Friday, 26 October 2012

Sederhananya Dakwah



Dakwah itu sederhana, sesederhana ketika kita melemparkan senyum kepada siapa saja yang kita jumpai. Kemudian dengan wajah yang cerah dan ceria, kita bertanya, “Adik sudah makan?” 

Maka ia akan menjawab dengan wajah yang cerah ceria pula jika senyum dan sapa itu lahir dari hati yang tulus dan ikhlas, “Insya Allah, puasa kak”. Dan tunjukkanlah penghargaan untuknya yang masih terbilang belia, “Subhanallah dik, sahurnya pakai apa?”

Dakwah itu sederhana. Ketika kita menunjukkan simpati kepada dia yang bertutur, “Nggak sahur kak, nggak ada lauk soalnya. Kami nggak punya uang". La haula wala quwwata illa billah… Terkadang kita masih memilah milih, merutuki menu yang kurang enak. Padahal di sekitar kita masih banyak orang yang ingin berpuasa, tapi tidak punya uang untuk makan sahur. Meski merasa sudah terlambat, maka katakanlah, “Waah, adik kemarin kenapa nggak bilang mau puasa? Kan bisa ke kost kakak bareng teman-teman kakak yang lain, sekalian bisa main boneka di kamar kami.

Ketika ia senyum malu-malu, maka lanjutkanlah pertanyaanmu. Jadi, adik nanti mau buka puasa pake apa? Besok adik mau puasa juga kan? Walaupun jawabannya sudah tertebak, pertanyaan itu adalah bentuk menghargainya dengan pertanyaan kita. “Hehe, belum tahu kak, insya Allah puasa lagi lah. Sayang kan kak, pahalanya besar loh kata ustadz di mesjid sana”, sambil menunjuk ke arah mesjid.

Lalu, dengan penuh senyuman, rangkullah pundaknya. Nanti sore ikut ya ke kost kakak. Insya Allah ada rejeki untuk buka puasa dan sahur besoknya. Ada banyak teman-teman kakak, rame lah pokoknya. Ada banyak boneka juga loh di sana.

Begitulah sederhananya dakwah, walau dengan hal yang kecil, dengan apa yang bisa kita lakukan dan berikan.

Hari penuh berkah di Medan (juang)ku

11 comments:

Riki Ananda Nasution said...

Subhanallah...
Sesederhana itu ya kak?

Kopi Susu said...

sesederhana memberikan keistimewaan tanpa kata


>,</
sesederhana menulis emotikon bahagia
O.o

Putri Serindang Bulan said...

Sesederhana ketika kita berbagi :') #senyum #senyum #senyum

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Riki:
Selamaaaat, jadi komentator pertama lagi nih :) Begitulah jadi junior terbaik kakak ^^
Iya Ki, sesederhana itu

Kopi Susu:
^_^

Dek Putri:
#Membalassenyummu
^_^

jengjuminten said...

Senyum....
Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.
Ia kecil, tapi bermakna raksasa.
Ia mudah, tapi sangat berharga.

#komen ndaknyambung.com ...kabburrrr...^_^

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Dek Esti:
Idiiih, main kabur aja :P, kakak kejar yaaah :D

Hem, begitulah dakwah mengajarkan kesederhanaan ^_^

Enny Mamito said...

subhanaallah..
sederhana tp penuh makna :)

blognya adem mb..
oya ijin aku masukkan bloglistku ya mb..trimakasih :)

buffhans.com said...

Sederhananya dakwah itu seperti senyuman. Selama dakwah itu ikhlas dari hati, tidak ada yang berat untuk dilakukan. Sama mudahnya seperti senyum.

Hehehe ^^
Senyuuumm dakwaaahh :D

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Mbak Enny:
Silakan mbak ^^
Terimakasih kembali atas kunjungannya ^_^

Dek Buff:
Senyum dakwaaaaah ^_^
Keep hamasah and istiqomah, Buff :)

Arya Poetra said...

Dakwah itu sederhana? Sepertinya saya setuju denganmu Za. Jadi ingat kebiasaan Rasulullah yang menyuapi seorang miskin yahudi dan buta yang kerjanya tiap hari menghujat beliau. Namun, setiap hari pula beliau menyuapinya dengan lemah lembut. Rasulullah berdakwah tanpa kata. Beliau berdakwah dengan kelembutan kasih sayang khas Islam. #selalu tergetar dengar cerita ini.

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Ary:
Akhlaknya Rasul memang luar biasa Ry ^_^
Kalau lagi 'down' , membaca sirahnya bisa menjadi penyemangat kita

Za juga selalu tergetar dengan cerita itu :D