalu lama. Dan mulailah memaknai, apa yang akan kau tuliskan di lembaran masa depanmu. Kau pasti akan mengerti.  Pahamilah beberapa saat. Ucapkan dalam hatimu saja, tak perlu diungkapkan dengan kata. Dulu, entah kapan. Mungkin aku sudah lupa. Aku telah menitipkan lembaran-lembaran kisah pada langit.


Bilik juangku,
Maret 2013 

11 comments:

Dani Siregar said...

Ibarat kalau ada film berjudul "Sri Efriyanti: The Sky Seller"

Ini sekarang udah deket ke final episode.. X)

Arya Poetra said...

Insya Allah, langit tak akan ingkar. Mimpimu telah tercatat di sana. Tinggal menunggu keputusan sang waktu untuk memberikan tanda tangan, tanda persetujuannya. Tapi, ketahuilah. Ia tak sekadar menunggu. Ia juga memperhatikan. Melihatmu yang sedang berjuang di bawah langit sana.. Menanti usaha tanpa pantang menyerahmu. :)

Riki Ananda Nasution said...

Aku terpesona melihat dari jauh orang yang terpesona memandang langit...

#Gaje

Nima Hyandsome said...

Aku, ikut titip tulisan di langit yaaa

Gulunganpita said...

sky was amazing place.... #resonansi

zie said...

Apakah langit sudah menaburi lagi kisah-kisah itu sekarang??

Rhini Wede said...
This comment has been removed by the author.
Rhini Wulan Dary said...

kakak titip satu lembar permohonan pada langit ya ^_^

SunDhe said...

Aku begitu sering menitipkan impian pada langit.. setiap melihat matahari yang slalu mengitari ujung tiap ujung langit, dari ujung barat ke ujung timur, sejauh itu pula lembaran kisahku tertitipkan^^
hihihih..
btw.. salam kenal mba :)

Obat Penurun Kolesterol said...

ijin nyimak ya mas bro/sis, sukses selalu dan di tunggu kunjungan baliknya :D

andy langit said...

langit masih memayungi kita....