Friday, 28 December 2012

Sekuntum Bunga Rindu



Kembali lagi teringat akan masa-masa itu. Masa yang senantiasa akan membekas. Tentang sebuah cinta, pengorbanan, dan perjuangan yang tak kenal lelah. Yang terkadang fitnahan, hujatan, dan cacian hingga lelah dan jenuh menghampiri jejak.
 
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh dan terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung (QS. At-Taubah: 111).


Hari ini…
Kembali teringat dengan masa-masa itu saat seorang adik bertanya “Kak, kring-kring tausiyahnya sudah tidak ada lagi ya?” Teringat sejenak…, dulu hampir di setiap jum’at menyebarkannya ke seluruh pengurus dan sebagian alumni. Ahh, aku rindu…Bolehkah aku melakukan rutinitas itu kembali? 


Ketika kubuka buku merah yang selalu menemani, kembali lagi teringat akan masa-masa itu. Ada begitu banyak catatan syuro, agenda, dan konsep-konsep. Dan kini, ia telah lusuh. Sungguh merindukan tulisan-tulisan di dalamnya.

Hampir semuanya tertulis di sini. Segalanya kupersiapkan di sini. Teringat begitu semangatnya dengan agenda-agenda itu. Di lembaran pertama tertulis “Dimana bumi dipijak, di situ dakwah bergerak”. Aku masih ingat kapan menuliskan kalimat itu. Ketika itu, ada beberapa sahabat yang menemani, begitu terasa indah. Semuanya masih terasa sangat lekat dan dekat.

Untuk sahabat-sahabat dakwahku, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat bahagia mengenal kalian di jalan yang indah ini. Membersamai kalian untuk memberikan pengorbanan yang terbesar yang mampu diberikan.
Menunaikan amanah dengan hasil yang terbaik yang mampu kita lakukan. Menghadiri undangan syuro, kajian, atau agenda lainnya. Mencurahkan seluruh ide, usul, pemikiran, dan gagasan yang terpikir saat syuro membutuhkannya. Berusaha sekuat tenaga menyelesaikan “PR“ sesuai waktu yang ditentukan bahkan sebelumnya. Memperlihatkan wajah penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dan hangat bagi sahabatnya. Menawarkan bantuan dengan ikhlas pada saudara yang membutuhkan sebelum diminta.

Betapa rindunya dengan masa-masa itu. Ingin kembali? Bisa saja. Namun apa peran kaderisasi jika pejuangnya masih saja dengan orang yang dulu :)


Teruntuk sahabat-sahabat dakwahku dalam perjuangannya...

Berikanlah yang terbaik yang mampu kita berikan, karena sungguh Allah telah menyediakan tempat kembali yang indah bagi para tentara-Nya.



Catatan Akhir Tahun
@Bilik juangku

17 comments:

An Maharani Bluepen said...

siiip....semoga semangat silaturahiimnya tetap terjaga, yah...

*suka ma lagu Mother-nyaa... ^_^

mohamad rivai said...

Indahnya berbagi lewat dakwah2 tulidan online.
semua pasti berguna.
minim nambah teman dah.

walaupun nggak semuanya bisa jadi teman.
minim dapet ngramein dakwah2 mu :d

A. Y. Indrayana said...

aku mungkin gak pandai berdakwah, tapi yakinlah ... setiap kata yang positif menjadi dakwah bagi kita semua :)))


indahnya persahabatan .....

Riki Ananda Nasution said...

Dimana bumi dipijak, disitu dakwah bergerak.
Ada belahan bumi yang lain yang harus kita jejaki Kak.
Ada dakwah lagi yang harus kita gerakkan
Saya fikir kadang dakwah itu harus selalu dinamis, harus berubah medianya, harus bertambah juga orangnya :)

Zeal*Liyanfury said...

Alhamdulillah bila lilin itu masih menyala dik...
perjuangan ini tidak akan terhenti dengan waktu, tempat dan kawan yang berbeda, karena hakikat perjuangan adalah seperti yang engkau katakan: pengorbanan... indah memahami ayat di atas QS.9:111.

keep bravo nda... rindumu bukan rindu biasa, namun rindu yang luar biasa. :)

nina sofhia said...

rindu masa-masa itu kk..
halaqoh, rohis..
Ya Allah, kapan bisa seperti itu lagi..??
:)

Kangen kk Sri ku,
:(

Insan Robbani said...

Subbhanallah...
Selama masih ada yang mau berdakwah menjaga Agama Allah, insya Allah bumi ini masih terjaga dari kiamat.

terimakasih..., tetap semangat ya yanti... Allahu Akbar...

Ugahari Nurul said...

semangat terus ya.... :)

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

=Mbak An=
Aamiin...
Syukron mbak :)

=Rivai=
:D

=Indra=
Yup :)

Riki:
Kurang pas yah komennya :)
Salah fokus kamu, Ki :D

Kak Liyan:
Hu'um, iya kak :)

Nina:
Haha..Ayo mentoring lagi :)
Mentoring terjaga, Indonesia jaya ^^

Mas Insan:
Terima kasih juga atas kunjungannya mas Insan :)
Yup, semangat!
Allahu Akbar

Mbak Nurul:
SemangkA mbak ^^

Cerita Tugu said...

kalau rindu kan boleh saja

mahbub ikhsan said...

itulah kita manusia sob,negitu mudah nya mengawali hidup ini dengan kebaikan tapi begitu sulit mempertahankannya sob...aemoga dakwh nya tetap berjalan sob,walau hnya di mulai dari diri kita sendiri

Efriyanti Zahra said...

=CT=
Tentu, Pak :)

=Mas Ikhsan=
:)

Mugniar said...

pasti ada lahan dakwah lain kan ya ... :)

Akhmad Muhaimin Azzet said...

Kerinduan yang semangat memicu semangat untuk senantiasa membangun kebaikan dalam kehidupan ini.

Ohya, saya lagi mengadakan GA karena dapat hadiah blog dari Pakde. Ikut yaaa...

outbound malang said...

nice day :)
hargailah hari kemaren,
mimpikanlah hari esok,
tetapi hiduplah untuk hari ini.
bagi-bagi motivasinya yaah...

Rima Aulia said...

ketika dunia kampus telah ditinggalkan dan saatnya berjuang dalam dunia nyata, maka semua romantisme itu akan menjadi kenangan indah, pengalaman sangat berharga, charger ruhiah dan kesyukuran yang mendalam. betapa maha baiknya Alloh mengizinkan aku merasakan itu semua. dan aku bahagia walau saat ini rindu begitu mengangkasa akan moment-moment berharga itu, dan kini saatnya ku katakan selamat tinggal cinta, selamat datang rindu.

#merindu Purwokerto, kampus tercinta dan ukhuwah sebagai power kami

Rima Aulia said...

ketika dunia kampus telah ditinggalkan dan saatnya berjuang dalam dunia nyata, maka semua romantisme itu akan menjadi kenangan indah, pengalaman sangat berharga, charger ruhiah dan kesyukuran yang mendalam. betapa maha baiknya Alloh mengizinkan aku merasakan itu semua. dan aku bahagia walau saat ini rindu begitu mengangkasa akan moment-moment berharga itu, dan kini saatnya ku katakan selamat tinggal cinta, selamat datang rindu.

#merindu Purwokerto, kampus tercinta dan ukhuwah sebagai power kami