Thursday, 19 July 2012

Makanan Menjelang Ramadhan

Pagi ini kembali lagi diri ini melihat perkembangan makanan di pasar tradisional dan supermarket. Kue-kue, kurma, dan makanan menjelang Ramadhan sudah bertebaran di mana-mana. Kondisi seperti ini memang sudah biasa ditemukan setiap tahunnya. Dan di berbagai supermarket  dan pasar tradisional pasti sudah ada inspeksi mendadak dari BPOM. Dalam situasi seperti ini tidak jarang ditemukan produk-produk impor illegal. Bahkan kata seorang dosen saya di Departemen Teknologi Pangan ada sebanyak 200 produk illegal yang ditemukan. Produk-produk yang ditemukan itu bahkan adalah makanan favorit saya seperti coklat, permen, susu, biskuit, roti, dan sebagainya.

Saya, kamu dan kita semua pasti mengharapkan pemerintah meningkatkan pengawasan produk makanan menjelang Ramadhan agar produk di pasaran memang layak dikonsumsi. Fenomenanya, banyak dijumpai  pelaku usaha yang tidak jujur dengan motivasi mencari untung di bulan puasa, dengan menjual produk yang kedaluarsa, tidak terdaftar di BPOM, tidak memenuhi standar kesehatan, dan sebagainya. Dan juga tidak adanya pengawasan terhadap jajanan tersebut, terutama dari bahaya bahan pewarna, pengawet boraks, formalin, atau zat kimia lainnya yang dimasukkan dalam makanan. 
Menjelang Ramadhan ini, masyarakat atau konsumen sendiri sebaiknya lebih cerdas dalam berbelanja. Caranya dengan melihat tanggal kadaluarsa dalam setiap produk yang akan dibeli dan bagi jajanan berbuka puasa untuk melihat ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. Dengan cara seperti ini konsumen sudah menyelamatkan diri dan keluarganya dari produk makanan yang berbahaya. Dan yang penting diingatkan adalah selalu memperhatikan setiap produk yang akan dibeli, baik dari kualitas, dan juga standar kesehatannya. Seorang dosen saya pernah berkata, “Sebagai seorang ahli pangan kalian harus lebih hati-hati. Jika kalian saja bisa terjebak dengan pangan, bagaimana lagi dengan masyarakat yang tidak mengerti dengan pangan?”

You are what you eat ^_^
Salam Pangan

39 comments:

Cerita Tugu said...

karena tidak ada pengawasan yang ketat dalam perdagangan makanan dari pemerintah, mari kita sendiri yang harus selektif dalam memilih makanan supaya tidak menjadi korban para pengusaha nakal

Awan Putih said...

iya... jazaakillahu khoiro mba ^^
salam pangan >_</
hihihi

Catatan si Riki said...

kak, mau nanya juga ni, ciri-ciri bahan pangan yg berbahaya itu apa aja kira-kira kak?
terimakasih sebelumnya kak

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

CT:
Ya, tapi seharusnya pemerintah dan semua elemen masyarakat saling bergandengan tangan untuk masalah ini mas :)
Yups, dimulai dari diri sendiri dulu memang bagus juga

AP:
Waiyyaki dik
Salam pangan sehat ^^

Riki:
Dari fisik bisa terlihat juga Ki. Misalnya pewarna pada makanan, yang terlihat ngejreng :))
Teksturnya yang sangat kenyal karena bahan pengawet yang berlebihan. Mau kakak jelasin? Ayo diskusi. YMnya diaktifkan lah ya :)

penanti hujan said...

gx suka makan makanan instant :D

suka beli dipasar dan dimasak ma ibu heheee

salam kenal mba%^^

Retno Dwi Lestari said...

Ya.. itulah tugas ahli pangan

Mr. Andry said...

klo aku suka makan kolak pas buka..rasane seger banget :D

Rulita.park said...

bener tuh kak harus waspada apa lagi es es yang buat buka puasa tu kak,kolang kaling wow yang warna nya menggoda hehe :D waspada waspada :D selamat menunaikan ibadah puasa ya kakak ^^ tahun ini pasti kita menang lagi aamiin :D

Bagi Bagio said...

Masya Alloh...
Menjelang Bulan rahmat kok malah banyak Makanan yang "Tidak dirahmati" begitu siy..
Ck,, Ck,,, Ck,,, harus WASPADA neh!!
^_^

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Retno:
Tugas kita semua juga ya dik :)

Rulita:
Selamat menunaikan ibadah puasa juga ya dik :)

Mr Andy:
Oh begitu yaa
^_^

Bagio:
Ya, harus selalu waspada :)

Alif KJ said...

Assalamu'alaikum ukhti :) kebetulan saya juga dari orang yg sedang belajar di dunia pangan :) jadi seneng banget ketika ada yang nulis seputar kondisi entah kesehatan, ketahanan atau keamanan pangan.. good reading :) salam kenal mba...

ke2nai said...

apalagi utk yg suka bikin parcel, kl sy lebih milih bikin sendiri kl beli yg udah jd suka gak keliatan tgl kadaluarsanya

Arya Poetra said...

