Monday, 9 April 2012

PIMNAS XXIV Makassar

Ahad, 17 Juli 2011. Hari itu aku, Shahila, Juni, Nazhrah dan Rini  berangkat menuju Makassar untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIV pada tanggal 18 Juli sampai 22 Juli 2011di Universitas Hasanuddin Makassar. Sebelum naik pesawat, ada seorang pemuda yang berkata dari arah belakangku dan Shahila saat itu, “Eh, nanti sediain waktu ya untuk foto bareng”. Aku heran karena tiba-tiba ia berkata seperti itu pada kami. Lalu kutanyakan pada Shahila , “Cai, itu siapa ya?”. Salah seorang tim dari PKM  Penunjang Kewirausahaan , jawab Shahila”. “Ohh..”, jawabku singkat.

Di pesawat, kami menduduki sheet yang berdekatan dengan tim kewirausahaan ini.  Mereka berada di depan kursi Juni, Rini, dan Nazhrah sedangkan aku dan Shahila duduk di seberang sheet mereka. Sesampai di bandara Soekarno Hatta, seorang dari mereka bertanya pada Nazhrah, “Kalian anak FKM ya?”
“Bukan bang, anak Pertanian”, jawab Nazhrah.
“Eh, sama-sama di Pertanian rupanyanya kita.”
Kemudian pemuda itu memperkenalkan nama mereka pada Nazhrah. Lalu Nazhrah mengenalkan nama kami berlima. Setelah pemuda itu mengenalkan namanya, baru kutahu bahwa  namanya Galih dan orang yang menyapa kami sebelum naik pesawat itu bernama Budi, dan seorang lagi bernama Iqbal. Ya, itulah awal perkenalan kami.

Hari itu adalah hari yang bertepatan dengan puasa untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Hayyyo, puasa apa coba namanya?:)
Dan beberapa di antara kami ada yang berpuasa. Sembari menunggu pesawat selanjutnya, seorang di antara kami ada yang tidak kuat lagi untuk melanjutkan puasanya. Kami pun segera memberikan bantuan padanya, ada yang menghiburnya, ada yang memaksa untuk membatalkan puasanya, memberikan makanan dan minuman, dan ada juga yang memberikan minyak. Aku cukup terkesan dengan bantuan pemberian minyak ini. Sudah lama tak melihat botol unik dan baunya yang sangat khas. Terakhir kalinya kelas 6 SD kalau aku tidak salah. Salah satu bantuan yang membuatku sedikit tersenyum. Dan ini adalah bantuan dari seorang pemuda bernama Budi.

Kami sampai di Makassar pada malam hari, sekitar pukul 19.00 WITA. Sembari menunggu jemputan panitia, kami memanfaatkan waktu untuk “ngobrol sederhana”. Seperti apa yang obrolan sederhana kami? Haha..Kami membahas PKM, proses pengerjaan PKM, dan lain-lain. Dan tak lama kemudian, panitia PIMNAS pun datang menjemput kami. Dan kami punya LO, yang bertanggung jawab sebagai fasilitator kami selama PIMNAS berlangsung, namanya Adnan. Ia mahasiswa FKM 2009. Logat Makassarnya sangat kelihatan, kadang aku tak mengerti apa yang ia katakan, mungkin ia mencampurkan sebagian ucapannya dengan bahasa setempat.

Besok harinya adalah jadwal registrasi peserta di gedung IPTEKS Unhas. Di saat registrasi, aku bertemu dengan teman SMA-ku yang bernama Iman Sudhiebgo. Sebelumnya aku memang sudah tahu ia lolos PIMNAS juga, namun tak habis pikir kalau kami bisa bertemu di tempat yang cukup jauh ini, sementara di Sumatera saja kami tidak pernah lagi bertemu setelah lulus SMA. Ternyata sudah banyak perubahan dari Iman. Salah satunya, dulu ia sangat pemalu dan sekarang tidak lagi. Iman tidak sendiri saat itu, ia bersama temannya yang bernama Ari. Ari ini orangnya cukup ramah, mudah bergaul, dan cukup fleksibel.

Iman dan Ari mengambil makanan khas Makassar yang disediakan oleh panitia, sedangkan aku sibuk dengan laptopku. Kusempatkan membuka facebook karena keinginanku melihat kabar di belahan bumi yang lain. Saat itu tiba-tiba saja bang Budi datang dan menanyakan,
“Lagi buka apa?”
“Nih liat-liat facebook aja bang”
“Eh, add ya..Budi Andana”
Langsung kuketik namanya di kolom search “Budi Andana”
“Eh, PP nya keren ya bang”
Mungkin ia ingin memastikan kata-kataku atau memang tidak dengar karena suaraku terlalu pelan. Lalu kuulangi lagi,
“PP nya keren bang”
“Oh”, jawabnya singkat.

