Friday, 14 September 2012

Permata Yang Tersembunyi




Siang itu aku melihatnya dengan seragam putih biru di lapangan basket sekolahku. Pertemuan itu masih terekam jelas diingatanku. Ia berjalan dihadapanku dengan jilbab panjangnya. Saat itu, aku mulai menyapanya:
“Assalamu’alaikum dek…Adeknya kak Uci ya?”
“Wa’alaikumsalam kak. Iya “, sembari tersenyum.

Aku mengenalnya sebagai adik kelasku. Sejak awal bertemu, sudah kupastikan bahwa ia adalah adik yang cerdas. Dan terbukti bahwa ia selalu maju ke depan pada saat pembagian rapot. Prestasinya banyak dan itu membuatku semakin mengaguminya.

Nina, begitulah aku memanggil namanya. Entah kenapa, ketika bersama dengannya aku selalu tersenyum dan tertawa. Selain cerdas, ia juga memiliki sisi humoris yang baik. Bukankah begitu Nina?
Sejak mengenalnya, aku yakin bahwa ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, termasuk aku. Ketika berdiskusi dengannya, aku selalu menemukan jawaban yang luar biasa. Subhanallah…
Potensinya yang luar biasa membuatku harus secepat mungkin melepaskan amanah yang selama satu tahun kugenggam. Aku yakin bahwa ia adalah orang yang tepat untuk menggantikan posisiku sebagai ketua Rohis.

Aku tidak memiliki semangat yang luar biasa seperti Nina, mungkin dulu aku terkesan lebih banyak diam, tapi tidak dengan Nina. Ia tidak takut keramaian, bisa menghadapai rintangan-rintangan yang besar. Dan ini sangat meyakinkanku bahwa Rohis akan lebih baik di periodenya. 

Kadang aku ingin seperti Nina. Ia sangat bijak, cerdas berargumen, memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik, tekun, dan tegas. Dan belakangan ini baru kusadari bahwa ia juga ingin sepertiku. Ahhh, aku tak mengerti apa yang ia lihat dariku.
Menurutku, masih ada permata yang tersembunyi di dalam diri Nina, sementara ia tidak bisa melihatnya. 

Nina, jadilah dirimu sendiri. Bersemangatlah! Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi…, Allah selalu member pelangi di setiap badai, senyum tawa di setiap air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap do’a.

Jadilah Nina yang kakak kenal dulu. Berjuanglah! Hidup bukanlah tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Sertakan nama dan hadirkan wajah saudara-saudari tercinta kita dalam tiap do’a rabithahmu. Sampai bertemu di Padangsidimpuan dengan kisah indah kita masing-masing..

Teristimewa untuk  adikku, Nina Sophia

 

18 comments:

Catatan si Riki said...

Berjuanglah Nina...
Ketahuilah bahwa hidup ini bukanlah tujuan, tapi hanya sebuah perjalanan
ntah kenapa bacanya merinding =D

Mohamad Rivai said...

Contoh kaka yang baik nie...
selalu ndoain adiknya..

nina sofhia said...

:)
Hanya senyum kecil ini yang bisa kuberikan sebagai ucapan terimakasih buat kakak..

Terimakasih telah menjadi kakk yang sellu mendengar smua keluh kesahku nina kk,
Nina akan coba menemukan permata itu,,
Always beside me kk, I need you to support me :)

Awan Putih said...

subhaanalloh ^^
jadi iri juga dengan Nina...
keep fighting, Nina ^^

Arya Poetra said...

cerdas? memiliki sisi humoris yang baik? Pasti pintar matematika.. #ingat komentarmu. :D

Tentang yunior yah? Coba deh perhatikan. Selalu ada yang lebih baik dari seniornya. Hakikat waktu memang. :)

kaze kate said...

subhanAllah

mahbub ikhsan said...

teruslah melangkah dengan do'a..karna itulah senjata kita ..sob..

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Riki:
Mungkin lagi banyak angin di sekitar Riki, makanya merinding :P

Mas Rivai:
Aamiin...
Semoga benar-benar menjadi kakak yang baik ^^

Dek Ninaku ^^:
Haha...Senyum-senyum baca komentarmu dek :D

Sama-sama ya...
Mana ayam gorengnya? :P

Ya, kalau ada masalah, ada yang mau diceritain, dan apapun itu, silakan hubungi kakak.

Mbak Awan Putih:
^_^
Makasih mbak udah singgah baca note ini

Ary:
Bener banget Ry, Nina pinter loh Matematikanya :D Ga pernah remedial sekalipun ^^

Mas Kaze:
Alhamdulillah

Mas Mahbub:
Yupz ^_^

Robianus Supardi said...

Keren postingannya sop, gue suka diksinya. Kata2 yg biasa setelah digabungkan mempunyai makna yg luar biasa. stu yg pasti adalah mudah dimengerti oleh pembaca :))

Salam knal yah.
Ijin follow blognya :D

Risah Icha Az-zahra said...

si nina adik kandung?

crusader 12 said...

ikut meramaikan komentar

ini sebuah diary kah??

Kunjungan perdana
salam kenal

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Robi:
Salam kenal kembali, Robi ^_^

Icha:
Bukan, tapi adik kelas yang sudah seperti adik kandung :)
Salam kenal Icha ^^
Kayaknya baru berkunjung deh ke blog aku ^^

Crusader:
Kondisional :)
Bisa ya, bisa tidak.
Ini rumah maya saya.
Salam persohiblogan ^^

San Sinichi said...

Saya kagum dengan kakak2 berdua,..
Wanita yang berkilau seperti permata,..!?!

Kunjungan siang,
salam kenal,..
:)

nina sofhia said...

Kak Sri ku syg :banyak yg pengen nina certain kk,
mulai dari A-Z..hehe

Alhmdulillah mmg gk pernah remedial kk, hihi :)

kk Arya Putra : udah kyak peramal aja kk..^^

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Sinichi:
Salam kenal, kembali ya ^_^

Dek Nina:
Ayo, ceritakan sekarang juga dek.
Hihi..

Irma Devi Santika said...

Dek Nina, bersemangatlah. Bersinarlah selalu untuk menerangi kegelapan :)

Eh, Zahra ada award ni, sudi kiranya diambil :)
http://oroktumbilajadipamingpin.blogspot.com/2012/09/award-borongan-edisi-liebster-award.html

BLACKBOX said...

kekaguman pada seseorang..... selalu menarik menuliskannya

nina sofhia said...

kk sibuk trus,nina mau chat aja gk pernah Ol..
YM kak OL trus tapi gk pernh reply message nina..

kpn bisa certanya kk?:(