Monday, 12 November 2012

Memulai Perjalanan


Pagi adalah waktu yang selalu indah untuk menulis. Sebenarnya bukan karena pagi yang indah, tapi karena aku yang bahagia. Dan karena aku bahagia, hari ini menjadi indah. Bukan karena semua baik yang menjadikan aku tersenyum. Tapi karena aku tersenyum, maka semua menjadi baik. Hidup yang indah itu bukan di saat semua impian terwujud. Tapi keindahannya terletak pada ketulusan dan kesungguhan hati dalam menjalankannya.

Kawan, hari ini aku akan memulai perjalanan indahku. Perjalanan kali ini tidak lagi bersama rice cooker, donat, gelatin, glutein, kayu siwak, pelepah sawit, dan duku. Tetapi dengan sahabat baru bernama biji nangka.  Kau tahu kawan, dulu ia hanya limbah yang dibuang begitu saja. Tak ada yang peduli dengannya. Untuk itu, aku ingin mengeluarkan potensinya. Aku ingin semua orang juga dapat bersahabat dengannya. Dengan begitu, aku yakin tidak akan ada lagi yang memandangnya sebelah mata. Kelak, aku dan si biji nangka akan tersenyum ^_^

Sebelum memulai perjalanan hari ini, kubuka kembali lembaran pesan singkat dari mereka, orang-orang yang turut menyemangati dan mendo’akan langkahku.

Kalau saudara-saudaramu bisa sukses, kamu juga harus bisa seperti mereka, Sri.
(Efrida Yanti Anna Pertiwi)


Tetap jadi ahli pangan Yanti, penulis itu menjadi bonus untukmu.
(Mellyana Nurhidayah)


Semangat Yanti, universitas selanjutnya menanti kehadiranmu.
(Suci Widyasari Tanjung)


Zahra, fokus dulu untuk penelitiannya. Istirahatlah sejenak dari aktivitasmu yang di ‘sana’.
(Ririn Carolina Silalahi)


Sampai bertemu di Palembang dengan membawa cerita indah kita masing-masing.
(Silviana)
 
Tidak harus lulus tepat waktu Zahra, tapi lulus yang berkualitas.
(Alm. Budi Andana Marahimin)


Cepat selesaikan kuliahmu kak. Aku mau kuliah di Kedokteran tahun depan.
(Zuhri Hidayat Harahap)
 
Bukan zamannya lagi berlama-lama di kampus. Selesaikan S1mu, Butet.
(Zulham Apandy Harahap)


Kalau pulang kampung, usahakan sudah ada penambahan 3 huruf di belakang namamu. Semangat, adikku!
(Syarifah Ainun Harahap)


Kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari kerja. Sinergiskan akademik dan dakwahmu. Semangat adinda!
(Ady Suhendra Harahap)


Anak perantauan harus sukses, nak
(H. Z. Harahap)


Pesan-pesan dari mereka akan menjadi kayu bakar penyemangat untuk memulai aktivitas di hari penuh berkah ini.

Kawan, semoga hati ini kuat agar Allah senantiasa bertahan di sana. Bismillah, kumulai dengan surat tentang betapa Allah sangat menyayangi kita. Membacanya dengan hati, dengan segenap pengharapan, lalu memejamkan mata sejenak. Arrahmaan… Fabiayyi alaairabbikuma tukadzdzibaan. Semoga perjalanan ini indah dan penuh berkah.

17 comments:

Alan Bekti said...

Semangat ya untuk memulai pagi ini....

keep focus untuk biji nangka nya... kami tunggu kelanjutan ceritanya.

fadhil muhammad said...

semangat selalu kak , dengan semangat kakak pasti bisa,

ditunngu kelanjutannya kak.

Irma Devi Santika said...

Kalau mampir ke blog ini selalu suka, disambut lagu yang sangat indah. Suka sama lagu ini. Semoa - Mother :)

Semangaaat Zahra, doa terbaik untukmu.

Riki Ananda Nasution said...

Selamat berjuang kak..
Keep fighting and keep spirit..
Mulai dengan Bismillah..

Zeal*Liyanfury said...

subhanalloh...
selalu ada semangat dalam untaian kalimat indahmu dik..

A. Y. Indrayana said...

selamat menjalani hari yaah .. :)

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Mbak Alan:
Insya Allah, mbak :)
Mohon do'anya ya, agar dipermudah prosesnya ^^

Fadhil:
Iya dek, man jadda wa jada ^_^

Kak Irma:
Makasih Kak Irma, udah silaturahim ke rumah mayanya Zahra ^^
Do'a terbaik juga buat Kak Irma :D
Semoga ketemu di Jawa Barat tahun depan ^_^

Riki:
Bismillah...
Jazakallah Riki :)
Semangat juga untukmu
Nanti bantuin kakak ya untuk uji organoleptik warna, aroma, dan rasa produknya ^_^

Kakanda Liyan:
Alhamdulillah kak ^^
Semangat karena Allah

Mas Indra:
Terima kasih mas :)
Terima kasih juga sudah berkunjung kemari di waktu fajar ^^

Arya Poetra said...

Bismillah..^^

Arya Poetra said...

Bismillah..^^

Riki Ananda Nasution said...

selalu siap membantu terutama soal rasa kak :)
hehe
oiya kak, kenapa gak biji durian kak?
soalnya stok nya kan banyak sekali di Medan ni kak

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Ary:
Bismillah...
^_^

Riki:
Kakak lebih suka dengan biji nangka ^_^

Sekelumit tentang biji durian.
Lendir dari biji durian memiliki kandungan senyawa yang tidak baik untuk tubuh Ki. Perendamannya juga lebih lama dibanding dengan biji nangka. Selain itu, aromanya terlalu 'menusuk'.

Keunggulan biji nangka itu kaya akan karbohidrat, protein, posfor, kalsium dan zat besi.

Biji nangka itu direbus aja enak loh Riki, apalagi kalau diolah :D

Ok, kalau begitu siap-siap kakak panggil ya ke Lab Teknologi Pangan :)

Ar-Rizky said...

klw mw manggil kami dluar lab FP ja kak, nti kami dkroyok pula masuk k FP.. hehehe
canda ja kak.. :P

semangat kak utk penelitian nya..

nti aq mw buat penelitian "memanfaatkan energi manusia utk pembangkit energi litrik saat mereka tawuran dan demo". hehehe

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Kalau kalian datang, bendera perang akan berkibar :P

Kenapa masalah fakultas kita menjadi masalah yang sangat fenomenal abad ini ya Ky:P

Yup yup, makasih semangatnya :D

Aih..aih...
Serius mau buat judul itu?
Kakak yakin tidak akan diterima oleh dosenmu^^

Riki Ananda Nasution said...

hehe...

Kurang tau saya soal kandungan Senyawanya kak..

biji Nangka dan Biji Duren itu mirip memang kak. Biji duren bisa direbus. Dibakar juga bisa kak. Rasanya kayak kacang. Lebih gurih malah. Tapi prosesnya agak lama memang kak :)

Rhini Wulan Dary said...

Keep HAMASAH sayang ^_^

febby said...

sedang penelitan kah ? atau apa? semangat selalu di setiap harinya ! :D

Tatang Tajudin Ibnu Supyan said...

Tetep SEMANGAT...
Semoga Sukses..

Setuju tuh dengan kata-kata ini: "Kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari kerja. Sinergiskan akademik dan dakwahmu."

Semoga Barokah.