Ya, memang pemerintah terkadang masih lalai dalam mengemban tugasnya.. Jadi, kita memang perlu tahu, perlu pintar berstrategi dalam memilih makanan. Untuk itu, bagi ibu-ibu dan calon ibu, pengetahuan tentang pangan sepertinya perlu ya. Kandungan gizi yang pas untuk dikonsumsi selama masa Ramadhan.. Kandungan zat2 kimia tambahan yang perlu dibatasi kuantitasnya.. dll.

Btw, rumahnya ganti cat dan wallpaper ya? :D

Asep Haryono said...

Menarik juga karena kita jadi mendapatkan pelajaran berharga untuk selektif dalam memilih bahan pangan yang akan disajikan untuk keluarga. izin Follow ya. Salam dari Pontianak

mahbub ikhsan said...

Marhaban yaaa ramadhan...seakan-akan seluruh alam ini begitu bahagia menyanbut nya.....kata sambut ranadhan dengan kata maaf dan memaafkan..bahagia itu indah.

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Mbak Alif:
Wa'alaykumussalam...
Wah,kayaknya bisa diskusi seputar pangan dan gizi nih dengan mbak Alif ^^
Salam kenal kembali ya mbak ^^

Ibu Ke2nai:
Wew, sama dong bu ^^

Mas Arya:
Ya, bukan hanya ibu-ibu dan calon ibu sih mas, tapi kita semua.
Ntar ibu-ibunya pada pergi, gimana dengan bapak-bapaknya? hehe..
Iya, baru ganti cat dan walpaper nih.

Tadinya mau nanya sama Bapak arsitertur yang ada di Makassar tentang pemilihan cat yang bagus ^_^

Mas Asep:
Ya, silakan difollow mas
Salam kenal kembali

Mas Ikhsan:
Mohon maaf lahir dan batin juga ya mas :)
Semangat Ramadhan ^^

Gulunganpita said...

wah, seneng sepertinya kalau berdiskusi sama anti ^_^

Arya Poetra said...

Sekilas Info:

Mba Sri coba cek emailnya. Sudah saya kirim script musiknya yang baru. Dicoba ya. Hasilnya, saya tunggu. ^^

Akhmad Muhaimin Azzet said...

Benar sekali, Mbak, sungguh penting sekali memperhatikan hal ini. Tidak hanya bagi ahli pangan, tapi kita semua. Makasih banyak ya, Mbak, telah mengingatkan.

Outbound di Malang said...

Marhaban Ya Ramadhan ukh :)
memang sekarang harus bener" ati-ati kalo milih makanan, ga cuma diliat dari fisiknya aja yg menggoda

Djangkaru Bumi said...

Entah kenapa selalu terulang setiap tahunnya. Saya juga pernah kurang teliti saat membeli di mal.

Santi Santika Wahyuni said...

Postingan yang bagus Kak :)
Harus lebih hati2 yah..

Aninda Naima said...

wah... harus lebih hati2 nih..

salam kenal kakak...

Herriyati Bastari said...

Bulannya berpuasa yaitu menahan hawa nafsu tapi ironisnya malah banyak orang yang tidak bisa menahan nafsu dari berbelanja bahan pangan yang berlebihan, apalagi menjelang lebaran... harus benar-benar cermat dalam memilih berbagai bahan pangan yang bertebaran di pasar

mita yuniar said...

Harus lebih hati-hati dan teliti,,harus jadi konsumen yang cerdas juga..^^

sabda awal said...

wah, tampilan baru ini kak ^^...

ramadhan orang2 jadi konsumtif, jadi bisa ngga kepikiran untuk pilh makanan yang bagus...

makasih kak

Andy said...

makan atau kagak makan di Indonesia serba salah,soalnya dimakan pasti banyak berjamuran produk2 berbahaya kagak dimakan juga salah soalnya laper :(

Syam Matahari said...

wah, blog pemilik ahli pangan nih...
belakangan sering kedengaran yah soal takjil2 yang katanya mengandung bahan2 berbahaya, semakin menjamurnya yg seperti itu menandakan bahwa tidak ada yang pihak yang benar-benar perduli. jadi yah, kalau mau amannya kembali ke diri masing-masing. harus benar2 selektif soal memilih makanan.

Salam kenal :)

Sang Cerpenis bercerita said...

apalagi kalo pake zat kimia berbahaya ya. harus diawasi beneran tuh

RIAN Ra-kun said...

kunjungan perdana, salam kenal dulu ^^

Harun Ar said...

Kita sering terjebak dngan makanan kadaluarsa, makasih infonya mengingatkan kita kita

Gembel Symbian said...

Masih setia sama masakan emak hehehe

Zevin said...