Siang harinya ada technical meeting di aula Prof. Amiruddin. Subhanallah sekali melihat aula ini dipenuhi dengan ribuan mahasiswa. Dan malam harinya ada kegiatan welcome party di Gubernuran Sulawesi Selatan. Aku dan Shahila datang ke acara welcome party, sedangkan Juni, Rini dan Nazhrah menginstal bahan presentasi PKM. Di acara welcome party ini, aku melihat sosok yang tak asing lagi berada di belakangku dan Shahila. Ya, tim PKM penunjang dari kewirausahaan, siapa lagi kalau bukan bang Galih, bang Iqbal, dan bang Budi. Acara pentas seni daerah Sulawesi Selatan pun dipertunjukkan, ada rasa bangga menjadi orang Indonesia yang memiliki kebeberagaman budaya seperti ini. Dan tiba-tiba bang Budi datang ke sebelahku,
“Eh, liatin apa?”
Saat itu aku melihat gadis-gadis dengan pakaian daerah Sulawesi Selatan yang sudah dimodernisasi. Saat itu aku cukup aneh melihat mereka, entah kenapa. Langsung saja kualihkan pandanganku karena kaget melihat bang Budi yang tiba-tiba datang.
“Oh, liat itu bang”
Ia pun melihat ke arah yang kutunjuk. Aku langsung mengambil percakapan agar tidak ditanya tentang apa yang sedang kulakukan tadi.
“Eh, kirain udah pulang bang, Nggak kelihatan lagi tadi”.
“Pulang? Mau kemana?”
“Ya, mana tau kan pulang, Bisa aja”
“Eh, lihat ini dulu”, sambil menunjukkan foto yang berhasil ia jepret.
“Waah, keren bang”
***

Besok harinya kompetisi pun berlangsung.Tim PKM-M kami ada di ruangan FKM Unhas. Penampilan dari tiap-tiap universitas semuanya bagus. Ya, ini memang sudah disaring, wajar semuanya bagus. Kami tampil pada hari kedua. Benar-benar luar biasa rasanya, tangan dingin, deg-degan, khawatir, semua rasa menjadi satu. Aku bertugas membuka presentasi kami, lalu dilanjutkan penjelasan dari Nazhrah. Setelah selesai, rasanya lega. Alhamdulillah…

Hari selanjutnya adalah hari penilain poster dan produk PKM. Ruangan penilaian dibagi menjadi beberapa kelas. Kita bisa berbagi ilmu dan pengetahuan dengan mahasiswa lain di sini. Banyak inspirasi yang didapat. Banyak hal yang tak disangka, ternyata bisa dibuat dengan mudah. Luar biasa! Anak Indonesia memang cerdas, kreatif, dan inovatif ^_^

Dan malam harinya adalah acara closing ceremony di Baruga A.P Pettarani dan sekaligus pengumuman pemenang lomba PKM. Alhamdulillah, walaupun tak bisa membawa penghargaan apapun, kita bisa membawa pulang ilmu-ilmu dan pengalaman yang berharga dan bermanfaat. Rasa untuk “balas dendam” pada PIMNAS selanjutnya mulai terbakar dalam diri kami masing-masing. Ya, aku bisa melihat itu pada “diskusi esklusif” kami di kantin asrama mahasiswa pada malam itu. Kita ingin USU bangkit. Semoga tahun 2012 ini semakin banyak mahasiswa USU yang lolos ke PIMNAS. Aamiin..
Tunggu Episode ke-2 dari tulisan ini ya teman-teman….

 

9 comments:

Budiman asAdy said...

lewat dulu aja, he...

menunggu serial berikutnya

Budiman asAdy said...
This comment has been removed by the author.
Akhmad Muhaimin Azzet said...

Iya, semoga semakin banyak ya lolos ya, Mbak....

Ririe Khayan said...

UnHas juga ya? Sama dengan Nurmayantizain dunk..PIMNAS sesuatu banget pokoknya

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Mas Budi:
Terimakasih sudah lewat sebentar di blog saya :D

Mas Muhaimin:
Aamiin ya Allah..

Mbak Ririe:
Saya mahasiswa USU, mbak :)
Yup, sesuatu banget deh PIMNAS itu..

iin.darus said...

seneng deh bacanya...
semangat terus yaa kak :D

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Iya dek Iin :)
Semangat juga ya buat adek...

dedhy said...

kunjungan awal.
salam kenal :)
terima kasih

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap said...

Terima kasih telah berkunjung..
Salam kenal kembali ^^