Makanan di Indonesia bnyk yg kurang terjamin, terutama makanan instan.
Kadang ada yg udah kedaluarsa tp msih aja dijual.

Zevin said...

Blognya sudah tak follow.
Thanks udah follow blogku.

BlogS of Hariyanto said...

sebenarnya semua kembali kepada kita, agar lebih teliti dalam memilih makanan...dan bila ada yang sudah kadaluarsa..maka sebaiknya dilaporkan ke aparat yang berwenang, apakah itu polisi dan YLKI..jangan langsung ke penjualnya..agar masyarakat lainnya tidak terkena hal yang sama :)

Ririe Khayan said...

TGl expired ini mmg yg srg kita lupa, Alhamdulillah saya sdh mulai terbiasa jika memilih makanan utk nge-check tgl expired-nya dulu.

Yg harus lbh concern jika kita beli di toko klonthong karena pemilik toko kadang ada yg blm aware ttg expired date dr jualannya

Smari Saklitnov said...

harus hati-hati banget sekarang mah milih makanan. cuma sulit ngebedain. tanggal kadaluarsa juga ada yang bisa dirubah.

Sri Efriyanti Az-zahra Harahap said...

Maaf sahabat-sahabat blogger, baru sadar ternyata udah banyak yang ngumpul di ruang komentar postingan "Makanan Menjelang Ramadhan" ini.

Maaf, pemilik rumah sedang berlibur beberapa hari ^_^

Oke, saya balas ya komentar2 sahabat :)

Gulungan Pita:
Sepertinya senang juga berdiskusi dengan anti ^^
Kapan2 sediain waktu untuk kita berdiskusi ya ukht :)

Mas Arya:
Matur tengkyu pisan mas ^^
Kodenya saya simpan dulu, suatu hari nanti akan saya gunakan kembali.
Musik di blog saya sesuaikan berdasarkan mood ^^

Mas Muhaimin:
Ya, terima kasih kembali mas sudah berkunjung ke rumah maya saya dan membaca postingan yang sederhana ini. Semoga bermanfaat :)

OM:
Ya, semangat Ramadhan ya ^^
Terima kasih sudah membaca postingan ini

Mas DB:
kalau begitu mulai sekarang kita harus lebih teliti lagi mas ^^
Yup, semoga lebih baik ke depannya :)

Dek Santi:
Terima kasih dek :)
Iya, harus lebih hati-hati, waspada, dan teliti ^^
Postingan di blog kamu juga bagus

Dek Aninda:
Ya, salam kenal kembali ya dek ^^
Hu'um, hati-hati yaa

Mbak Herriyati:
Iya mbak ^^
MarKiTi, Mari Kita lebih haTi-haTi :)
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca postingan ini mbak ^^

Mita:
Iya, cerdas menjadi konsumen ^^

Sabda:
Iya dek,warna tembok rumahnya diganti ^^
Terima kasih kembali ya sudah baca postingan kakak ^^

Mas Andy:
Hehe...

Mbak Syam:
Pemilik blog ini masih calon ahli pangan, mbak (belum lulus kuliah soalnya :D)
Salam kenal kembali ya mbak..
#Segera menuju rumah mayanya mbak ^^

Sang Cerpenis:
Ya, begitulah ^^

Mas Rian:
Waah, kunjungan perdana ya mas.
Salam kenal kembali kalau begitu ^^

Pak Harun:
Ya, terima kasih juga Pak sudah membaca postingan sederhana ni ^^

Mas Symbian:
Ya, saya juga setia sama masakan emak saya :D. Masakan emak emang masakan terlezat sedunia :)
Tapi ini membahas 'makanan berkemasan' mas ^^
Terima kasih kunjungannya ^^

Mas Zevin:
Ya, begitulah fenomenanya di Indonesia, mas :)
Makanya, produsen dan konsumen harus bekerja sama dalam hal ini, agar pangan Indonesia lebih baik ke depannya.
Salam Pangan ^^

Mas Hariyanto:
Yep, sepakat mas :)
Kalau langsung ke penjualnya, itu main hakim sendiri ya namanya.
Jangan2 penjualnya juga tidak mengerti bagaimana kondisi produk yang dia jual.

Waah, sebenarnya banyak masalah yang harus kita selesaikan dalam dunia pangan ini ^^
Saya yakin, bisa diatasi satu per satu, dari hal yang paling kecil :)

Mbak Riri:
Waah, salut sama mbak ^^
Nah, begini yang benar :)

Smari:
Ya, lebih teliti, waspada, dan hati-hati ^^

Zeal*Liyanfury said...

Kakak berharap... tdk hanya menjelang Ramadhan pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan di pasaran. Sungguh miris melihat fakta dilapangan sekarang ini, mulai dari bahan pengawet yg digunakan, bahn pewarna, dsb... mengandung zat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

Yupz,Semangat belanja, *eh ^_^